Monday, December 30, 2013

sam kok - 154

Sam kok
Oleh Luo Guanzhong.

Wang Han Di Yue Cheng
Dan Jiang Bi Di Han Cheng Juga Telah Membuka Gerbang Benteng Mereka Dan Menyerah, Hu Ji Telah
Melarikan Diri Ke Cheng Du Untuk Meminta Bantuan, Seluruh Han Zhong Telah Jatuh Ketangan Wei." Hal
Ini Sungguh Membuat Jiang Wei Sangat Gelisah, Akhirnya Dia Membubarkan Perkemahannya Dan
Bergerak Ke Han Zhong. Malam Ini Pasukan Shu Sampai Di Daerah Perbatasan Han Zhong. Pasukan Wei
Dibawah Yang Xin Menghalangi Mereka Untuk Dapat Terus Maju Dan Jiang Wei Terpaksa Melawan
Mereka. Setelah Beberapa Jurus Akhirnya Yang Xin Melarikan Diri, Jiang Wei Menembakan 3 Anak Panah
Tetapi Semuanya Gagal Mengenai Sasaran. Jiang Wei Kemudian Mengambil Kembali Tombaknya Dan Dia
Terus Mengejar Yang Xin Tetapi Kudanya Terjerembab Dan Dia Terjaduh. Yang Xin Kemudian Berbalik
Untuk Membunuh Jiang Wei Tetapi Jiang Wei Kemudian Menusukan Tombaknya Kekepala Kuda Yang Xin
Sehingga Yang Xin Pun Terjatuh. Pasukan Wei Yang Lain Segera Bergegas Untuk Menyelamatkan Yang
Xin. Jiang Wei Pun Segera Memanfaatkan Kesempatan Ini Unutk Mundur. Dia Mengendarai Kuda Yang
Lain Dan Kemudian Ingin Melanjutkan Pengejaran Terhadap Pasukan Yang Xin, Tetapi Tiba-Tiba Seorang
Prajurit Melaporkan Bahwa Deng Ai Membawa Pasukan Besar Akan Tiba Dibelakang Pasukan Jiang Wei.
Menyadari Bahwa Dia Tidak Dapat Melawan Pasukan Ini, Jiang Wei Mengumpulkan Seluruh Pasukannya
Untuk Mundur Dari Han Zhong. Tetapi Kemudian Ada Pasukan Pengintai Yang Melaporkan,"Zhuge Xu,
Penjaga Kekaisaran Wei Wilayah Yong Zhou Menguasai Jembatang Yin Ping, Kita Tidak Dapat Mundur."
Akhirnya Jiang Wei Berhenti Sejenak Dan Bingung Karena Dia Tidak Dapat Maju Ataupun Mundur. Dia
Berteriak Dengan Kesalnya, "Langit Ingin Menghancurkanku !!!" Kemudian Berkatalah Ning Sui Salah
Seorang Jendralnya, "Jika Musuh Kita Sekarang Menguasai Yin Ping Berarti Mereka Hanya Memiliki
Pasukan Sedikit Di Yong Zhou. Kita Dapat Berpura-Pura Untuk Pergi Ke Lembah Kong Han Dan Hal Ini
Akan Memaksa Mereka Untuk Meninggalkan Jembatan Yin Ping Untuk Melindungi Yong Zhou. Ketika
Pasukan Wei Telah Mundur Dari Jembatan Itu Maka Kau Dapat Segera Mengerahkan Pasukanmu Untuk
Melintas Menunju Benteng Di Yin Ping Dan Membuat Rencana Untuk Merebut Kembali Han Zhong."
