Oleh Luo Guanzhong.
"Ayahku Dan Diriku Telah Berhutang Banyak Kepada Kaisar Liu Bei Dan Yang Mulia. Pengorbananku
Tidak Akan Dapat Membayar Semua Hal Itu. Aku Harap Yang Mulia Menurunkan Titah Dan Aku Akan
Segera Mengumpulkan Prajurit Untuk Berperang."
Akhirnya Titah Diturunkan Dan Zhuge Zhan Mendapatkan 70.000 Prajurit Yang Kebanyakan Masih Hijau
Dan Belum Terlatih Dengan Baik.
Ketika Dia Telah Mengumpulkan Merekasemua, Dia Berkata, "Siapa Yang Berani Memimpin Pasukan
Terdepan ?"
Anaknya, Zhuge Shang, Yang Baru Berusia 19 Tahun, Menawarkan Dirinya Dan Berkata, "Karena Ayahku
Adalah Komandan Pasukan Maka Aku Ingin Menjadi Pemimpin Pasukan Terdepan !"
Zhuge Shang Adalah Seorang Anak Yang Pandai Dan Juga Memiliki Kemampuan Bertempur Yang Hebat.
Dia Mempelajari Buku-Buku Strategi Perang Sejak Masih K Anak-Anak Dan Juga Berlatih Berbagai Macam
Ilmu Beladiri Dan Seni Menggunakan Senjata. Akhirnya Diapun Ditunjuk Dan Merekapun Semua Bergerak
Untuk Menghadapi Deng Ai.
Sementara Itu Ma Miao Telah Memberikan Deng Ai Peta Lengkat Mengenai Seluruh Daerah Itu. Walaupun
Begitu Deng Ai Terkejut Dengan Kesulitan Yang Menanti Didepannya.
"Jika Mereka Mempertahankan Bukit Didepan Ini Maka Aku Akan Gagal. Jika Aku Sampai Terhambat
Maka Jiang Wei Akan Datang Dan Pasukanku Akan Berada Dalam Keadaan Kritis Oleh Karena Itu Maka
Pasukan Harus Terus Maju."
Dia Memanggil Shi Zuan Dan Deng Zhong, "Pimpinlah Satu Pasukan Untuk Menuju Mian Zhu. Aku Akan
Mengikuti Segera Setelah Aku Bisa. Tetapi Cepatlah Karena Jika Sampai Musuh Mendahului Kalian Maka
Aku Akan Menghukum Mati Kalian."
Mereka Segera Berangkat. Setelah Mendekati Mian Zhu Mereka Bertemu Dengan Pasukan Zhuge Zhan.
Kedua Pasukan Itu Segera Bersiap Untuk Bertempur. Pasukan Shu Menggunakan Formasi Pa Gua. Setelah 3
Kali Bunyi Genderang, Shi Zuan Dan Deng Zhong Melihat Pasukan Shu Membuka Jalan Ditengah Dan
Tiba-Tiba Ada Kereta Dorong Kecil Dimana Ada Seseorang Duduk Ditengahnya Yang Menggunakan
Pakaian Taoist Dan Membawa Kipas Bulu. Disampingnya Ada Panji-Panji Perang Besar Bertuliskan
'Perdana Menteri Han, Zhuge Liang.'
Penampakan Itu Membuat Deng Zhong Dan Shi Zuan Keluar Keringat Dingin Dan Mengetarkan Mereka.
Mereka Segera Memerintahkan Pasukannya Mundur.
"Jika Zhuge Liang Masih Hidup Maka Ini Pasti Akhir Hidup Kita !!!"
Pasukan Wei Mundur Dengan Tergesa-Gesa Dan Pasukan Shu Mengejar Dari Belakang. Mereka Mundur
Sejauh 15 Li. Kemudian Pasukan Shu Melihat Pasukan Deng Ai Dan Merekapun Akhirnya Mundur.
Ketika Deng Ai Telah Membuat Kemah, Dia Memanggil Kedua Pemimpin Pasukannya Itu Dan Memarahi
Mereka Karena Mundur Tanpa Bertempur.
