Oleh Luo Guanzhong.
Keesokan Paginya, Serangan Dimulai. Pasukan Shu Menyerang Kota Dengan Sangat Bersemangatnya,
Panah-Panah Shu Menghujani Kota Itu Tanpa Henti, Pasukan Shu Juga Terlihat Berusaha Untuk Menaikit
Tembok Kota Dan Menjebol Gerbang Kota. Pada Malam Harinya Pasukan Shu Memanahi Kota Itu Dengan
Panah Api Sehingga Asap Tebal Membumbung Tinggi Kelangit Dan Langit Berwarna Kemerah-Merahan
Akibat Kebakaran Besar Ini.
Ketika Kota Tampaknya Akan Jatuh Ketangan Musuh, Pasukan Bertahan Didalam Kota Seperti Berteriak-
Teriak Dan Berdoa Serta Ada Yang Menangis Dan Semuanya Terdengar Hingga Kejauhan. Tetapi Tiba-Tiba
Ada Bunyi Genderang Perang Yang Mengalihkan Perhatian Pasukan Shu Dari Pengepungan Kota Itu Dan
Mereka Semua Melihat Ada Pasukan Wei Dengan Panji-Panji Perang Lengkap Dan Berbaris Dengan
Disiplin Menuju Kearah Mereka. Jiang Wei Segera Mengumpulkan Pasukannya Untuk Menghadapi Pasukan
Wei Yang Baru Tiba Ini.
Kemudian Jiang Wei Melihat Seorang Pemimpin Muda Berkuda Didepan Pasukan Wei Dengan Tombaknya
Siap Untuk Bertempur. Dia Berusia Sekitar 2 0-An Tahun, Wajahnya Sangat Halus Seperi Bedak Dan
Bibirnya Tampak Merah Menandakan Semangat Hidup Yang Luar Biasa.
"Apakah Kau Mengenali Jendral Deng Ai ?" Tanya Orang Itu.
"Oh, Jadi Rupanya Kau Yang Bernama Deng Ai !" Jawab Jiang Wei.
Segera Setelah Itu Jiang Wei Membawa Tombaknya Untuk Melawan Deng Ai. Setelah 100 Jurus
Tampaknya Tidak Ada Satupun Yang Kalah Ataupun Menang.
"Jika Begini Aku Harus Menggunaka Akal Untuk Menang." Pikir Jiang Wei.
Akhirnya Dia Berbalik Dan Melarikan Diri Kesuatu Jalan Yang Menuju Daerah Perbukitan. Pemuda Itu
Mengikuti Dibelakangnya, Tiba-Tiba Jiang Wei Mengikatkan Tombaknya Dan Mengambil Busur Panahnya.
Dia Melepaskan Panahnya Ketika Deng Ai Mendekat, Tetapi Deng Ai Melihatnya Dan Dengan Segera
Dapat Menghindarinya.
Tak Beberapa Lama Kemudian Jiang Wei Melihat Bahwa Deng Ai Telah Mendekat Dan Tombaknya Telah
Berusaha Untuk Menusuknya. Tetapi Ketika Deng Ai Mencoba Menusuknya Dari Samping, Jiang Wei
Berhasil Menghindar Dan Memegang Tombak Deng Ai. Karena Tombaknya Telah Direbut Jiang Wei Maka
Deng Ai Kembali Kedalam Pasukannya.
"Sungguh Sayang ! Sungguh Amat Disayangkan !" Kata-Kata Jiang Wei
Dia Mengikuti Jendral Muda Tadi Sampai Kedekat Pasukan Wei.
Tetapi Ketika Dia Mendekat, Tiba-Tiba Ada Jendral Yang Berteriak, "Jiang Wei ! Kau Bodoh, Janagan
Kejar Anakku, Aku Deng Ai Berada Disini !"
Jiang Wei Sangat Terkejut, Jadi Selama Ini Dia Berduel Dengan Deng Zhong Anak Dari Deng Ai. Walaupun
Dia Masih Sangat Muda Tetapi Sanggup Melawan Jiang Wei. Akhirnya Jiang Wei Mulai Merasa Tugas
Berat Ada Didepannya Dan Dia Mulai Khawatir.
Akhirnya Jiang Wei Berkata, "Melihat Apa Yang Terjadi Mari Kita Berdua Sudahi Pertempuran Hari Ini
Dan Baru Dilanjutkan Esok Hari."
Deng Ai Melihat Sekelilingnya Dan Merasa Bahwa Posisi Pasukannya Kurang Baik Jadi Dia Setuju Dan
Berkata, "Mari Kita Mundurkan Pasukan Kita Dan Siapa Yang Mengambil Keuntungan Dan Tidak Menepati
Kata-Katanya Adalah Orang Rendah."
Akhirnya Pasukan Shu Dan Wei Mundur Ketempatnya Masing-Masing . Deng Ai Membawa Pasukannya Ke
Tepi Sungai Wei Dan Jiang Wei Memimpin Pasukannya Berkemah Diatas Bukit.
Deng Ai Melihat Bahwa Pasukan Shu Memiliki Keuntungan Dari Posisi, Akhirnya Dia Menulis Surat
Kepada Sima Wang.
"Jendral, Kita Tidak Boleh Menyerang Keluar, Tetapi Harus Menunggu Pasukan Bantuan. Sementara Itu
Pasukan Shu Akan Kehabisan Persediaan Dan Kita Akan Menyerang Dari 3 Arah Ketika Mereka Mulai
Kelaparan. Aku Akan Mengirim Anakku Deng Zhong Untuk Membantu Pertahanan Kota."
