Oleh Luo Guanzhong.
Ketika Xue Xu Kembali Dari Shu, Kaisar Wu Menanyakan Kepadanya Mengenai Keadaan Shu. Xue Xu
Menjawab, "Seluruh Urasan Pemerintahan Berada Ditangan Seorang Kasim Bernama Huang Hao Dan
Seluruh Pejabat Menganggapnya Sebagai Ayah. Di Istana, Kebenaran Tidak Pernah Didengar Dan Seluruh
Pejabat Saling Menjilat Dan Menjatuhkan. Kaisar Liu Sehari-Harinya Hanya Suka Bermain Dengan Jangkrik
Atau Pergi Memancing Didanau, Malam Harinya Mendengarkan Musik Dan Membaca Puisi. Di Daerah2
Pedesaan, Rakyat Tampat Sangat Letih Dan Kelaparan. Di Kota-Kotanya Kejahatan Terjadi Dimana-Mana,
Rakyat Hidup Dalam Ketakutan. Seluruh Negeri Seperti Tampak Berada Diujung Kehancuran. Pepatah
Mengatakan, Burung-Burungpun Tidak Tahu Bangunan Mana Yang Akan Terbakar Berikutnya."
Sambil Menghela Napas Panjang Kaisar Wu Berkata, "Hmm......Jika Saja Guru Kong Ming Masih Hidup
Maka Aku Yakin Shu Akan Sungguh Berbeda Keadaannya !". Setelah Selesai Mengatakan Hal Itu, Sun Xiu
Menarik Napas Lagi Dan Menatap Langit Kala Matahari Terbenam.
Kemudian Surat Disiapkan Dan Mengatakan Bahwa Tidak Diragukan Lagi, Sima Zhao Akan Memberontak
Di Wei Dan Ketika Saat Itu Tiba, Wu Dan Shu Akan Bersama-Sama Menyerang. Oleh Karena Itu Shu Dan
Wu Harus Bersiap-Siap.
Ketika Surat Itu Tibam Jiang Wei Segera Meminta Ijin Untuk Melakukan Ekspedisi Lagi. Persetujuan
Diberikan Dan Pasukan Besar Bergerak Dari Han Zhong Pada Musim Dingin Di Tahun Ke 1 Masa Jing Yao
(Tahun 2 58 M). Liao Hua Dan Zhang Yi Ditunjuk Sebagai Pemimpin Pasukan Didepan, Wang Han Dan
Jiang Bin Sebagai Komandan Pasikan Kiri. Jiang Shu Dan Fu Qian Sebagai Pemimpin Pasukan Kanan,
Sementara Jiang Wei Dan Xiahou Ba Memimpin Pasukan Utama.
Jiang Wei Bertanya Pada Xiahou Ba Manakah Yang Harus Dijadikan Target Pertama. Xiahou Ba Kemudian
Menjawab ,"Tidak Ada Tempat Yang Baik Untuk Bertempur Selain Qi Shan. Tempat Ini Telah Berkali-Kali
Dibuktikan Oleh Perdana Menteri Kita Yang Lalu Dapat Membawa Kemenangan Bagi Pasukan Kita Dan
Juga Daerah Ini Memiliki Rute Jalan Mundur Yang Baik."
Akhirya Dengan Segera Pasukan Shu Bergerak Kesana Dan Mereka Membuat 3 Perkemahan Didepan
Lembah. Pada Saat Ini Deng Ai Memiliki Perkemahan Latihan Tentara Di Qishan Yang Sedang Melatih
Pasukan Dari Long You.
Pasukan Pengintai Melaporkan Padanya, "Pasukan Shu Telah Membangun 3 Perkemahan Di Lembah Ini."
Deng Ai Segera Naik Keatas Bukit Untuk Melihat Keadaan. Dia Tampaknya Cukup Senang Melihat
Keadaan Kemah Musuh.
"Mereka Telah Melakukan Apa Yang Telah Aku Prediksikan." Kata Deng Ai.