Rencana Ini Cukup Baik Sehingga Jiang Wei Memerintahkan Pasukannya Untuk Bergerak Ke Lembah Kong
Han Dan Berpura-Pura Seperti Mereka Akan Menyerang Yong Zhou. Ketika Zhuge Xu Yang Berjaga Di
Jembatan Yin Ping Mendengar Hal Ini Dia Terkejut Dan Berkata, "Yong Zhou Adalah Kotaku Dan
Merupakan Markas Besarku Dalam Ekspedisi Ini. Jika Tempat Itu Sampai Jatuh Ketangan Musuh Maka Aku
Pasti Dihukum !!!" Akhirnya Zhuge Xu Membawa Pasukannya Melewati Jalur Selatan Untuk Mendahului
Pasukan Shu Sebelum Mereka Sampai Ke Yong Zhou. Jiang Wei Yang Melewati Jalur Utara Terus
Mengawasi Pergerakan Pasukan Wei Sampai Akhirnya Pasukan Pengintainya Melaporkan Bahwa Zhuge Xu
Telah Meninggalkan Jembatan Yin Ping Dan Kemudian Dia Mengubah Arah Gerak Pasukannya Dan Segera
Menyerang Pertahanan Wei Yang Hanya Dijaga Beberapa Ratus Prajurit Saja Di Jembatan Yin Ping. Setelah
Berhasil Merebut Daerah Itu, Jiang Wei Secepatnya Mengatur Pasukannya Agar Melintasi Jembatan Itu Dan
Kemudian Membakar Perkemahan Wei. Zhuge Xu Kemudian Melihat Nyala Api Besar Itu Dan Dia Tahu
Bahwa Dia Telah Terperdaya, Dia Kemudian Kembali Kejembatan Itu Tetapi Telah Terlambat Karena
Seluruh Pasukan Shu Telah Melintas Dan Dia Tidak Berani Untuk Mengejar Mereka. Segera Setekah Jiang
Wei Melintasi Jembatan Itu, Dia Melihat Pasukan Lainnya, Tetapi Kali Ini Dipimpin Oleh Jendral Liao Hua
Dan Zhang Yi. Mereka Berkata Kepadanya,"Kaisar Liu Chan, Percaya Pada Seorang Wanita Peramal Dan
Tidak Meengirimkan Pasukan Untuk Membantu Mempertahankan Perbatasan. Kami Mendengar Bahwa Han
Zhong Dalam Ancaman Dan Oleh Karena Itu Membawa Pasukan Untuk Membantu Tetapi Kemudian Kami
Juga Mendengar Bahwa Zhong Hui Telah Merebut Benteng Yang Ping. Dalam Perjalan Kesana Kami
Mendengar Bahwa Anda Terkepung Sehingga Kami Datang Kesini Untuk Membantu Jendral." Akhirnya
Kedua Pasukan Itu Bersatu Dan Bergerak Bersama. Liao Hua Berkata, "Kita Diserang Dari Segala Arah Dan
Jalur Transportasi Terputus. Tampaknya Adalah Sebuah Tindakan Yang Bijaksana Untuk Segera Mundur Ke
Yin Ping Dan Merenanakan Strategi Baru." Awalnya Jiang Wei Ragu Tetapi Kemudian Dia Mendengar
Bahwa Deng Ai Dan Zhong Hui Mendekat Dengan Membawa 10 Divisi Pasukan. Jiang Wei Sebenarnya
Ingin Bertahan Tetapi Liao Hua Berkata, "Daerah Ini Dipenuhi Dengan Banyak Jalan Kecil Dan Juga Sempit
Sehingga Pertempuran Akan Sangat Sulit Dimenangkan. Akan Lebih Baik Jika Kita Mundur Terlebih
Dahulu Ke Yin Ping Karena Jika Kita Kehilangan Tempat Itu Maka Seluruh Jalur Keluar Dari Shu Akan
Tertutup." Akhirnya Jiang Wei Setuju Dan Pasukan Shu Bergerak Kesana, Tetapi Kemudian Mereka
Mendengar Bunyi Genderang Perang Dan Melihat Banyak Bendera Dan Panji-Panji Perang Berkibaran.
Zhuge Zhan Gugur Di Mian Zhu.
Ketika Dong Jue, Jendal Penjaga Negri Mendengar Invasi Pasukan Wei, Dia Segera Membawa 2 0.000
Prajuritnya Keperbatasan Untuk Melawan Musuh. Kemudian Dia Melihat Ada Debu Berterbangan Yang
Menandakan Ada Pasukan Mendekat, Dong Jue Berpikir Untuk Segera Menuju Kesana Dan Menghentikan
Laju Pasukan Itu Jika Mereka Adalah Musuh.