"Kami Melihat Zhuge Liang Memimpin Pasukan" Kata Deng Zhong, "Sehingga Kami Melarikan Diri."
"Bahkan Jika Zhuge Liang Kembali Hidup, Lalu Kenapa Kita Harus Takut ? Kau Melarikan Diri Tanpa
Karena Dan Kita Telah Mengalami Kekalahan, Kalian Berdua Harus Segera Dihukum Mati !!!"
Seluruh Jendral Disana Memohon Ampunan Untuk Mereka Berdua Dan Akhirnya Amarah Deng Ai Dapat
Reda.
Kemudian Pasukan Pengintai Datang Melaporkan, "Pemimpin Pasukan Musuh Adalah Zhuge Zhan Anak
Dari Zhuge Liang. Pemimpin Pasukan Terdepanny Adalah Zhuge Shang Anak Dari Zhuge Zhan. Mereka
Telah Membuat Pertahanan Disekitar Daerah Perbukitan Dan Membawa Patung Kayu Yang Menyerupai
Zhuge Liang."
Deng Ai Kemudian Berkata Pada Deng Zhong Dan Shi Zuan, "Ini Adalah Bagian Yang Paling Penting. Jika
Kau Sampai Kalah Dalam Pertempuran Berikutnya Maka Kalian Pasti Akan Kehilangan Nyawa Kalian !"
Dengan Membawa 10.000 Prajurit Masing-Masing , Mereka Segera Mencoba Bertempur Keluar. Kalian Ini
Mereka Bertemu Dengan Zhuge Shang Dan Pasukannya. Pertempura Besar Terjadi, Kedua Belah Pihak
Bertempur Habis-Habisan. Zhuge Shang Selain Seorang Jendral Yang Gagah Berani Juga Merupakah Ahli
Strategi, Dia Berhasil Mengepung Pasukan Wei Dan Membantai Mereka. Deng Zhong Dan Shi Zuan Kedua
Nya Terluka Parah, Hanya Karena Keberuntungan Saja Mereka Berhasil Lari Dari Kepungan Pasukna Shu.
Walaupun Begitu Pasukan Shu Mengalami Kerugian Pasukan Lebih Besar Daripada Pasukan Wei.
Shi Zuan Dan Deng Zhong Mengakui Kesalahan Mereka, Tetapi Ketika Deng Ai Melihat Mereka Terluka
Sangat Parah Dia Tidak Menyalahkan Ataupun Menghukum Mereka Berdua .
Kepada Bawahannya Deng Ai Berkata, "Zhuge Zhan Ini Sama Tangguhnya Dengan Ayahnya, Zhuge Shang
Terlebih Lagi Merupakan Harimau Muda Yang Sangat Gagah Berani. 2 Kali Mereka Telah Mengalahkan
Kita, Kali Ini Kita Harus Mengalahkan Mereka Dan Harus Dilakukan Dengan Cepat Atau Kita Akan Kalah
!"
Kemudian Inspektur Militer Qiu Ben Berkata, " Kenapa Kita Tidak Membujuk Saja Pemimpin Mereka
Dengan Sebuah Surat ?"
Deng Ai Setuju Dan Dia Akhirnya Menuliskan Selembar Kertas Yang Dia Kirim Melalui Seorang Utusan.
Penjaga Gerbang Kemah Shu Mengantarkan Utusan Itu Untuk Menemui Zhuge Zhan, Yang Kemudian
Membuat Surat Itu Dan Membacanya.
"Deng Ai, Jendral Yang Menaklukan Barat Kepada Zhuge Zhan, Jendral Penjaga Negara Shu."
"Sekarang Setelah Aku Mengamati Orang-Orang Hebat Pada Jaman Ini Aku Tidak Melihat Ada Orang Yang
Dapat Menyamai Kehebatan Ayahmu Yang Sangat Terhormat Itu. Dari Sebuah Gubuk Kecil Dia Berkata
Bahwa Seluruh Negeri Akan Trbagi Menjadi 3 Wilayah. Dia Menguasai Jing Zhou, Yi Zhou Dan Han
Zhong. Hanya Sedikit Sekali Orang Didalam Sejarah Yang Dapat Menyamai Prestasinya. Dia Membuat 6
Kali Ekspedisi Dari Qi Shan Dan Dia Gagal, Tetapi Hal Ini Bukannya Karena Kurangnya Kemampuan
Tetapi Karena Ini Adalah Mandat Dari Langit."