Deng Ai Kemudian Meninjau Dengna Sungguh-Sungguh Mengenai Keadaan Topografi Daerah Itu Sehingga
Dia Tidak Menganggu Persiapan Pasukan Shu Ketika Mendirikan Perkemahannya. Dia Juga Telah Menggali
Terowongan Bawah Tanah Menuju Tempat Dimana Pasukan Shu Sekarang Berada. Terowongan Itu
Berakhir Tepat Dibawah Pasukan Kiri Dari Pasukan Shu Yang Dipimpin Oleh Wang Han Dan Jiang Bin.
Deng Ai Kemudian Memanggil Anaknya Deng Zhong Dan Shi Zhuan Serta Mengirim Mereka Dengan
10.000 Prajurit Masing-Masing Agar Menyerang Perkemahan Pasukan Kiri Shu. Kemudian Dia Mengirim
Zheng Lun Berserta 500 Prajurit Untuk Masuk Keperkemahan Shu Melalui Terowongan Bawah Tanah Itu.
Karena Perkemahan Tentara Shu Belum Diperkuat Dengan Pertahanan2 Yang Memadai, Wang Han Dan
Jiang Bin Memerintahkan Prajurit Untuk Selalu Waspada Dan Meminta Agar Prajurit Tidak Melepaskan
Baju Perangnya Ataupun Senjatanya Dari Sisnya Kalau2 Ada Serangan Mendadak Dari Musuh. Malam
Harinya Tibax Pasukan Wei Tiba Dan Menyerang, Alarm Pun Dibunyikan Dan Pasukan Shu Langsung
Sigap Untuk Menghadapi Serangan Ini. Tetapi Ketika Wang Han Dan Jiang Bin Akan Keluar Menghadapi
Pasukan Musuh, Tiba-Tiba Pasukan Zheng Lun Berada Didalam Perkemahan Dan Menyerang Dari
Belakang Sehingga Menimbulkan Kekacauan Dan Kepanikan. Karena Tidak Mengetahui Jumlah Musuhnya,
Wang Han Dan Jiang Bin Merasa Bahwa Posisi Mereka Sudah Tidak Dapat Dipertahankan Dan Akhirnya
Melarikan Diri.
Ketika Jiang Wei Melihat Bahwa Perkemahan Kirinay Telah Diserah, Dia Lalu Naik Keatas Kudanya Dan
Mempersiapkan Pasukannya.
"Tidak Ada Yang Boleh Mundur, Jika Ada Yang Mundur Langsung Dihukum Mati Ditempat !" Teriak Jiang
Wei, "Bersiaplah, Ketika Musuh Mendekat Langsung Tembakan Panah !"
Perkemahan Di Kanan Diperintahkan Untuk Bersiaga. Pertahanan Yang Digalang Jiang Wei Terbukti
Efektif, Berulang Kali Pasukan Wei Mencoba Maju Tetapi Selalu Berhasil Dipukul Mundur. Setelah Pagi
Menjelang, Perkemahan Shu Masih Bertahan Dan Pasukan Wei Terpaksa Mundur Karena Banyak Yang
Terluka.
"Jiang Wei Benar-Benar Murid Zhuge Liang !! Aku Terlalu Meremehkannya. Pasukannya Berdiri Tegap
Sepanjang Malam Mempertahankan Perkemahannya Tanpa Sekalipun Mundur Dan Pemimpin-Pemimpin
Pasukannya Dapat Melewati Serangan Itu Dengan Cukup Tenang. Dia Benar-Benar Seorang Yang Mampu
Memimpin Pasukan !" Kata Deng Ai Yang Kagum Melihat Persiapan Jiang Wei Dalam Menghadang
Pasukan Wei.
Keesokan Harinya Ketika Wang Han Dan Jiang Bin Mengakui Kesalahannya, Jiang Wei Berkata, "Ini Bukan
Salah Kalian Juga Bukan Salahku, Deng Ai Telah Memantau Topografi Daerah Ini. Dia Telah
Mempersiapkan Rencana Ini Dengan Matang Kalau2 Kita Menyerangnya Melalui Qi Shan. Benar-Benar
Seorang Ahli Strategi Yang Handal !"
Akibatnya Tidak Ada Hukuman Yang Diberikan Pada Kedua Jendral Shu Tersebut. Jiang Wei Kemudian
Memperkuat Pertahanan Perkemahannya Dan Menutup Lubang2 Terowongan Bawah Tanah Dengan Mayat-
Mayat Prajurit Yang Gugur.