Tetapi Dong Jue Menemukan Bahwa Pasukan Yang Datang Itu Dipimpin Oleh Jiang Wei, Liao Hua Dan
Zhang Yi. Kemduian Dia Segera Menemui Jiang Wei Dan Memberitahukan Keadaan Di Ibukota Yang
Adalah Berita Buruk Mengenai Kelakukan Kaisar Liu Chan Dan Kasim Utama Huang Hao. Air Matanya
Mengalir Ketika Dia Menceritakan Keadaan Di Ibukota.
"Janganlah Kau Bersedih." Kata Jiang Wei, " Selama Aku Hidup, Aku Tidak Akan Membiarkan Wei Datang
Dan Menguasai Shu. Sekarang Kita Harus Mempertahankan Benteng Ini Dan Mencari Strategi Untuk
Mengalahkan Musuh."
Mereka Kemudian Menjaga Benteng Itu Sementara Mendiskusikan Mengenai Rencana Menyerang Balik
Musuh.
"Walaupun Kita Menjaga Tempat Ini Tetapi Cheng Du Boleh Dikatakan Tidak Memiliki Pasukan Yang
Terlatih Untuk Menahan Pasukan Musuh." Kata Dong Jue, "Jika Tempat Itu Diserang Maka Cheng Du Akan
Mudah Dikalahkan !"
Jiang Wei Berkata,"Pertahanan Alami Dari Cheng Du Sangat Sempurna, Daerah Itu Sangat Sulit Terjangkau
Karena Dikelilingin Gunung2 Tinggi Dan Jurang2 Yang Dalam. Kita Tidak Perlu Khawatir Mengenai Cheng
Du."
Segera Setelah Hal Ini, Zhuge Xu Datang Dan Menantang Pasukan Shu Bertempur. Jiang Wei Membawa
5000 Prajuritnya Dan Melayani Tantangan Ini. Dia Mendapatkan Kemenangan Dengan Mudah Dan
Membunuh Banyak Pasukan Wei.
Setelah Itu, Zhuge Xu Akhirnya Mundur Menuju Markas Besar Zhong Hui. Disana Dia Mengakui
Kesalahannya Dan Memohon Ampun. Zhong Hui Sungguh Marah Padanya.
"Perintahku Adalah Kau Harus Menjaga Jembatan Yin Ping Utnuk Menghentikan Jiang Wei Dan Sekarang
Kau Malah Mengalami Kekalahan, Kau Juga Menyerang Musuh Tanpa Perintah Dariku Dan Dikalahkan
Oleh Mereka."
"Jiang Wei Memiliki Banyak Sekali Siasat Licik, Dia Berpura-Pura Untuk Pergi Ke Yong Zhou Dan Karena
Aku Pikir Tempat Itu Sangat Penting Maka Ku Mengirim Pasukan Untuk Membantu Tempat Itu. Kemudian
Dia Menyerang Jembatan Yin Ping Dan Berhasil Melarikan Diri. Aku Mengikutinya Hingga Menuju
Benteng Yin Ping Tetapi Aku Tidak Berpikir Dia Akan Keluar Menyerang Dan Mengalahkan Diriku."
Zhuge Xu Terus Memohon Ampunan Tetapi Hukuman Mati Tetap Dijatuhkan Untuknya.
Wei Guan, Inspektur Pasukan Utama Berkata, "Zhuge Xu Adalah Bawahan Deng Ai Dan Karena Dia Telah
Mengakui Kesalahannya Maka Hukumannya Tidak Boleh Dijatuhkan Oleh Dirimu, Komandan."
Tetapi Zhong Hui Berkata, "Aku Telah Memiliki Titah Kaisar Dan Perintah Dari Perdana Menteri Untuk
Menyerang Shu. Jika Deng Ai Sendiri Melakukan Kesalahan Maka Aku Akan Segera Memenggalnya !!!"
Walaupun Begitu, Jenderal-Jenderal Yang Lain Memohon Ampunan Untuk Zhuge Xu Dan Zhong Hui Pun
Akhirnya Tidak Jadi Menghukumnya Tetapi Dia Di Copot Dari Semua Jabatan Dan Dikirim Kembali Keibu
Kota Untuk Menunggu Pengadilan.