"Sekarang Penguasa Shu Adalah Orang Yang Lemah Dan Bodoh, Dan Aura Kepemimpinannya Sudah
Habis. Aku Memiliki Titah Dari Putra Langit Untuk Menghancurkan Shu Dan Sekarang Kami Telah
Menguasai 1/ 2 Wilayah Ini. Ibukota Kalian Pasti Akan Cepat Jatuhnya. Kenapa Kau Tidak Mau Tunduk
Kepada Mandat Langit Dan Mengikuti Keinginan Seluruh Rakyat Dengan Bergabung Denganku ? Aku
Akan Memintakan Gelar Pangeran Untuk Dirimu Dimana Leluhurmu Akan Sangat Dihormati. Ini Bukanlah
Omong Kosong Jadi Kuharap Kau Mau Memikirkan Hal Ini Baik2."
Surat Ini Membuat Zhuge Zhan Sangat Marah Dai Dia Menyobekduanya Serta Memerintahkan Agar Utusan
Itu Dipenggal. Dia Juga Memerintahkan Agar Kepala Utusan Itu Dibawa Kembali Kepada Deng Ai.
Deng Ai Sangat Marah Pada Penghinaan Ini Dan Dia Berharap Untuk Dapat Segera Menyerang Zhuge Zhan
Tetapi Qiu Ben Memebrikan Nasehat Lainnya.
"Jendral, Lebih Baik Kau Tidak Keluar Berperang." Kata Dia, "Lebih Baik Kita Serang Dia Secara Tiba-
Tiba Tanpa Pernah Terpikir Olehnya."
Akhirnya Deng Ai Membuat Rencana, Dia Mengirim Wang Qi, Gubernur Tian Shui Dan Qian Hong,
Gubernur Long Xi, Untuk Membuat Jebakan Dan Bersembunyi Sementara Dia Membawa Pasukan Utama.
Zhuge Zhan Kebetulan Memang Menanti Sebuah Ajakan Bertempir. Ketika Dia Mendengar Bahwa Musuh
Mendekat, Dia Memimpin Pasukannya Dan Dengan Bersemangat Menyerang Pasukan Wei. Kemudian Deng
Ai Melarikan Diri, Seolah-Olah Dia Telah Kalah Sehingga Membuat Zhuge Zhan Yang Sedang
Bersemangat Terpancing Untuk Mengejar. Tetapi Setelah Beberapa Saat Tiba-Tiba Pasukan Wei Yang
Bersembunyi Muncul Dan Menyerang Pasukan Zhuge Zhan. Zhuge Zhan Memerintahkan Agar Pasukannya
Mundur Tetapi Banyak Dari Pasukannya Masuk Dalam Jebakan Musuh. Dia Berhasil Kembali Dengan
Hanya 5.000 Prajurit Saja Yang Kebanyakan Terluka. Mereka Segera Kembali Ke Mian Zhu Dan Bertahan
Disana.
Segera Deng Ai Mengepung Mian Zhu Dan Pasukan Wei Membangun Perkemahan Tepat Diluar Kota Itu.
Zhuge Zhan Sangat Kesal, Dia Sekarang Tidak Melihat Ada Jalan Keluar Lain. Segera Dia Menuliskan
Sebuah Surat Yang Ditujukan Kepada Penguasa Wu Memohon Dikirimkan Bantuan Dan Dia Memberikan
Surat Ini Pada Peng He Sebagai Utusannya.
Peng He Berusaha Menerobos Kepungan Dan Hanya Karena Keberuntungan Saja Dia Berhasil Lolos Dari
Kepungan Dan Akhirnya Sampai Di Wu Dimana Disana Dia Bertemu Dengan Sun Xiu, Kaisar Wu. Dia
Kemudian Memberikan Surat Zhuge Zhan Kepada Kaisar Wu Serta Menceritakan Keadaan Di Shu.
