Oleh Luo Guanzhong.
Jiang Wei Kesal Dengan Jawaban Ini Dan Dia Berkata, "Perdana Menteri Kita Yang Lalu, Tuan Zhuge
Liang Telah Mencoba 6 Kali Dan Semuanya Dia Lakukan Untuk Negara. Aku Telah Menyerang 8 Kali.
Apakah Semua Yang Kulakukan Ini Unutk Kepentinganku Pribadi ? Kali Ini Aku Akan Pergi Menyerang
Tao Yang Dan Tidak Ada Yang Boleh Membantahnya. Aku Akan Menghukum Mereka Yang
Membangkang Perintahku."
Jiang Wei Meninggalkan Liao Hua Untuk Menjaga Han Zhong Dan Dia Bersama 3 00.000 Prajuritnya
Bergerak Menuju Tao Yang. Pengerahan Pasukan Shu Ini Akhirnya Terdengar Juga Di Qi Shan Dan Mata-
Mata Deng Ai Segera Mengirim Pesan Melaporkan Hal Ini.
Kebetulan Pada Waktu Itu Sima Wang Sedang Berdiskusi Masalah Militer Dengan Deng Ai. Ketika Berita
Itu Sampai, Sima Wang Berkata,"Manuver Ini Hanya Pengalih Saja. Dia Tidak Bermaksud Sungguh-
Sungguh Untuk Menyerang Tao Yang. Dia Sebenarnya Ingin Menyerang Qi Shan."
"Tetapi Dia Telah Benar-Benar Menuju Tao Yang." Kata Deng Ai.
"Bagaimana Kau Tahu ?"
"Sebelumnya Jiang Wei Selalu Menyerang Tempat-Tempat Dimana Kita Menyimpan Persediaan. Tao Yang
Tidak Memiliki Depot Persediaan, Jadi Dia Pikir Kita Tidak Akan Menjaga Tempat Itu. Tetapi Jika Dia
Sampai Dapat Merebut Daerah Itu Maka Dia Dapat Menimbun Persediaan Ditempat Itu Dan Meminta
Pasukan Qiangs Untuk Membantunya."
"Jika Memang Itu Benar, Lalu Apakah Yang Dapat Kita Lakukan ?"
"Aku Mengusulkan Untuk Meninggalkan Tempat Ini Dan Bergerak Dalam 2 Pasukan Menuju Tao Yang.
Aku Tahu Sebuah Kota Kecil Bernama Hou Xia, 15 Li Dari Tao Yang Yang Merupakan Jalan Menuju
Tempat Itu. Kau Pergilan Segera Ke Tao Yang, Sembunyikan Pasukanmu Dan Bukalah Gerbang Kota.
Kemudian Bertindaklah Sesuai Dengan Yang Kukatakan. Aku Akan Bersembunyi Di Hou Xia. Kita Pasti
Akan Mendapatkan Kemenangan Kali Ini."
Deng Ai Memberi Shi Zuan Perintah Untuk Menjaga Kemahnya Di Qi Shan Sementara Dia Berangkat
Menuju Hou Xia.
Sementara Itu Xiahou Ba Memimpin Pasukan Shu Menuuju Tao Yang. Ketika Dia Mendekat, Dia
Memperhatikan Bahwa Tempat Itu Tampaknya Seperti Tak Terjaga. Tidak Ada Panji-Panji Perang Atau
Bendera-Bendera Di Tembok Benteng. Gerbangnya Pun Terbuka Lebar.
Dia Menjadi Khawatir Dan Berkata, "Apakah Ada Siasat Yang Dilakukan Deng Ai ?"
Jenderal-Jenderalnya Berkata, "Kota Ini Benar-Benar Kosong." Kata Xiahou Ba.
Dia Kemudian Segera Masuk Dalam Siaga Tempur Dan Pasukannya Mengikuti. Ketika Mereka Mendekat
Ketembok Kota, Tiba-Tiba Terdengar Bunyi Ledakan Dan Juga Genderang Perang. Pada Saat Yang Sama
Jembatan Kota Dinaikan Dan Gerbang Ditutup.