Perkataan Zhong Hui Itu Terdengar Oleh Deng Ai Yang Akhirnya Marah Dan Berkata, "Pangkat Dan
Jabatannya Adalah Sama Dengan Milikku, Aku Telah Menjaga Perbatasaan Barat Selama Lebih Dari 1
Tahun Dan Telah Mengabdi Dengan Baik Pada Kaisar. Siapa Dia Yang Begitu Sombongnya Dihadapanku
!!"
Deng Zhong, Anaknya, Berusahan Menenangkan Ayahnya.
Pdf By Kang Zusi
"Ayah, Jika Kau Tidak Dapat Melupakan Hal Kecil Seperti Ini Maka Kau Akan Dapat Mengacaukan
Rencana Besarmu. Mencari Masalah Dengannya Dapat Mendatangkan Bencana Untuk Kita Jadi Aku Harap
Ayah Mau Bersabar."
Deng Ai Merasa Kata-Kata Anaknya Ada Benarnya Juga, Tetapi Walaupun Begitu Dia Menyimpan Amarah
Kepada Zhong Hui Didalam Hatinya. Dia Kemudian Datang Untuk Berkunjung Kekemah Zhong Hui.
Ketika Kedatangann Diumumkan, Zhong Hui Berkata Pada Bawahannya, "Berapa Banyak Prajurit Yang
Menyertai Deng Ai ?"
"Dia Hanya Membawa Sekitar 2 0 Prajurit Berkuda," Jawab Mereka.
Zhong Hui Lalu Memerintahkan Pengawalduanya Untuk Berada Disekitar Tendanya Dan Memerintahkan
Agar Deng Ai Dipersilahkan Masuk. Deng Ai Kemudian Turun Dari Kudanya Dan Segera Kedua Orang Itu
Saling Memberi Salam. Tetapi Deng Ai Tidak Menyukai Keberadaan Pengawal Zhong Hui Yang Berlebihan
Itu Jadi Dia Mencoba Mencari Tahu Apa Yang Ada Dipikiran Zhong Hui.
"Berhasil Menguasai Han Zhong Merupakan Keberhasilan Besar Untuk Negri Kita," Kata Deng Ai,
"Sekarang Masalah Merebut Benteng Di Yin Ping Dapat Dilakukan Dengan Mudah."
"Apakah Kau Memiliki Ide Untuk Hal Itu, Jendral ?" Tanya Zhong Hui.
Deng Ai Berusaha Untuk Tidak Menjawab Pertanyaan Itu Dengan Mengakui Bahwa Dia Tidak Memiliki
Saran Yang Baik. Tetapi Zhong Hui Memaksa Dia Untuk Menjawabnya.
Akhirnya Deng Ai Berkata, "Menurut Pendapatku Kita Dapat Melalui Jalan Setapak Dipegunungan Yin Ping
Menuju De Yang Di Han Zhong Dan Dari Sana Kita Akan Melakukan Serangan Secara Tiba-Tiba Dari Arah
Belakang Cheng Du. Jiang Wei Pasti Harus Segera Mundur Untuk Mempertahankan Daerah Itu Dan Kau,
Jendral, Dapat Merebut Benteng Itu Dengan Mudah."
"Sebuah Rencana Yang Baik." Kau Dapat Segera Memulainya Dan Aku Akan Menunggu Disini Untuk
Mendengar Kabar Gembira Darimu.
Mereka Kemudian Meminum Secangkir Arak Dan Deng Ai Berpamitan. Zhong Hui Kemudian Kembali
Ketendanya Dengan Mengkritik Rencana Deng Ai Yang Menurutnya Tidak Dapat Dilakukan.
"Mereka Berkata Bahwa Deng Ai Adalah Jendral Hebat, Tetapi Menurutku Dia Hanya Memiliki
Kemampuan Biasa-Biasa Saja." Kata Dia Kepada Para Bawahannya.
"Kenapa Jendral Berkata Seperti Itu ?"