Kemudian Kaisar Wu Mengumpulkan Bawahannya Dan Berkata, "Shu Sekarang Sedang Dalam Keadaan
Bahaya, Aku Tidak Dapat Hanya Duduk Diam Dan Tidak Berbuat Apa-Apa."
Oleh Karena Itu Dia Kemudian Mengirimkan 50.000 Prajurit Yang Dipimpin Oleh Jendral Ding Feng
Berserta Sun Yin Dan Ding Fung. Setelah Menerima Titah Kaisar, Ding Feng Segera Mengirim 2 0.000
Prajuritnya Dibawah Pimpinan Sun Yin Untuk Menuju Mian Zhu Melalui Jalur Darat Dan Dia Beserta 3
0.000 Prajurit Sisanya Akan Menuju Shou Chun Untuk Menyerang Wei Dari Selatan Sehingga Akan
Mengalihkan Perhatian Wei Dari Shu.
Didalam Kota Mian Zhu, Zhuge Zhan Menunggu Bantuan Yang Sepertinya Tidak Pernah Datang.
Karena Lelah Menunggu, Dia Berkata Pada Jendralnya, "Bertahan Seperti Ini Tidak Ada Gunanya. Aku
Akan Keluar Menyerang !!!"
Meninggalkan Anaknya Zhuge Shang, Kepala Sekertariat Zhang Zu Yang Adalah Cucu Dari Zhang Fei Dan
Zhao Guang Anak Dari Zhao Yue Didalam Kota Maka Dia Memakai Baju Perangnya Dan Membawa 5.000
Prajurit Keluar Dari Gerbang Kota. Melihat Akhrinya Pasukan Shu Keluar Menyerang, Deng Ai Akhirnya
Membuat Siasat. Dia Berpura-Pura Mundur Dan Zhuge Zhan Mengejarnya. Tetapi Ada Pasukan Wei Yang
Bersembunyi Dan Segera Pasukan Zhuge Zhan Terkepung. Didalam Kesia-Siannya Dia Bergerak Kekiri
Dan Kekanan Dan Menyerang Kesana Dan Kemari, Pasukan Wei Tidak Berani Mendekati Pasukan Zhuge
Zhan Dan Akhirnya Deng Ai Memerintahkan Pasukan Pemanahnya Untuk Menembakan Panah Kearah
Pasukan Zhuge Zhan. Akhirnya Hujan Anak Panah Menghantam Pasukan Zhuge Zhan, Banyak Dari Mereka
Tewas Dan Sisanya Terluka Parah. Akhirnya Setelah Pasukan Wei Lainnya Berani Mendekat Dan Tidak
Lama Kemudian Zhuge Zhan Yang Terluka Parah Akhirnya Terjatuh Dari Kudanya.
"Aku Telah Selesai !!!" Teriak Dia, "Tetapi Dalam Kematianku Aku Telah Menjalankan Tugasku Untuk
Setia Pada Negara !!!" Dia Mengeluarkan Pedangnya Dan Kemudian Membunuh Dirinya Sendiri Dihadapan
Pasukan Wei.
Dari Atas Tembok Kota Anaknya Zhuge Shang Melihat Kematian Ayahnya. Dia Juga Memakai Baju
Perangnya Dan Mengambil Tombaknya Serta Berniat Keluar Untuk Bertempur.
Tetapi Zhang Zun Berkata, "Jendral Muda, Jangan Kau Keluar, Lebih Baik Bertahan Dan Mnunggu Bantuan
!!!"
Zhuge Shang Berkata, "Ayahku Dan Aku Berasal Dari Keluarga Yang Sama Yang Telah Menerima Banyak
Kebaikan Dari Negara. Kakekku Dan Ayahku Meninggal Dalam Menjalankan Tugas Mulia Melawan Musuh
Kita, Bagaimana Mungkin Aku Hanya Diam Dan Tidak Melakukan Apa-Apa ?"