"Arghhh, Jebakan !!! Mundur !!!" Teriak Xiahou Ba.
Ketika Dia Mundur, Tetapi Hujan Anak Panah, Siraman Minyak Panas, Dan Batu-Batu Menghampiri
Pasukan Shu Dan Akhirnya Xiahou Ba Berserta Ribuan Prajurit Shu Tewas Ditempat Ini. Xiahou Ba Gugur
Dimedan Pertempuran Pada Usia 5 3 Tahun.
Serangan Ini Hampir Memusnahkan Pasukan Shu, Beruntung Jiang Wei Dan Pasukan Utama Tiba Disaat2
Kritis Itu Dan Berhasil Memukul Mundur Simag Wang Kembali Kedalam Kota Dan Giliran Membombardir
Kota Dengan Panah-Panah Dan Batu-Batu . Akhirnya Jiang Wei Membuat Perkemahan Diluar Tembok Kota
Dan Dia Sangat Bersedih Atas Gugurnya Xiahou Ba.
Malam Itu Deng Ai Secara Diam-Diam Menyerang Perkemahan Shu. Dan Pada Saat Yang Sama Pasukan
Yang Terkepung Didalam Kota Menyerang Keluar. Jiang Wei Tidak Dapat Menahan Serangan Dari 2 Arah
Ini Dan Akhirnya Terpaksa Mundur. Dia Mundur Sejauh 15 Li Dan Membuat Kemah Disana.
Pasukan Shu Setelah 2 Kali Mengalami Kekalahan Sekarang Sedang Jatuh Mentalnya.
Jiang Wei Berusaha Unutk Membesarkan Hati Mereka Semua Dgn Berkata, "Kekalahan Dan Kemenangan
Didalam Peperangan Adalah Hal Yang Biasa. Tetapi Aku Tidak Khawatir Mengenai Kekalahan Kita Yang
Lalu, Karena Kemenangan Sempurna Pasti Akan Kita Dapatkan Jika Kalian Berusaha Melakukan Yang
Terbaik. Tetapi Ingatlah, Janagan Pernah Membangkang Terhadap Perintah ! Mereka Yang Membicarakan
Untuk Mundur Akan Mendapat Hukuman Mati."
Kemudian Zhang Yi Berkata ,"Dengan Banyaknya Pasukan Wei Disini Maka Kemah Mereka Di Qi Shan
Pasti Tidak Ada Yang Menjaga. Aku Mengusulkan, Jendral, Bahwa Sementara Kau Mencoba Melawan
Mereka Disini, Aku Akan Membawa Sebagian Pasukan Untuk Merebut 9 Perkemahan Mereka Di Qi Shan.
Jika Aku Berhasil Maka Chang An Pasti Akan Jatuh."
Akhirnya Jiang Wei Memberi 50.000 Prajurit Pada Zhang Yi Dan Diberi Petunjuk Bagaimana Merebut
Daerah Qi Shan. Jiang Wei Kemudian Membawa Sisa Pasukannya Ke Hou Xia Untuk Menantang Deng Ai
Bertempir. Deng Ai Akhirnya Keluar Dan Membawa Juga Pasukannya Dan Kedua Pasukan Bertempur
Dengan Sengit. Menjelang Malam Pertempuran Dihentikan Dna Kedua Pasukan Kembali Ketempatnya
Masing-Masing .
Keesokan Harinya, Jiang Wei Menantang Kembali Dan Seterusnya Pun Begitum Tetapi Deng Ai Tidak Mau
Meladeninya. Pasukan Shu Mengeluarkan Kata-Kata Makian Dan Hinaan Kepada Lawannya Tetapi Pasukan
Wei Tidak Bergeming.