"Karena Jalan Setapak Di Gunung Yin Ping Itu Sangat Sulit Dan Hampir Tidak Dapat Dilalui, Daerahnya
Memiliki Jurang2 Yang Dalam Dan Bukit-Bukit Terjal. 100 Prajurit Saja Pada Titik2 Penting Maka Dapat
Memotong Seluruh Jalur Komunikasi Dan Suplai. Jika Itu Terjadi Maka Pasukan Deng Ai Akan Dapat Mati
Kelaparan Semua. Aku Akan Menyerang Melaui Jalan Utama Dan Tidak Perlu Khawatir Akan Hasilnya
Karena Aku Pasti Akan Dapat Menguasai Shu."
Akhirnya Zhong Hui Merencanakan Pembuatan Tanga2 Tinggi Dan Juga Mesin2 Perang Lainnya Untuk
Menyerang Benteng Di Yin Ping.
Deng Ai Kemudian Mencari Tahu Mengenai Pendapat Zhong Hui Atas Rencananya, Dia Bertanya Pada
Salah Satu Perwira Zhong Hui, "Bagaimana Pendapat Zhong Hui Atas Rencanaku ?"
"Dia Melihat Rencanamu Adalah Rencana Yang Buruk Dan Dia Tidak Setuju Denganmu Jendral."
"Dia Pikir Aku Tidak Dapat Merebut Cheng Du. Aku Akan Segera Merebut Tempat Itu Sebelum Dia !!!"
Dia Kemudian Mengumpulkan Jendralny2 Dan Memberitahukan Mengenai Rencananya.
"Aku Tealh Memberitahukan Pada Zhong Hui Mengenai Kebenaran Yang Sederhana Ini, Tetapi Dia
Berpikir Aku Ini Hanya Orang Biasa Yang Tidak Memiliki Kemampuan. Dia Berpikir Bahwa
Keberhasilannya Merebut Han Zhong Tidak Akan Dapat Ditandingi. Dimanakah Dia Sekarang Jika Aku
Tidak Menahan Jiang Wei Di Ta Zhong ? Tetapi Aku Pikir Jika Kita Berhasil Merebut Cheng Du Maka Ini
Merupakan Keberhasilan Yang Lebih Besar Dibandingkan Merebut Han Zhong."
Malam Itu Perkemahannya Segera Dibongkar Dan Deng Ai Berserta Pasukannya Segera Menuju Daerah
Pegunungan. Setalah 40 Li Jauhnya Mereka Akhirnya Membuat Perkemahan Baru. Pasukan Pengintai
Melaporkan Hal Ini Pada Zhong Hui Dan Zhong Hui Tertawa Mendengar Laporan Itu.
Dari Kemahnya, Deng Ai Menuliskan Selembar Surat Pada Perdana Menteri Sima Zhao.
Kemudian Dia Mengumpulkan Para Jendralnya Di Kemahnya Dan Berkata, "Aku Akan Menyerang Cheng
Du Secara Tiba-Tiba Selagi Tempat Itu Tidak Terjaga Dan Keberhasilan Dalam Hal Ini Akan Memberikan
Kita Kejayaan Yang Tidak Akan Pernah Hilang. Apakah Kalian Mau Mengikuti Aku Melakukan Perjalanan
Sulit Ini ?"
"Kami Akan Mengikuti Anda Dan Mematuhi Semua Peirntah Anda, Jendral !!!" Teriak Mereka Semua.
Akhirnya Perencanaan Pun Dibuat. Deng Zhong Dengan 3 .000 Prajurit Menjadi Pasukan Pembuka Jalan.
Pasukannay Tidak Membawa Baju Perang Ataupun Senjata, Mereka Membawa Alat-Alat Pertukangan Dan
Juga Kayu2 Untuk Membangun Jembatan Dan Meratakan Jalan.
Kemudian 3 0.000 Prajurit Dikirim Untuk Membawa Tali-Tali Dan Juga Beras. Setiap 2 00 Li Mereka
Membuat Sebuah Pos Jaga Untuk 3 .000 Prajurit.