Sebuah Tantangan Perang Diberikan Keesokan Harinya Dan Dikirimkan Kepada Deng Ai Yang
Menerimanya Dengan Senang.
Keesokan Harinya Kedua Pasukan Membentuk Formasi Di Gunung Qi Shan. Pasukan Shu Membentuk
Formasi "Pa Gua" Yang Dirancang Oleh Zhuge Liang. Masing-Masing Kelompok Pasukan Diberkan Nama,
Langit, Bumi, Angin, Awan, Burung, Ulang, Naga Dan Harimau. Sementara Pasukan Sedang Bermanuver,
Deng Ai Mengenali Formasi Ini Sebagai Formasi "8 Gerbang" Dan Menempatkan Pasukannay Untuk
Mengatasi Formasi Ini.
Jiang Wei Kemudian Mengambil Tombaknya Dan Kemudia Maju Kedepan Pasukannya Serta Berkata, "Kau
Telah Mencontoh Dengan Baik Formasiku, Tetapi Dapatkah Kau Membuat Variasinya ?"
"Kau Menyebut Formasi Ini Milikmu !! Apakah Kau Pikir Hanya Kau Saja Yang Mengetahui Rahasianya ?
Karena Aku Telah Membuat Formasi Ini Tentu Saja Aku Tahu Variasinya."
Deng Ai Kemduian Kembali Ke Pasukannya Dan Dia Memberikan Tanda-Tanda Kepada Pasukannya.
Kemudian Formasi "8 Gerbang" Itu Berubah Menjadi Formasi "64 Gerbang". Kemudian Dia Berkuda
Kembali Ke Depan.
"Bagaimana Sekarang Menurutmu Formasiku Ini ?" Tanya Deng Ai.
"Tidak Terlalu Buruk. Apakah Kau Mau Mencoba Unutk Mengepung Pasukanku Dengan Formasi Itu ?"
Tanya Jiang Wei.
"Kenapa Tidak ?"
Pasukan Jiang Wei Kemudian Diperintahkan Untuk Mengambil Posisi Mengepung Pasukan Shu Sesuai
Formasi "64 Gerbang". Deng Ai Berada Ditengah-Tengah Pasukannya Untuk Memberikan Instruksi.
Kemudian Pertempuranpun Terjadi, Tetapi Taktiknya Tidak Dapat Mengepung Pasukan Shu. Kemudian
Jiang Wei Mengangkat Benderanya Memberi Tanda Pada Pasukannya Dan Tiba-Tiba Pasukannya Merubah
Formasi Menjadi Memanjang Seperti Ular Dengan Pasukan Deng Ai Yang Sekarang Berada Ditengahnya.
Teriakan Terdengar Dari Segala Penjuru Dan Deng Ai Tidak Mengerti Apa Yang Terjadi. Jiang Wei
Kemudian Memberikan Singnal Lagi Dan Pasukannya Merubah Lagi Formasinya Menjadi Formasi "Ulang
Melingkar". Deng Ai Yang Makin Kebingungan Akhirnya Mulai Merasa Takut Dan Dia Melihat Bahwa
Sekarang Pasukan Shu Lah Yang Mengepung Pasukan Wei Serta Dia Tidak Menemukan Jalan Untuk Kabur.
"Deng Ai, Kau Harus Menyerah Sekarang !" Teriak Pasukan Shu.
"Sungguh Karena Kesombonganku Sekarang Aku Telah Masuk Dalam Perangkap Jiang Wei !" Deng Ai
Menarik Napas Menyesali Perbuatannya.
Tiba-Tiba Dari Arah Barat Laut Datang Pasukan Wei Yang Mau Membantu. Pasukan Itu Menyerang
Pasukan Shu Yang Mengepung Deng Ai, Setelah Pertempuran Yang Sengit, Pasukan Itu Berhasil Membuka
Jalan Keluar Untuk Pasukan Deng Ai. Pemimpin Pasukan Itu Adalah Sima Wang.
Tetapi Walaupun Deng Ai Berhasil Diselamatkan, Seluruh 9 Perkemahannya Telah Direbut Oleh Musuh
Dan Dia Harus Mundur Keselatan Sungai Wei Dan Membuat Kemahnya Disana.