Kemudian Deng Ai Berpikir, "Pasti Ada Alasannya Kenapa Mereka Melakukan Hal Ini. Aku Pikir Mereka
Telah Mengirim Pasukan Untuk Merebut Qi Shan Sementara Mereka Membuatku Sibuk Disini. Shi Zuan
Hanya Memiliki Sedikit Pasukan. Aku Harus Pergi Menyelamatkannya."
Deng Ai Berkata Pada Anaknya, " Pertahankan Tempat Ini Dengan Sebaikduanya. Biarkan Mereka
Menantang Semau Mereka Teapi Kau Tidak Boleh Bertempur Keluar. Malam Ini Aku Akan Pergi
Membantu Pasukan Di Qi Shan."
Pada Malam Itu, Jiang Wei Sedang Berada Dikemahnya Ketika Dia Mendengar Bunyi Teriakan Dan
Genderang Perang. Prajuritnya Mengatakan Bahwa Deng Ai Datang Menyerang.
"Jangan Ada Yang Bertindak Gegabah !" Kata Jiang Wei.
Kenyataanya Deng Ai Hanya Membuat Pengalih Perhatian Sementara Pasukannya Menyelinat Keluar Untuk
Pergi Ke Qi Shan.
Kemudian Jiang Wei Berkata Pada Jendralnya, "Ini Hanya Siasat Jiang Wei Saja, Dia Pasti Sedang Akan
Pergi Ke Qi Shan."
Akhirnya Jiang Wei Memutuskan Untuk Membantu Zhang Yi Dan Meninggalkan Fu Qian Untuk Menjaga
Perkemahannya Disana. Jiang Wei Membawa 3 0.000 Prajurit Unutk Membantu Zhang Yi.
Zhang Yi Pada Saat Itu Sedang Menyerang Posisi Pasukan Wei Di Qi Shan. Shi Zuan Yang Hanya Memiliki
Sedikit Pasukan Mulai Kewalahan Dan Berpikir Bahwa Mereka Akhirnya Harus Merelakan Perkemahannya
Direbut Musuh. Ketika Tiba-Tiba Deng Ai Muncul Bersama Pasukannya, Giliran Pasukan Shu Yang
Kewalahan Karena Mendapatkan Serangan Tiba-Tiba Ini. Zhang Yi Akhirnya Terpaksa Mundur Kedaerah
Perbukitan. Sekarang Dia Terdesak Karena Dibelakangnya Tidak Ada Jalan. Ketika Keadaannya Sudah
Kritis, Tiba-Tiba Dia Melihat Bahwa Pasukan Wei Yang Mengejarnya Menjadi Kacau Balau.
"Jendral Jiang Wei Telah Tiba !!!" Kata Prajurit Pengintainya.
Zhang Yi Mengambil Kesempatan Itu Untuk Ikut Memabntu Serangan Dan Sekarang Giliran Deng Ai Yang
Terdesak Diserang Dari 2 Arah Secara Bersamaan. Sementara Itu Jiang Wei Menyerang Dengan Penuh
Semangat Dan Mengepung Posisi Pasukan Wei.
Sementara Itu Di Cheng Du, Kaisar Liu Chan Setiap Harinya Hanya Bermain-Main Saja Dan Lebih Sering
Mendengarkan Berita2 Dan Saran-Saran Dari Kasim Utama Huang Hao Yang Selalu Memberi Saran Agar
Kaisar Hidup Senang Dan Melakukan Apa Saja Yang Kaisar Mau. Dia Juga Menjadi Pengurus Masalah-
Masalah Pemerintahan Bagi Kaisar. Pemerintahan Shu Yang Sudah Kacau Makin Bobrok Setiap Harinya.