Pada Musim Gugur Tahun Itu Mereka Telah Berhasil Melewati Pegunungan Yin Ping. Mereka Memerlukan
2 0 Hari Unutk Melewati 500 Li Menuju Daerah Yang Tidak Berpenghuni. Setelah Menempatakn
Pasukannya Dibeberapa Titik Disepanjang Jalur Itu, Mereka Hanya Memiliki Sekitar 2 000 Prajurit. Mereka
Kemudian Sampai Disebuah Tempat Yang Disebut "Kaki Lngit" Dimana Tidak Dapat Dilewati Oleh Kuda-
Kuda. Deng Ai Kemudian Mendaki Tempat Itu Untuk Melihat Anaknya Dan Prajuritnya Yang Sedang
Membuka Jalan. Mereka Semua Sedang Kelelahan Dan Bersedih.
Deng Ai Bertanya Mengapa Mereka Semua Sedang Sedih Dan Anaknya Menjawab, "Kami Menemukan
Bahwa Jurang Ini Tidak Dapat Dilalui, Seluruh Kerja Keras Kami Selama Ini Jd Sia-Sia ."
Deng Ai Berkata, "Kita Telah Melalui 500 Li Dan Diseberang Jurang Itu Adalah Wilayah Jiang You. Kita
Tidak Dapt Kembali. Bagaimana Kita Bisa Mendapatkan Anak Harimau Jika Kita Tidak Mau Masuk
Kedalam Sarang Harimau ? (Bu Ru Hu Xue, Yan De Hu Zi). Kita Telah Sampai Disini Dan Merupakan
Sebuah Jasa Besar Bisa Merebut Cheng Du."
Mereka Semua Akhirnya Setuju Untuk Melanjutkan Pengerjaan Pembuatan Jalan Itu Sampai Akhirnya
Sampai Di Tepi Jurang "Kaki Langit". Pertama Mereka Mengumpulkan Semua Senjata Mereka Lalu
Dibungkus Kain Dan Dilemparkan Kedalam Jurang, Setelah Itu Para Pemimpin Membungkus Mereka
Dengan Selimut Yang Tebal Dan Kemudian Di Turunkan Pelan-Pelan Menggunakan Tali Dan Seterusnya
Pun Seperti Itu Sampai Akhirnya Mereka Semua Berhasil Melewati Jurang "Kaki Langit". Mereka
Kemudian Segera Mengambil Kembali Seluruh Senjata Dan Memakai Pakaian Perang Mereka Kembali.
Mereka Lalu Melanjutkan Perjalanan Dan Sampai Disebuah Tempat Dimana Ada Batu Besar Berwarna
Hitam Menghalangi Jalan Itu. Diatas Batu Itu Ada Sebuah Tulisan Yang Berbunyi :

"Batu Ini Adalah Pesan Dari Perdana Menteri Shu, Zhuge Liang Yang Dituliskan Pada Tahun Ke 6 Masa
Jian Xing. 2 Api Akan Berdiri, Pasukan Akan Melewati[Tempat Ini]. 2 Prajurit Akan Bertempur, Kedua Nya
Segera Gugur."
Deng Ai Sangat Terkejut Dan Dia Segera Bersujud Didepan Batu Itu Dan Melakukan Doa Bagi Arwah
Zhuge Liang.
"Sungguh Disayangkan Aku Bukanlah Muridmu !"
Setelah Berhasil Melewati Daerah Pengunungan Tanpa Diketahui, Deng Ai Akhirnya Membawa Seluruh
Pasukannya Untuk Melanjutkan Perjalanan. Kemudian Dia Sampai Kesebuah Perkemahan Kosong. Dia
Diberitahukan Oleh Penduduk Sekitar Bahwa Ketika Zhuge Liang Masih Hidup, Sekitar 1000 Prajurit
Menjaga Tempat Itu Tetapi Kaisar Liu Chan Menarik Pasukan Itu Karena Dianggap Tidak Perlu. Deng Ai
Menarik Napas Panjang Dan Berpikir Bagaimana Nasibnya Jika Saja Zhuge Liang Masih Hidup.
Deng Ai Berkata Pada Pasukannya, "Sekarang Kita Sudah Tidak Mungkin Lagi Mundur, Sudah Tidak Ada
Jalan Kembali. Didepan Kita Adalah Daerah Jiang You Yang Memiliki Persediaan Pangan Berlimpah. Maju
Dan Kita Dapat Hidup, Mundur Dan Kita Pasti Mati. Kalian Harus Bertempur Dengan Seluruh Kekuatan
Kalian."