"Bagaimana Kau Tahu Cara Menghancurkan Formasi Jiang Wei Itu ?" Tanya Deng Ai Kepada Sima Wang.
Sima Wang Menjawab, "Ketika Aku Masih Muda, Aku Pernah Belajar Di Jing Zhou, Disana Aku Mengenal
2 Orang Guru Yang Bernama Shi Guang Yuan Dan Cui Zhou Ping. Mereka Menjelaskan Mengenai Formasi
Itu Padaku. Yang Digunakan Jiang Wei Itu Disebut Formasi "Ular Melingkar" Dan Caranya Untuk
Menghancurkan Formasi Itu Adalah Menyerang Kepalanya Yang Kuperhatikan Berada Diarah Barat Laut."
Deng Ai Berkata, "Walaupun Aku Telah Menpelajar Formasi2 Ini Aku Tidak Tahu Ada Modifikasi Formasi
Seperti Yang Diperlihatkan Padaku Hari Ini. Tetapi Karena Kau Telah Tahu Mengenai Hal Ini, Kita
Mungkin Dapat Merebut Kembali Kemah-Kemah Kita."
"Aku Khawatir Apa Yang Kupelajari Tidak Cukup Unutk Dapat Mengalahkan Jiang Wei Yang Telah
Mendapatkan Ilmunya Dari Zhuge Liang." Jawab Sima Wang.
"Esok Hari, Kau Akan Bertarung Dengannya Dan Sementara Perhatiannya Tertuju Pada Mu, Aku Akan
Menyerang Posisinya Di Qi Shan Dari Belakang Dan Merebut Kembali Seluruh Perkemahan Kita."
Akhirnya Pasukan Dipersiapkan Dan Menyerang Pada Esok Harinya. Deng Ai Mengirim Surat Tantangan
Untuk Bertarung Formasi Pada Jiang Wei Yang Langsung Menyetujuinya.
Jiang Wei Berkata Pada Jenderal-Jenderalnya, "Didalam Kitab Rahasia Yang Diberikan Perdana Menteri
Zhuge Liang, Ada 3 65 Variasi Formasi Sesuai Dengan Pergerakan Langit. Tantangan Dari Mereka Ini
Sepertinya Cukup Aneh, Aku Pikir Ada Siasat Dibalik Hal Ini. Dapatkah Kalian Menduga Apa Itu ?"
Liao Hua Menjawab, "Kemungkinan Mereka Akan Menyerang Kita Dari Belakang Sementara Kau
Berkonsentrasi Dalam Pertempuran Formasi Ini."
"Betul, Sesuai Dengan Perkiraanku." Jawab Jiang Wei.
Akhrnya Dia Mempersiapkan Serangan Balasan Dengan Mengirim Liao Hua Dan Zhang Yi Untuk
Menunggu Dibelakang Bukit Dengan 10.000 Prajurit.
Kemudian Jiang Wei Memimpin Pasukanya Dari 9 Perkemahan Untuk Membuat Formasi. Sima Wang
Kemudian Muncul Dan Kemudian Membentuk Formasinya Juga.
"Kau Telah Menantangku. Sekarang Tunjukan Formasimu Untukku Lihat." Kata Jiang Wei.
Sima Wang Kemudian Melakukannya Dan Membentuk Formasi "Pa Gua".
"Ohh...Formasi Itu Kukenal Sebagai Formasi "Segi Delapan". Tetapi Formasi Itu Biasa Saja, Tidak Ada
Istimewanya, Hanya Cocok Untuk Melawan Serangan Bandit."
"Kau Juga Hanya Mencuri Taktik Orang Lain." Balas Sima Wang.
"Berapa Banyak Modifikasi Dari Taktit Ini Menurutmu ?" Tanya Jiang Wei.
"Karena Aku Yang Membuat Formasi Ini, Sewajarnya Aku Tahu Berapa Banyak Variasinya Yang Totalnya
Berjumlah 81 Perubahan."
"Kalau Begitu, Cobalah Kau Tunjukan Padaku." Jawab Jiang Wei.