Pada Saat Itu Menteri Tinggi Liu Yang Memiliki Seorang Istri Yang Cantik Yang Bernama Liu Hu. Suatu
Hari Dia Berkunjung Ke Istana Untuk Bertemu Dengan Permaisuri Yang Memintanya Untuk Tinggal
Selama 1 Bulan. Liu Yang Mencurigai Bahwa Istrinya Ini Telah Berselingkuh Dengan Kaisar Dan Dia
Menghukum Istrinya Itu. Dia Mengikat Istrinya Dan Memerintahkan 500 Prajurit Untuk "Mempermalukan"
Istrinya Secara Bergiliran. Istinya Itu Juga Dipukuli Sampai Mengeluarkan Darah.
Berita Ini Sampai Ketelinga Kaisar Liu Chan Dan Dia Memerintahkan Agar Pejabatnya Menginves3si
Masalah Ini Dan Memutuskan Apa Ini Sebuah Kesalahan Dan Apa Hukumannya.
Yang Menjadi Hakim Adalah Kepala Hukum Negara, Li Zhong Dan Dia Berkata, "Prajurit Bukanlah Orang
Yang Tepat Untuk Menghukum Seorang Wanita Dan Hukuman Yang Dilakukan Harus Sesuai Dengan
Kesalahannya. Dia Yang Memerintahkan Kejahatan Ini Haruslah Dihukum Mati."
Akhirnya Liu Yang Pun Di Penggal.
Dengan Berlalunya Waktu, Kaisar Liu Chan Mulai Tidk Pernah Menghadiri Sidang2 Istana. Bahkan Dalam
1 Bulan, Bisa Tidak Sekalipin Dia Hadir. Dia Juga Kemudian Membuat Sebuah Istana Harem Yang Berisi
Para Wanita-Wanita Cantik Dan Menghabiskan Sebagian Besar Waktunya Untuk Menyalurkan Hasrat
Birahinya Disana. Semua Urusan Istana Di Perayakan Pada Kepala Kasim Huang Hao. Hal Ini Membuat
Semua Orang Yang Baik Dan Bijak, Satu Demi Satu Meninggalkan Pemerintahan, Yang Bertahan Banyak
Yang Difitnah Dan Mati Mengenaskan, Yang Menyuarakan Kebenaran Dibungkam Yang Berani Melawan
Dibunuh, Seluruh Negara Kacau Balau. Korupsi Dan Sogok-Menyogok Sudah Menjadi Pemandangan
Sehari-Hari, Hukum Bisa Dirubah Semau Penguasa. Rakyat Hidup Menderita Dan Tidak Lama Seluruh
Istana Dan Pemerintahan Dipenuhi Oleh Orang-Orang Yang Hanya Mementingkan Kepetingganya Sendiri.
Diantara Para Orang-Orang "Gila" Ini Ada Yang Bernama Yan Yun, Jendral Pasukan Kanan. Yan Yun Ini
Tidak Ada Jasannya Dan Para Prajurit Tidak Hormat Kepadanya, Tetapi Dia Sangat Dekat Dengan Ji Sheng,
Kepala Istana Harem.
Mendengar Kekalahan Jiang Wei Di Qi Shan, Yan Yun Meminta Pada Kasim Utama Huang Hao Untk
Menyarankan Suatu Hal Pada Kaisar. Dikemudian Hari Kasim Huang Hao Datang Menemui Kaisar Liu Dan
Berkata, "Jiang Wei Harus Dipanggil Kembali Karena Dia Telah Berulang Kali Kalah Dan Tidak Bisa
Mendapatkan Kemenangan. Yan Yun Dapat Dikirim Untuk Menggantikannya."
Kaisar Liu Chan Berkata, "Semua Urusan Itu Aku Serahkan Kepadamu Untuk Mengaturnya. Sekarang Ini
Aku Sedang Ingin Bersenang-Senang."
Suatu Hari, Ketika Jiang Wei Sedang Membuat Rencana Merebut Seluruh Perkemahan Pasukan Wei, Tiba-
Tiba 3 Titah Kaisar Tiba. Semuanya Sama Yaitu Memintanya Untuk Kembali Ke Ibu Kota. Karena
Pembangkangan Artinya Hukuman Mati Maka Jiang Wei Sendiri Akhirnya Menghentikan Seluruh Operasi
Militernya Dan Mengatur Agar Pasukannya Dapat Kembali Ke Han Zhong.