"Kami Akan Bertempur Hingga Tetes Darah Terakhir !!!" Mereka Semua Berteriak.
Deng Ai Dan Pasukannya Semua Berjalan Kaki Dan Dengan Segera Dia Menuju Kota Jiang You.
Komandan Dikota Itu Adalah Ma Miao. Dia Mendengar Bahwa Daerah Han Zhong Telah Jatuh Ketangan
Musuh. Walaupun Dia Melakukan Persiapan Untuk Pertahanan Tetapi Dia Memiliki Daerah Yang Luas
Untuk Dijaga Dan Dia Percaya Bahwa Jiang Wei Akan Mampu Menahan Musuh. Karena Itu Dia Tidak
Menjalankan Tugas Dia Dengan Sepenuh Hati, Dia Hanya Melatih Pasukan Seadanya Saja Setiap Hari Lalu
Kembali Kerumahnya Untuk Bertemu Dengan Istrinya Dan Minum-Minum.
Istrinya Bermarga Li, Ketika Dia Mendengar Apa Yang Terjadi Di Perbatasan, Dia Berkata Pada Suaminya,
"Jika Memang Ada Bahaya Besar Diperbatasan, Mengapa Kau Tidak Perduli Seperti Ini ?"
"Urusan Ini Ada Ditangan Jiang Wei Dan Aku Tidak Perlu Khawatir." Jawabnya.
"Walaupun Begitu, Kau Akhirnya Harus Menjaga Ibukota Dan Itu Adalah Tugas Yang Sangat Berat."
"Kaisar Percaya Pada Kasim Huang Hao, Seluruh Urusan Negara Telah Diserahkan Padanya. Kaisar Setiap
Hari Hanya Tahu Bersenagn2 Saja. Bencana Sungguh Telah Dekat, Jika Pasukan Wei Sampai Kemari Aku
Akan Menyerah. Tidak Ada Gunanya Lagi Menganggap Pekerjaanku Ini Serius."
"Kau Menyebut Dirimu Pria !!! Kau Memiliki Hati Yang Jahat Dan Tidak Setia !! Apakah Kau Tidak
Memiliki Rasa Tanggung Jawab Setelah Sekian Lama Mendapatkan Gaji Dan Jabatan Dari Negara ? Jika
Kau Berkhianat Bagaimana Mungkin Kita Akan Dapat Lagi Punya Muka Untuk Bertemu Dengan Para
Leluhur Kelak ?"
Ma Miao Terlalu Malu Unutk Menjawab Semua Pertanyaan Itu. Pada Saat Itu Tiba-Tiba Pelayan Rumahnya
Berkata Bahwa Deng Ai Dengan 2 .000 Prajuritnya Telah Menuju Kediamannya. Ma Miao Sekarang
Ketakutan Dan Segera Keluar Untuk Bertemu Dengan Deng Ai Dan Menyerahkan Dirinya.
Dia Segera Pergi Ke Balai Kota Dan Bersujud Didepan Deng Ai Serta Berkata, "Aku Telah Lama Ingin
Bekerja Untuk Wei. Sekarang Aku Menyerahkan Diriku Dan Juga Kotaku Ini."
Deng Ai Menerima Penyerahan Dirinya Itu Dan Segera Mengangkat Ma Miao Sebagai Jendalnya.

Kemudian Datang Pelayan Rumah Ma Miao Yang Membawa Berita, "Tuan, Istrimu Telah Bunuh Diri Dgn
Menggantung Dirinya !"
Deng Ai Bertanya Mengapa Dia Melakukan Hal Itu Dan Ma Miao Menceritakan Kejadiannya. Deng Ai
Mengagumi Kesetiaan Istri Ma Miao Dan Memerintahkan Untuk Memberikan Pemakaman Yang Layak. Dia
Juga Memimpin Upacara Pemakaman Itu. Semua Orang Memuji Kesetiaan Istri Ma Miao Itu.