Dia Segera Memecut Kudanya Dan Masuk Kedalam Barisan Pasukan Musuh Seorang Diri, Dia Bertempur
Bak Singa Muda. Menyerang Kesana Dan Kemari, Membunuh Siapa Saja Yang Menghalangi Jalannya.
Akhirnya Kudanya Terbunuh Dan Dia Terjatuh Dari Kudanya, Pasukan Wei Langsung Mengepungnya Dan
Mencabikduanya Dengan Senjata Mereka Dengan Begitu Gugurlah Zhuge Shang Disamping Jasad Ayahnya.
Sebagai Penghormatan Bagi Keberanian Dan Kesetiaan Ayah Dan Anak, Deng Ai Memerintahkan Agar
Pasukannya Membuatkan Peti Jenazah Bagia Mereka Berdua Dan Memakamkan Mereka Berdua Dengan
Upacara Kehormatan Militer. Setelah Itu Mereka Mulai Menyerang Kota Mian Zhu Habis2an. Zhang Zun,
Huang Chong Cucu Dari Huang Zhong, Li Qu, Zhao Guang, Zhao Tong, Guan He Dan Lainnya Bertempur
Sampai Titik Darah Terakhir Untuk Mempertahankan Benteng Mian Zhu Yang Merupakan Benteng
Terakhir Sebelum Ibukota Cheng Du.
Walaupun Mereka Telah Berusaha Keras Tetapi Karena Kalah Jumlah Akhirnya Mereka Semua Gugur
Dalam Pertempuran Terakhir Itu. Deng Ai Yang Menghormati Ayah2 Mereka Dan Juga Kagum Atas
Kegigihan Mereka Akhirnya Memakamkan Mereka Semua Dengan Layak Dan Melindungi Keluarga2
Mereka Untuk Tidak Disakiti. Setelah Itu Dia Menenangkan Penduduk Dan Menghadiahkan Pasukannya
Atas Keberhasilan Mereka. Setelah Ini Dia Mulai Merencanakan Penyerangan Menuju Cheng Du, Ibukota
Shu.
Bergerak Ke Shu, 2 Harimau Bertarung.
Berita Kejatuhan Mian Zhu Dan Meninggalnya Zhuge Zhan Serta Zhuge Shang Membuat Kaisar Liu Chan
Sekarang Merasa Bahwa Petaka Sudah Sangat Dekat, Dia Segera Memanggil Seluruh Pejabatnya Untuk
Berdiskusi.
Para Pejabat Berkata,"Panik Telah Melanda Seluruh Negeri Dan Penduduk Telah Mulai Meninggalkan Kota
Ini, Tangisan Mereka Telah Menguncang Langit !"
Lalu Datang Laporan Bahwa Musuh Telah Sampai Di Depan Gerbang Kota Cheng Du Dan Para Pejabat
Menyarankan Untuk Segera Pergi Menghindar.
"Kita Tidak Mempunyai Cukup Pasukan Untuk Melindungi Ibukota. Kita Lebih Baik Segera Meninggalkan
Kota Dan Menuju Ke Selatan Dan Bersembunyi Di Daerah Nan Zhong. Daerah Itu Sangat Sulit Dilalui Dan
Mudah Dipertahankan. Kita Dapat Meminta Suku Mang Untuk Datang Dan Membantu."
Tetapi Menteri Qiao Zhou Menentang Usulan Ini Dan Berkata, "Jangan, Hal Itu Tidak Akan Bisa
Menyelamatkan Kita. Suku Mang Adalah Pemberontak. Untuk Pergi Kepada Mereka Malah Akan
Memperparah Keadaan Kita."
Kemudian Yang Lainnya Mengusulkan, "Wu Adalah Sekutu Kita Dan Saat Ini Adalah Saat2 Yang Paling
Kritis. Lebih Baik Kita Pergi Kesana Dan Meminta Bantuan Mereka."