Sima Wang Kemudian Memerintahkan Pasukannya Untuk Merubah Formasi Dan Kemudian Dia Bertanya
Pada Jiang Wei Apakah Jiang Wei Mengenali Formasi2 Ini.
"Formasiku Memiliki 3 65 Perubahan Dasar Dan Variasi Tak Terhingga. Kau Hanyalah Katak Dalam
Tempurung Dan Tidak Tahu Apa-Apa Mengenai Rahasia Dari Formasi Ini."
Sima Wang Sebenarnya Mengetahui Banyaknya Variasi Ini Tetapi Dia Belum Mempelajari Selurunya.
Walaupun Begitu Dia Kemudian Dengan Berani Mengatakan, "Aku Tidak Mempercayainya, Buktikanlah !!"
"Pergi Dan Panggilah Deng Ai ! Aku Akan Menunjukan Padanya." Jawab Jiang Wei.
"Jendral Deng Ai Telah Memiliki Sebuah Rencana Dan Dia Tidak Bisa Datang Kemari."
"Oh..Begitu Rupanya ! Rencana Apa Yang Dia Punya ? Apakah Rencana Yang Kau Maksudkan Adalah
Untuk Menyibukanku Disini Dan Menyerangku Dari Belakang ?"
Sima Wang Terkejut Dan Dia Pun Kembali Kepasukannya. Tiba-Tiba Genderang Perang Berbunyi Dan
Pasukan Jiang Wei Pun Maju Menyerang, Begitu Pula Pasukan Wei. Jiang Wei Mengangkat Panji Perang
Ditangannya Dan Tiba-Tiba Pasukan Shu Muncul Dari Kedua Sisi Bukit Mengepung Pasukan Sima Wang.
Pasukan Wei Menjadi Panik Dan Akhirnya Banyak Dari Mereka Melarikan Diri.
Sementara Di Belakang, Deng Ai Menunjuk Zheng Lun Untuk Yang Pertama Menyerang Pasukan Shud Dr
Belakang. Ketika Zheng Lun Sampai Di Daerah Perbukitan, Tiba-Tiba Ada Bunyi Ledakan Dan Bunyi
Genderang Perang Bertabuhan. Liao Hua Keluar Dari Persembunyiannya Dan Menyerang Pasukan Wei.
Zheng Lun Yang Panik Tidak Sempat Melakukan Pertahanan Dan Akhirnya Terbunuh Oleh Liao Hua.
Deng Ai Tidak Menyangka Bahwa Musuh Telah Bersiap, Dia Segera Menarik Mundur Pasukannya. Tetapi
Zhang Yi Pun Keluar Dari Persembunyiannya Dan Menyerang Dari Belakang Pasukan Deng Ai. Pasukan
Wei Hancur Diserang Dari 2 Arah Dan Deng Ai Akhirnya Melarikan Diri Dengan 4 Luka Panah Paha Dan
Punggungnya. Dia Berhasil Sampai Ke Sungai Wei Dan Menyebrang Dimana Dia Menemukan Sima Wang
Yang Juga Baru Mundur Dari Pertempurannya Dengan Jiang Wei. Mereka Berdiskusi Bagaimana Caranya
Menyelamatkan Diri.
Tetapi Sima Wang Mengusulkan Suatu "Serangan" Lain.
"Belakangan Ini Kaisar Shu Memiliki Seorang Kepercayaan Yang Bernama Kasim Huang Hao. Kasim
Huang Hao Ini Diberikan Kepercayaan Untuk Menangani Seluruh Urusan Pemerintahan Dan Kaisar Liu
Hanya Tahu Bersenang-Senang Dan Bermain-Main. Mari Kita Gunakan Kasim Ini Untuk Saling Memecah
Belah Kepercayaan Diantara Para Jendral, Menteri Dan Kaisar Shu Sehingga Jiang Wei Dapat Dipanggil
Mundur. Dengna Begitu Kita Dapat Membalaskan Kekalahan Kita."
Akhirnya Deng Ai Mengumpulkan Penasehatnya Dan Bertanya Siapakah Yang Dapat Pergi Ke Shu Untuk
Mengirim Pesan Pada Kasim Huang Hao.