Setelah Jiang You Dierebut Maka Seluruh Pos Jaga Disepanjang Jalan Dikosongkan, Total Pasukan Deng Ai
Sekarang Ada 3 0.000 Prajurit Wei Dan 15.000 Prajurit Shu Yang Menyerah. Setelah Dia
Mengkonsolidasikan Pasukannya, Dia Segera Memerintahkan Untuk Bergerak Ke Fu Cheng.
Jendral Tian Xu Berkata, " Kita Baru Saja Selesai Melewati Perjalanan Yang Jauh Dan Melelahkan Dan
Sekarang Kita Sangat Lelah Sekali. Kita Seharusnya Beristirahat Beberapa Hari Untuk Mengembalikan
Tenaga."
Deng Ai Dengan Marah Menjawab, "Kecepatan Adalah Salah Satu Faktor Penentu Kemenangan Didalam
Peperangan. Kau Telah Berani Menentang Perintahku, Aku Tidak Akan Kau Membuat Jatuh Semangat
Pasukanku !"
Tian Xu Akhirnya Dihukum Mati Tetapi Karena Banyak Jendral Yang Memohon Ampunan Untuknya Maka
Dia Diampuni.
Pasukan Deng Ai Terus Menekan Menuju Fu Cheng. Segera Setelah Mereka Tibam Para Pejabat Segera
Menyerah. Beberapa Membawa Berita Ini Ke Ibukota Cheng Du Dan Kemudian Kaisar Liu Chan Menjadi
Khawatir. Dia Segera Memanggil Huang Hao Yang Dengan Tipu Muslihatnya Mengatakan Bahwa Semua
Kabar Itu Adalah Bohong.
"Ini Hanyalah Kabar Burung Saja. Para Roh Leluhur Tidak Mungkin Membohongi Yang Mulia." Kata
Huang Hao.
Kaisar Liu Chan Kemudian Memanggil Wanita Peramal Itu Tetapi Utusan Yang Mencarinya Melaporkan
Bahwa Wanita Itu Telah Pergi Entah Kemana.
Lalu Tiba-Tiba Utusan Dari Berbagai Wilayah Datang Dan Surat-Surat Dikirimkan Seperti Salju Yang
Turun Dimusim Dingin. Kaisar Kemudian Mengadakan Sidang Darurat Untuk Membahas Masalah Ini
Tetapi Tidak Ada Seorangpun Yang Memiliki Rencana. Mereka Semua Hanya Saling Menatap Antara Satu
Dengan Yang Lainnya.
Akhirnya Xi Zheng Berkata, "Didalam Keadaan Kritis Seperti Ini, Yang Mulia Harus Meminta Nasehat Dari
Bangsawan Wu Xiang."
Bangsawan Wu Xiang Sekarang Adalah Putra Dari Zhuge Liang Yang Bernama Zhuge Han. Ibunya Berasal
Dari Keluarga Huang Yang Bernama Huang Yue Ying Anak Dari Huang Chenyan, Sarjana Terkenal Pada
Jaman Dinasti Han. Huang Yue Ying Sangat Pandai, Dia Telah Mempelajari Banyak Hal Mengenai Strategi
Perang Dan Hal-Hal Lainnya. Zhuge Liang Dan Yue Ying Bersama-Sama Mendalami Ilmu Strategi Militer
Dan Membantu Liu Bei Untuk Mendirikan Shu. Dia Meninggal Hampir Pada Saat Yang Bersamaan Dengan
Zhuge Liang, Pesan Terakhirnya Kepada Anaknya Adalah, "Setia Pada Negara Dan Hormat Pada Orang
Tua."
Zhuge Zhan Dikenal Sebagia Seorang Yang Pandai Dan Dia Menikahi Putri Dari Kaisar Liu Chan Jadi Dia
Adalah Menantu Kekaisaran. Pada Tahun Ke 4 Masa Jing Yao Dia Diangkat Menjadi Jendral Penjaga
Negara Tetapi Mengundurkan Diri Karena Intrik Istana Dengan Huang Hao.
Seperti Disarankan Kaisar Liu Chan Memanggil Zhuge Zhan Ke Istana, "Deng Ai Telah Sampai Di Fu
Cheng Dan Ibu Kota Sekarang Sedang Sangat Terancam. Kau Harus Membantu Diriku !"
bersambung

No comments:

Post a Comment