Deng Ai Didalam Kemahnya Kebingungan Kenapa Pasukan Shu Menarik Mundur Pasukannya. Dia
Khawatir Bahwa Ini Adalah Siasat Dari Jiang Wei, Selama 1 Minggu Dia Mengirim Mata-Mata Dan
Pasukan Pengintai, Tetapi Tidak Mendapatkan Hasil Apapun. Kemudian Dia Juga Mengirim Mata-Mata
Melihat Perkemahan Shu Di Qi Shan, Tong Yuan Dan Hou Xia, Semuanya Kosong. Tetapi Dia Tidak Berani
Bertindak Karena Takut Ini Adalah Siasat Jiang Wei. Selama Lebih Dari 1 Bulan Deng Ai Terus
Memikirkan Mengapa Pasukan Shu Ini Mundur.
Ketika Tiba Di Han Zhong, Jiang Wei Segera Pergi Menuju Cheng Du. Disana Dia Telah Menunggu Selama
10 Hari Tetapi Kaisar Liu Chan Tidak Juga Tiba. Dia Mulai Berpikir Bahwa Ada Yang Tidak Beres.
Suatu Hari Ketika Berjalan Digerbang Istana, Jiang Wei Bertemu Dengan Sekrtaris Istana, Xi Zheng Dan
Dia Bertanya Keapdanya, "Tuan, Apakah Kau Tahu Mengapa Aku Dipanggil Keibu Kota ?"
"Apa !!! Kau Tidak Tahu ? Huang Hao Ingin Mempromosikan Yan Yun Sebagai Komandan Utama Pasukan,
Jadi Dia Meminta Kaisar Untuk Memanggilmu Pulang. Mereka Berakta Bahwa Deng Ai Terlalu Pandai
Untuk Kau Kalahkan Sehingga Kaisar Akhirnya Menutuskan Untuk Menghentikan Perang."
"Aku Harus Menyingkirkan Kasim-Kasim Ini Segera !!!" Kata Jiang Wei Dengan Geramnya.
"Sssttt ! Janagan Bebicara Keras-Keras Mengenai Hal Itu ! Tembok Disini Memiliki Telinga !" Kata
Sekertaris Xi Zheng Yang Kemudian Segera Mengajak Jiang Wei Ketempat Yang Lebih Sepi.
"Kau Adalah Penerus Dari Tuan Zhuge Liang, Kau Adalah Orang Yang Paling Pantas Dan Cocok Yang
Dapat Menyelesaikan Tugas-Tugasnya. Kau Terlalu Penting Untuk Dibiarkan Bertindak Gegabah. Jika
Kaisar Tidak Lagi Mendukungmu Maka Kau Akan Ada Dalam Kesulitan."
"Apa Yang Kau Katakan Memang Benar." Kata Jiang Wei.
Tetapi, Tak Lama Setelah Itu, Jiang Wei Dengan Beberapa Orang Jendral Lainnya Segera Pergi Menuju
Istana Harem. Kaisar Liu Chan Dan Kasim Huang Hao Sedang Berada Ditaman Bermain Layang2. Para
Ajudan Istana Segera Memberitahu Huang Hao Yang Langsung Bersembunyi Mendengar Hal Ini.
Jiang Wei Kemudian Mendekati Kaisar Liu Chan Dan Setelah Memberi Hormat, Dia Kemudian Berkata,
"Kenapa Yang Mulia Memanggilku Kali Ini ? Aku Telah Hampir Mengalahkan Musuh Di Qi Shan Ketika 3
Titah Kaisar Tiba."
Kaisar Liu Chan Hanya Menguap Dan Mencoba Mencari2 Alasan. Kemudian Jiang Wei Mulai
Mengutarakan Isi Hatinya.