Dang Jun Menawarkan Dirinya. Deng Ai Mempercayakan Kepadanya Sejumlah Besar Emas Dan Barang-
Barang Berharga Lainnya Dan Mengirimkannya Ke Shu Kepada Kasim Huang Hao Dengan Suatu Perjanjian
Kerja Sama. Dang Jun Juga Diminta Unutk Menyebarkan Fitnah Bahwa Jiang Wei Marah Pada Kaisar Dan
Berniat Untuk Membelot Ke Wei.
Akhirnya Kabar Burung Ini Tersebar Di Cheng Du Dan Banyak Orang Mempercayainya. Huang Hao Lalu
Memberitahukan Hal Ini Pada Kaisar Dan Utusan Segera Dikirim Untuk Memanggil Jiang Wei Kembali Ke
Ibu Kota.
Sementara Itu Jiang Wei Mencoba Setiap Hari Agar Musuh Mau Bertempur, Tetapi Usahanya Tidak
Membuahkan Hasil. Jiang Wei Mulai Berpikir Bahwa Ada Rencana Jahat Yang Sedang Dipersiapkan
Musuhnya. Disaat Itu Tiba-Tiba Ada Utusan Membawa Titah Kaisar. Walaupun Jiang Wei Tidak Setuju
Dengan Titah Itu, Tetapi Dia Tidak Boleh Menolaknya Dan Akhirnya Dia Memerintahkan Pasukannya
Untuk Mundur. Deng Ai Dan Sima Wang Tahu Bahwa Rencananya Berhasil Lalu Segera Mempersiapkan
Pasukannya Dan Menyerang Pasukan Shu Yang Sedang Mundur Itu.
Mengorbankan Persediaan, Jiang Wei Mengalahkan Pasukan Wei.
Ketika Perintah Untuk Mundur Diberikan, Liao Hua Berkata, "Seorang Pemimpin Dimedan Pertempuran
Memiliki Kebebasan Untuk Bertindak Dan Tidak Perlu Mentaati Setiap Perintah Atasannya."
Zhang Yi Berkata, "Negeri Kita Mulai Merasa Gelisah Dengan Perang Berkepanjangan Ini. Lebih Baik Kita
Kembali Dengan Membawa Kemenangan Ini Untuk Menentramkan Penduduk."
"Hmm....Aku Pikir Saran Ini Bagus Juga. " Kata Jiang Wei.
Akhirnya Pasukan Shu Pun Dimundurkan Dengan Hati-Hati. Pasukan Wei Tidak Ingin Mengejar Mereka
Karena Takut Akan Ada Jebakan2 Yang Disiapkan. Setelah Pasukan Shu Mundur, Pasukan Pengintai
Melaporkan Banyak Pasukan Bersembunyi Didaerah Perbukitan Dan Banyak Jebakan Dipersiapkan.
Setelah Melihat Pasukan Shu Mundur Dengan Sangat Teratur, Deng Ai Menarik Napas Panjang Dan
Berkata, "Jiang Wei Benar-Benar Penerus Zhuge Liang Yang Sejati...."
Deng Ai Kehilangan Semangat Unutk Mengejar Pasukan Shu Dan Dia Berkemah Di Qishan Untuk Berjaga-
Jaga.
Setelah Kembali Ke Cheng Du, Jiang Wei Meminta Bertemu Dengan Kaisar Liu Chan Yang Padanya Dia
Berkata, "Yang Mulia Memerintahkan Aku Kembali, Apakah Ada Hal Sangat Penting Yang Ingin
Disampaikan Kepada Hamba ?"
Kaisar Liu Chan Menjawab, "Karena Kau Sudah Sangat Lama Berada Di Daerah Perbatasan, Tuan. Aku
Pikir Kau Pasti Sangat Lelah. Itu Saja Alasanku."
"Yang Mulia, Hambamu Ini Telah Merebut Seluruh Perkemahan Musuh Di Qi Shan Dan Akan Mendapatkan
Kemenangan Mutlak Atas Seluruh Daerah Barat Laut. Untuk Meninggalkan Kesempatan Itu Seperti
Memberikan Emas Kepada Musuh. Tentunya Deng Ai Telah Menemukan Suatu Cara Mengadu Domba
Yang Mulia Dengan Hamabu Ini."