Tetapi Qiao Zhou Juga Menentang Usulan Ini Dan Berkata, "Sepanjang Sejarah, Tidak Ada Kaisar Yang
Pernah Pergi Kenegara Lain Untuk Menyelamatkan Diri. Sejauh Yang Dapat Aku Lihat, Wei Pasti Akan
Dapat Menguasai Wu Dan Tentunya Wu Tidak Akan Dapat Melawan Wei. Bayangkan Penghinaan Yang
Dialami Jika Kaisar Kita Menjadi Menteri Wu Lalu Kemudian Terpaksa Dijadikan Pejabat Rendah Wei
Setelahnya.Hal Ini Akan Sangat Mempermalukan Kaisar Kita Dan Para Leluhurnya.Lebih Baik Kita
Menyerah Kepada Wei Dan Wei Akan Memberikan Yang Mulia Sebidang Tanah Dimana Kuil Leluhur
Dapat Tetap Dipertahankan Dan Juga Rakyat Akan Selamat Dari Penderitaan. Aku Mohon Yang Mulia
Mempertimbangkan Hal Ini."
Kaisar Liu Chan Sekarang Kebingunan Mengenai Apa Yang Harus Dilakukannya. Keesokan Harinya
Keadaan Tambah Kacau. Qiao Zhou Melihat Hal Ini Sangat Mendesak Dan Dia Menuliskan Surat Sebagai
Permintaan Resminya Agar Kaisar Liu Chan Turun Takhta Dan Menyerahkan Kekuasaan Pada Wei.
Tetapi Tiba-Tiba Dari Balik Tirai Muncul Pangeran Ke 5, Liu Chen, Pangeran Beidi.
Kaisar Liu Chan Memiliki 7 Orang Putra, Liu Rui, Liu Dao, Liu Zhong, Liu Zan, Liu Chen, Liu Xue Dan
Liu Ju. Dari Antara Semuanya Yang Paling Pandai Adalah Liu Rui Dan Yang Paling Gagah Berani Adalah
Liu Xue Tetapi Yang Paling Mampu Dan Dapat Memimpin Serta Memiliki Kemampuan Diatas Rata2 Orang
Normal Adalah Liu Chen Ini. Liu Chen Baru Berusia 2 5 Tahun Ketika Pasukan Wei Sampai Di Perbatasan
Cheng Du.
Liu Chen Berteriak Marah Pada Qiao Zhou, "Kau Menteri Rendah Yang Tidak Pantas Hidup !!! Berani
Sekali Kau Menawarka Saran Gila Seperti Ini Menyangkut Keberadaan Dari Sebuah Dinasti !!! Apakah Ada
Kaisar Yang Pernah Menyerah Pada Musuhnya ???"
Kaisar Liu Chan Kemudian Berkata, "Para Menteri Telah Berpikir Lebih Baik Kita Menyerah. Hanya Kau
Satu-Satunya Orang Yang Berpikir Bahwa Pertempuran Akan Dapat Dimenangkan Oleh Kita, Apakah Kau
Mau Membanjiri Kota Ini Dengan Darah ?"
Liu Chen Berkata, "Ketika Kaisar Pertama Masih Hidup, Qiao Zhou Ini Tidak Memiliki Suara Didalam
Urusan Negara. Sekarang Dia Memberikan Nasihat Gila Ini Dan Meminta Kita Menyerah. Aku Tidak
Melihat Ada Sedikitpun Alasan Yang Baik Dari Perkataannya. Dikota Ini Kita Masih Memiliki Cukup
Prajurit Unutk Bertahan Dan Jiang Wei Belum Terlakahlan Di Benteng Yi Ping. Dia Akan Segera Datang
Menyelamatkan Kita Setelah Mendengar Keadaan Kita Disini. Dari Dalam Kita Akan Membantu Dia
Betempur. Kita Pasti Dapat Berhasil Kalau Yang Mulia Mau Memberikan Perintah Padaku Untuk
Memimpin Pasukan. Kenapa Harus Kita Mendengarkan Perkataan Dari Si Penghasut Ini ? Kenapa Kita
Harus Membuang Semua Usaha Keras Dari Para Leluhur Kita ?"