"Huang Hao Ini Benar-Benar Licik. Dijaman Dahulu Ketika Kaisar Ling Berkuasa Dan Istana Dikuasai Oleh
10 Kasim Utama, Dinasti Han Langsung Amburk. Yang Mulia Tentu Tahu Bagaimana Zhang Rang Dan
Zhao Gao Menghancurkan Negara. Jika Huang Hao Tidak Dihukum Mati Maka Seluruh Istana Akan Kacau.
Jika Yang Mulia Mau Memerintahkan Untuk Menghukum Mati Huang Hao Maka Seluruh Negeri Akan
Tentram Dan Yang Mulia Dapat Mengembalikan Kejayaan Negeri Kita Seperti Dijaman Kaisar Liu Bei."
Kaisar Liu Chan Hanya Tersenyum Dan Berkata, "Huang Hao Itu Hanya Pelayan Kecil, Dia Hanya
Melakukan Apa Yang Kuperintahkan. Jika Ia Melakuakn Apa Yang Kau Perintahkan, Dia Tidak Dapat
Melakukan Itu. Aku Sungguh Heran Mengapa Dong Yun Selalu Membenci Huang Hao. Sekarang Kau Juga
Melakukan Hal Yng Sama. Aku Harap Kau, Jendral, Untuk Janagan Memperdulikan Huang Hao."
"Kecuali Yang Mulia Menyingkirkan Orang Itu Maka Kehancuran Sudah Sangat Dekat Dengan Kita ." Kata
Jiang Wei Sambil Bersujud Dikaki Kaisar Liu Chan.
Kaisar Liu Chan Kemudian Berkata, "Jika Kau Menyukai Seseorang, Kau Tentu Ingin Dia Hidup. Jika Kau
Membenci Seseorang Tentu Kau Ingin Dia Mati. Dapatkah Kau Mengampuni Satu Kasimku Ini ?"
Kaisar Memerintahkan Salah Seorang Pengawalnya Untuk Memanggil Huang Hao. Ketika Huang Hao
Mendekat, Kaisar Memintanya Untuk Memohon Maaf Kepada Jiang Wei.
Huang Hao Bersujud Dan Menangis Serta Berkata, "Aku Selalu Melayani Kaisar Dan Hanya Itu Yang
Kulakukan. Aku Tidak Pernah Ikut Campur Dalam Urusan Negara. Aku Mohon Padamu, Jendral, Janagan
Dengarkan Apa Yang Orang-Orang Katakan Mengenaiku. Jika Kau Menginginkan Kematianku Maka Aku
Tidak Dapat Berbuat Apa-Apa. Tetapi Aku Mohon Kau Mengasihani Diriku Ini."
Jiang Wei Kesalnya Bukan Maen Atas Hal Ini, Tetapi Dia Tidak Dapat Berbuat Lebih Jauh Karena Kaisar
Memintanya Untuk Mengampuni Huang Hao. Diluar Istana, Dia Menceritakan Apa Yang Baru Terjadi Pada
Xi Zheng.
"Jendral, Kau Dalam Bahaya Besar." Kata Xi Zheng, "Jika Kau Jatuh Maka Seluruh Negeri Akan Jatuh Dan
Han Akan Lenyap."
"Dapatkah Kau Memberi Saran Padaku ?" Tanya Jiang Wei, "Bagaimana Aku Dapat Mengamankan Negara
Dan Juga Diriku Sendiri ?"
Xi Zheng Berkata, "Ada Sebuah Tempat Di Bukit Barat Bernama Ta Zhong. Tempat Itu Sangat Makmur
Dan Kau Dapat Membuat Pasukanmu Disana Seperti Yang Dilakukan Tuan Zhuge Liang Dimasa Lalu.