Kaisar Liu Chan Lalu Terdiam Tak Tahu Harus Berkata Apa.
Jiang Wei Melanjutkan, "Aku Bersumpah Untuk Menghancurkan Pemberontak Dan Memberikan Jiwaku
Untuk Negeriku Ini. Yang Mulia Harusnya Tidak Mendengarkan Lidah Para Penghasut Sehingga
Menyebabkan Kegelisahan Dihati Yang Mulia."
"Aku Mempercayai Mu, Jendral. Kau Boleh Kembali Ke Han Zhong Dan Menunggu Kembali Kesempatan
Baik Berikutnya Untuk Mencoba Kembali." Jawan Kaisar Liu Chan.
Jiang Wei Kemudian Meninggalkan Istana Dan Kembali Ke Han Zhong.
Sementara Itu Dang Jun Kembali Ke Qi Shan Dan Melaporkan Keberhasilannya.
Deng Ai Dan Sima Wang Bergembira Dan Berkata, "Di Shu, Bencana Tidak Akan Jauh Lagi Ketika
Penguasa Dan Hamba Sudah Saling Tidak Percaya."
Mereka Kemudian Meminta Dang Jun Untuk Ke Luo Yang Dan Menceritakan Hal Ini Kepada Sima Zhao
Yang Gembira Ketika Mendengar Berita Ini. Dia Pun Mulai Berpikir Untuk Menaklukan Shu.
Dalam Masalah Ini, Jia Chong, Komandan Penjaga Istana Dimintai Pendapatnya.
"Bagaimana Menurutmu Jika Kita Menyerang Shu ?"
"Hal Itu Tidak Bisa Dilakukan. Kaisar Tidak Mempercayaimu Dan Kepergianmu Kedaerah Yang Jauh Akan
Menciptakan Masalah Bagimu. Tahun Lalu, Ketika Naga Emas Terlihat Di Sumur Ning Ling, Seluruh
Pejabat Memberi Selamat Pada Kaisar Atas Pertanda Baik Ini Tetapi Kaisar Berkata Bahwa Ini Pertanda
Buruk. Naga Memberi Simbol Kekuasaan Jika Terlihat Di Langit Dan Di Bumi, Tetapi Jika Didalam Sumur
Maka Ini Pertanda Buruk. Dia Menuliskan Sebuah Puisi Yang Mengacu Pada Dirimu, Tuanku."
Puisi Itu Dibacakan Kembali Untuk Didengar Sima Zhao Yang Kesal Setelah Mendengarkannya.
"Orang Ini Sama Seperti Cao Fang Dan Jika Aku Tidak Menyingkirkannya Maka Dia Akan Menyakitiku
Suatu Hari Nanti." Jawab Sima Zhao.
"Aku Akan Mengawasinya Untukmu." Kata Jia Chong.
Pada Tahun Ke 4, Masa Gan Lu Menurut Kalender Wei (Tahun 2 61 M), Pada Bulan Ke-4 Dimusim Panas,
Sima Zhao Mendapatkan Kehormatan Boleh Membawa Senjata Masuk Kedalam Istana. Kaisar Wei Juga
Juga Selalu Menyambut Kedatangan Sima Zhao Dengan Megahnya.
Para Pejabat Berkata,"Jasa Dari Tuan Sima Zhao Sudah Sedemikian Besarnya, Kebajikannya Sudah
Mencapai Kelangit Sehingga Dia Harus Diberi Gelar "Raja Muda Jin" (Jin Gong) Dan '9 Kehormatan' "
Cao Mao Hanya Bisa Terdiam Mendengar Permintaan Para Pejabat Ini.
Sima Zhao Kemudian Dengan Tidak Senang Berkata, "Ayahku Dan Kakakku Telah Memberikan Seluruh
Jiwa Dan Raga Mereka Untuk Wei Dan Sekarang Aku Masih Tidak Cukup Pantas Untuk Mendapatkan
Gelar 'Raja Muda Jin' ? "
"Mana Mungkin Aku Berani Untuk Tidak Melakukan Apa Yang Minta ?" Kaisar Cao Mao
Sima Zhao Akhirnya Meninggalkan Istana Sambil Tersenyum Puas Dan Tertawa.
bersambung
No comments:
Post a Comment