Kaisar Liu Chan Kemudian Menjadi Marah Dan Berkata, "Diam Kau !!! Kau Terlalu Muda Untuk Mengerti
Urusan Negara !!! Ini Adalah Mandat Dari Langit Dan Aku Akan Menyerag !!"
Liu Chen Langsung Bersujud Berkali-Kali Ketanah Sampai Dahinya Berdarah Memohon Agar Ayahnya
Mau Mengubah Keputusannya Dan Memberikan Kekuasaan Tentara Kepada Dirinya.
"Jika Kita Telah Melakukan Yang Terbaik Dan Tetap Saja Kalah, Jika Saja Seluruh Anak-Anak Dan Orang
Tua, Seluruh Bangasawan, Menteri Berjuang Bersama Dan Gugur Dalam Satu Usaha Terakhir Untuk
Mempertahankan Negara Maka Dialam Sana Kita Semua Masih Dapat Menatap Para Leluhur Tanpa Rasa
Malu. Tetapi Bagaimana Jika Kita Menyerah ? Apakah Kita Masih Memiliki Muka Untuk Itu ?"
Walaupun Terus Didesak, Kaisar Liu Chan Tidak Menghiraukan Permohonan Putranya Itu.
Pangeran Liu Chen Kemudian Berkata,"Apakah Tidak Memalukan Untuk Membuang Semua Yang Telah
Para Leluhur Kita Bangun Dengan Susah Payah ? Aku Lebih Baik Mati Daripada Melakukan Itu."
Kaisar Liu Chan Sekarang Sangat Marah, Dia Memerintahkan Pengawalnya Untuk Mengusir Pangeran
Keluar Istana. Kemudian Dia Memerintahkan Agar Qiao Zhou Untuk Menyiapkan Segala Sesuatunya Untuk
Dirinya Menyerahkan Diri. Setelah Semua Itu Ditulis Secara Resmi, 3 Orang Pejabat Yaitu Penasehat Zhang
Shao, Komandan Kekaisaran Deng Liang Dan Menteri Qiao Zhou Segera Dikirim Dengan Surat Itu Dan
Juga Stempel Kekaisaran Menuju Kemah Deng Ai Untuk Mengumumkan Penyerahan Diri Kaisar.
Setiap Hari Ada Pasukan Deng Ai Yang Mendekati Kota Untuk Melihat Apa Yang Terjadi Didaerah Itu.
Pada Akhirnya Mereka Melaporkan Bahwa Mereka Melihat Bendera Putih Berkibar Dibenteng Cheng Du.
Deng Ai Tidak Perlu Menunggu Lama Untuk Memastikan Hal Itu Karena Tidak Lama Kemudian 3 Pejabat
Shu Tiba Dengan Membawa Surat Penyerahan Diri Dan Juga Stempel Kekaisaran. Deng Ai Membaca Surat
Itu Dengan Sangat Senang Dan Dia Segera Mengambil Stempel Kekaisaran Shu. Dia Memperlakukan
Utusan Itu Dengan Baik Dan Juga Menuliskan Surat Balasan Kepada Kaisar Shu. Ke 3 Utusan Itu Segera
Kembali Ke Cheng Du Dan Segera Membawa Surat Balasan Deng Ai Kepada Kaisar Liu Chan. Kaisar Liu
Chan Membaca Surat Itu Dengan Penuh Sukacita. Kemudian Dia Mengirim Menteri Jiang Xian Untuk
Memerintahkan Jiang Wei Menyerah Juga.
Kemudian Li Hu, Kepala Sekertariat, Membawakan Data2 Mengenai Shu Kepada Deng Ai.
Shu Memiliki 2 .800.000 Rumah Dengan 9.140.000 Penduduk Tetap 10 2 .000 Diantaranya Adalah Prajurit
Profesional Dan 40.000 Pegawai Sipil. Juga Didalam Lumbung-Lumbung Berasa Terdapat 4.000.000
Kantung Beras. Di Bendahara Negara Ada 3 .000 Kg Emas, 7.000 Kg Perak, 2 00.000 Gulung Sutra, 18 Pot
Berisi Batu-Batu Berharga Dan Masih Banyak Benda-Benda Berharga Lainnya Lagi Yang Tidak Terhitung
Jumlahnya.