Mintalah Kaisar Untuk Mengirimmu Kesana. Kau Dapat Memaen Jagung Dan Gandum Untuk Pasukanmu,
Kau Dapat Mengamkan Seluruh Daerah Long You, Kau Juga Bisa Menjaga Agar Pasukan Wei Tidak Masuk
Dari Han Zhong. Dengan Begini Tidak Ada Orang Yang Akan Berani Berbuat Jahat Denganmu Dan Kau
Dapat Mempertahankan Otoritas Militermu Serta Kau Akan Selamat. Ini Adalah Cara Terbaik Bagi Dirimu
Untuk Mengamkan Negara Dan Juga Dirimu Sedniri. Kau Harus Segera Melakukan Apa Yang Baru
Kukatakan."
"Kata-Katamu Benar-Benar Seperti Emas Dan Permata !" Kata Jiang Wei Sambil Berterima Kasih.
Tanpa Membuang Waktu Lagi, Jiang Wei Mengirimkan Berita Pada Istana Dan Mendapatkan Persetujuan
Dari Kaisar Liu Chan. Kemudian Dia Segera Kembali Ke Han Zhong Dan Mengumpulkan Seluruh
Bawhaannya Serta Memberitahukan Rencannya.
"Ekspedisi Kita Yang Berulang Kali Ini Telah Gagal Mendapatkan Hasil Dan Ini Juga Dikarenakan Kita
Kekurangan Persediaan. Sekarang Aku Akan Membawa 80.000 Prajurit Untuk Pergi Ke Ta Zhong Dan
Membentuk Daerah Militer Baru. Disana Aku Akan Menanam Gandum Dan Jagung Untuk Ekspedisi
Berikutnya. Kalian Tentu Sudah Sangat Lelah Setelah Bertempur Selama Bertahun-Tahun Dan Sekarang
Kalian Dapat Beristirahat Dan Berlatih. Tetapi Kalin Juga Harus Waspada Dan Baik-Baik Menjaga Han
Zhong. Pasukan Wei Sangat Jauh Dari Rumah Mereka Dan Suatu Kali Pasti Pasukan Mereka Harus
Kembali, Saat Itu Kita Akan Menyerang Mereka Dan Mendapatkam Kemanangan."
Hu Ji Dikirim Ke Daerah Han Shou, Wang Han Menuju Yue Cheng, Jiang Bin Menuu Han Cheng Dan Jiang
Shu Serta Fu Qian Menjaga Gerbang Han Zhong. Setelah Semua Persiapan Selesai Dilakukan, Jiang Wei
Segera Menuju Ta Zhong Untuk Bertani.
Deng Ai Yang Akhirnya Mengetahui Bahwa Mundurnya Pasukan Jiang Wei Bukan Karena Adanya Siasat,
Mulai Mengirimkan Mata-Mata Nya Untuk Melihat Keadaan Han Zhong. Deng Ai Kemudian Mengetahui
Bahwa Pasukan Shu Membentangkan 40 Perkemahannya Yang Masing-Masing Terhubung Sepertu Ular
Panjang. Dia Mengirim Pembuat Peta Untuk Mengambarkan Secara Tepat Keadaan Tempat Itu.
Ketika Raja Muda Jin Yang Juga Perdana Menteri Wei, Sima Zhao Mendapatkan Berita Ini Dan Juga
Mempelajari Petanya, Dia Sangat Kesal Dan Marah.
"Jiang Wei Ini Sudah Berulang Kali Menyerang Negeri Kita Dan Kita Tidak Dapat Menghancurkan Dia. Dia
Adalah Kesedihan Didalam Hatiku."
Kata Jia Chong, "Dia Menjalankan Perintah Zhuge Liang Dengan Sungguh-Sungguh Dan Zhuge Liang
Telah Mewariskan Strategi Militernya Padanya Sehingga Hal Ini Membuat Kita Sulit Sekali Untuk
Mengalahkannya. Yang Kau Perlukan Adalah Seseorang Yang Pemberani Untuk Membunuh Dia Sehingga
Kita Dapat Menyingkirkan Penghalang Kita Dimedang Peang."
Tetapi Asiten Xun Xu Berkata,"Aku Rasa Ini Bukan Jalan Yang Baik. Liu Chan, Penguasa Shu, Hanya
Bersenang-Senang Sepanjang Harinya Dan Memberikan Kepercayaan Pemerintahan Kepada Kasim Huang
Hao. Setiap Pejabat Tinggi Shu Hanya Memikirkan Keuntungannya Masing-Masing Dan Jiang Wei Terlalu
Sibuk Mengurusi Masalah Militer. Jika Kau Mengirim Seorang Pemimpin Yang Handal Untuk Membantu
Deng Ai Maka Kemenangan Pasti Akan Kita Raih. Jika Begini Mengapa Kita Perlu Belati Seorang
Pembunuh Bayaran ?"
"Hmm....Saranmu Sungguh Baik. Tetapi Jika Aku Ingin Menyerang Shu, Maka Siapakah Pemimpin Yang
Dapat Kuserahkan Tugas Ini ?"
"Deng Ai Adalah Yang Terbaik Saat Ini. Kirimkan Zhong Hui Untuk Menjadi Wakilnya. Setelah Itu Kau
Dapat Menghapus Shu Dari Peta Ini." Kata Xun Xu.
"Tepat Seperti Apa Yang Kupikirkan !" Kata Sima Zhao.
Akhrnya Dia Memanggil Zhong Hui Dan Berkata Padanya, "Aku Ingin Mengirimmu Sebagai Pemimpin
Untuk Menyerang Wu. Apakah Kau Dapat Pergi ?"
"Rencana Tuanku Bukan Untuk Menyerang Wu Melainkan Shu." Jawabnya.
"Kau Benar-Benar Tahu Apa Yang Kupikirkan ! Tetapi Bagaimana Rencanamu Dalam Menyerang Shu ?"
"Karena Aku Tahu Bahwa Tuanku Ingin Menyerang Shu Maka Aku Telah Membuat Sebuah Rencana. Ini
Adalah Rencanaku."
Dia Mengeluarkan Sebuah Peta Besar Dan Disana Dia Menunjukan Posisi Perkemahan Dan Juga Depot
Persediaan Dan Semua Jalan-Jalan Secara Lengkap.
Sima Zhao Sangat Puas Dengan Penjelasannya.
"Kau Benar-Benar Seorang Pemimpin Yang Hebat. Bagaimana Pendapatmu Jika Kau Kujadikan Wakil
Deng Ai ?"
"Shu Sangatlah Luas Dan Ada Cukup Tempat Bagi 1 Orang Untuk Melakukan Operasi Militer. Deng Ai
Dapat Ditugaskan Untuk Menyerang Dari Utara Sementara Aku Akan Menyerang Dari Timur."
Zhong Hui Diberikan Gelar Jendral Penguasa Barat Dgn Pangkat Komandan Seluruh Pasukan Qing Zhou,
Xu Zhou, Yan Zhou, Jing Zhou Dan Yang Zhou. Pada Saat Yang Sama Deng Ai Juga Diberikan Pangkat
Komandan Utama Pasukan Di Chang An Dan Yi Zhou, Yue Zhou, Liang Zhou. Waktu Penyerangan Ke Shu
Telah Ditentukan Dan Pasukan Besar Berangkat Dari Luo Yang.
Ketika Sima Zhao Datang Ke Istana, Deng Dun, Salah Seorang Jendral Wei Berkata, "Kenapa Kau
Mengirim Pasukan Kita Menuju Tempat Yang Jauh Dan Berbahaya Sehingga Menggundang Masalah ?
Jiang Wei Telah Menyerang Negeri Kita Berulang Kali Dan Perang Ini Telah Mengorbankan Banyak Nyawa
Pasukan Kita. Kita Lebih Baik Bertahan Dan Menjaga Perbatasan."
"Aku Mengirim Pasukan Pembela Kebenaran Untuk Menghukum Penguasa Lalim. Berani Sekali Kau
Menentang Rencanaku Ini ?"
bersambung
No comments:
Post a Comment