Li Hu Mengatur Upacara Penyerahan Diri Yang Harus Trjadi Pada Hari Pertama Pada Bulan Ke 1 2 .
Kemarahan Pangeran Liu Chen Sudah Sangat Memuncak Ketika Dia Mendengar Bahwa Ayahnya Telah
Mengatur Tanggal Penyerahan Dirinya.
Dengan Membawa Pedang Dia Segera Ingin Pergi Ke Istana Ketika Istrinya, Lady Cui Menghentikannya
Dan Berkata, "Suamiku, Mengapa Wajahmu Menampakan Amarah Seperti Ini ?"
Dia Menjawab,"Pasukan Wei Sekarang Sudah Berada Didepan Gerbang Kota Dan Ayahku Akan Menyerah
Kepada Mereka. Esok Hari Dia Dan Seluruh Menteri Akan Keluar Dari Kota Ini Dan Menyerahkan Diri
Secara Formal Setelah Itu Maka Dinasti Han Akan Berakhir. Tetapi Lebih Baik Daripada Berlutut Kepada
Wei, Aku Akan Mati Dan Pergi Kehadapan Kaisar Pertama Dialam Sana."
"Benar-Benar Mulia !" Jawab Istrinya, "Dan Jika Suamiku Harus Mati Maka Aku Istrinya Berharap Dapat
Mati Lebih Dahulu."
"Tetapi Mengapa Kau Harus Mati ?"
"Pangeran Berkorban Demi Kehormatan Kaisar Dan Istri Berkorban Demi Kehormatan Suaminya. Ini
Adalah Prinsip Yang Mengikuti Jalan Kebajikan."
Segera Setelah Berkata Seperti Itu Si Istri Berlari Dan Membenturkan Diri Kepalanya Kepilar Istana Dan
Akhirnya Dia Meninggal. Kemudian Pangeran Liu Chen Jg Membunuh Ke3 Putranya Dengan Pedangnya.
Setelah Itu Dia Memenggal Kepala Mereka Semua Dan Membawanya Ditangannya Menuju Kedepan Kuil
Kaisar Pertama. Disana Dia Bersujud Dan Berkata, "Hambamu Ini Terlalu Malu Untuk Melihat Dinasti Kita
Diserahkan Kepada Orang Lain Oleh Karena Itu Hambamu Ini Membunuh Istri Dan Anak-Anaknya
Sehingga Kami Semua Dapat Datang Bersama Disisi-Sisi Yang Mulia Kaisar."
Setelah Selesai Mengucapkan Hal Ini, Dia Kemudian Bersujud 3 Kali Dan Kemudian Berkata Lagi.
"Para Leluhur, Jika Kalian Mendengar Tangisanku Ini, Kalian Pasti Mengerti Perasaan Keturunanmu Ini."
Kemudian Dia Menangis Sampai Keluar Darah Dari Matanya Dan Kemudia Dengan Pedangnya Sendiri Dia
Bunuh Diri. Pangeran Liu Chen Dari Bei Di, Generasi Ke 3 Dan Putra Ke 5 Dari Kaisar Ke 2 Shu, Liu Chan,
Meninggal Pada Hari Ke 2 8 Di Bulan Ke 10 Pada Masa Yi Xian Di Tahun Ke 1 (Tahun 2 6 3 M) Dalam
Usia 2 5 Tahun.
Ketika Kaisar Liu Chan Mengetahui Kematian Anaknya, Dia Mengirimkan Orang Untuk Menguburkannya.
Segera Pasukan Wei Datang Memasuki Kota. Kaisar Liu Chan Dan Seluruh Pejabatnya Sebayak 60 Orang
Keluar Sejauh 5 Li Dari Gerbang Utara Untuk Bersujud Sampai Ketanah Sebagai Tanda Penyerahan Diri.
Kaisar Liu Chan Datang Dengan Tubuh Terikat Tali Dan Juga Membawa Peti Mati Dengannya.
bersambung
No comments:
Post a Comment