Jiang Wei Mengirim Surat Ke Perkemahan Wei Untuk Menantang Bertempur. Deng Ai Menyetujuinya.
Tetapi Ketika Pagi Hari Tiba Dan Jiang Wei Sudah Mengatur Formasi Pasukannya, Dia Tidak Melihat
Musuhnya Satupun.
Pada Malam Harinya, Pasukan Shu Kembali Kekemahnya Dan Jiang Wei Mengirim Surat Kepada
Lawannya Itu Dengan Mengatakan Bahwa Mereka Tidak Dapat Menepati Janji.
Deng Ai Memperlakukan Utusan Jiang Wei Dengan Sangat Baik Dan Menjelaskan Kepadanya Dengan
Berkata, "Aku Sangat Lelah Hari Ini, Tetapi Esok Hari Aku Pasti Akan Bertempur."
Tetapi Keesokan Harinya Pun Terjadi Hal Yang Sama, Dan Hal Ini Berlangusng Terus Menerus Selama 5
Hari.
Kemudian Fu Qian Berkata Pada Jiang Wei, "Aku Pikir Pasti Ini Adalah Siasat Dari Deng Ai, Kita Harus
Waspada."
"Mereka Pasti Sedang Menunggu Bala Bantuan Dan Akan Menyerang Kita Dari 3 Arah." Kata Jiang Wei,
"Tetapi Sekarang Aku Akan Mengirim Surat Ke Wu Dan Meminta Sun Chen Untuk Menyerang Wei Pada
Saat Yang Sama Dengan Kita."
Pada Saat Itu Utusan Dari Cheng Du Tiba Dan Melaporkan, "Sima Zhao Telah Mengalahkan Zhuge Dan
Dan Merebut Shou Chun, Zhuge Dan Dan Seluruh Keluarganya Telah Tewas, Anaknya Zhuge Jing Telah
Dikirimkan Wu Kepada Kita. Banyak Dari Pasukan Wu Telah Membelot Ke Wei. Sima Zhao Telah Pergi
Ke Luo Yang Dan Sekarang Sedang Membawa Pasukan Menuju Chang Cheng."
"Jadi Serangan Kita Ke Wei Ini Telah Sia-Sia !!" Kata Jiang Wei Dengan Kesalnya.
Jiang Wei Membuat Formasi Mengalahkan Deng Ai.
Karena Kahwatir Pasukan Utama Musuh Tiba, Akhirnya Jiang Wei Memutuskan Untuk Mundur Selagi
Masih Bisa. Dia Mengirim Persediaan Dan Pasukan Yang Terluka Lebih Dahulu Sementara Dia Berjaga.
Mata-Mata Melaporkan Hal Ini Pada Deng Ai Yang Berkata, "Dia Pergi Karena Sudah Mengetahui Bahwa
Pasukan Utama Kita Sedang Bergerak Kemari. Biarkan Dia Pergi Dan Janagan Ikuti. Jika Kita Mengejarnya
Dia Pasti Telah Merencanakan Sesuatu."
Pasukan Pengintai Yang Dikirim Memantau Mundurnya Pasukan Shu Ini Melaporkan Banyaknya Kayu
Kering Dan Jerami Ditempatkan Dia Lembah Luo Untuk Menjebak Musuh Dengan Strategi Api.
Para Pejabat Wei Disana Langsung Memberi Hormat Pada Deng Ai ,"Jendral, Perhitunganmu Sungguh Luar
Biasa !"
Ketika Deng Ai Melaporkan Hal Ini Ke Ibu Kota, Sima Zhao Sangat Senang Dan Memberinya Jabatan Serta
Hadiah.
Perdana Menteri Wu, Sun Chen, Sangat Marah Dengan Desersi Pasukannya Itu. Dia Membalas Dendam
Dengan Menghukum Mati Semua Keluarga Para Prajurit Wu Yang Kabur Ke Wei. Kaisar Wu, Sun Liang,
Tidak Setuju Dengan Tindakan Ini Tetapi Dia Tidak Dapat Berbuat Apa-Apa.
Kaisar Sun Liang Ini Baru Berusia 15 Tahun Dan Dia Sangat Pandai. Suatu Hari Ketika Dia Pergi Ke Taman
Barat Untuk Memakan Buah Plum. Dia Memerintahkan Salah Satu Kasimnya Untuk Membawa Madu.
Setelah Dibawakan, Dia Melihat Ada Kotoran Tikus Didalamnya. Kaisar Wu Kemudian Memanggil Penjaga
Gudang Persediaan Dan Menyalahkan Dia Untuk Kecerobohan Ini.
Penjaga Gudang Itu Berkata, "Kamu Sangatberhati-Hati Dalam Menjaga Barang-Barang Didalam Gudang
Dan Madu Ini Tidak Mungkin Terkena Kotoran Tikus Didalam Gudang Kami."
"Apakah Ada Orang Lain Yang Meminta Madu Akhir2 Ini ?" Tanya Kaisar Wu.
"Salah Satu Kasim Pernah Memintanya Beberapa Hari Yang Lalu Tetapi Aku Tidak Mengijinkannya."
Kaisar Wu Kemudian Memanggil Kasim Yang Dimaksud Dan Berkata, "Kau Telah Merusak Madu Itu
Karena Tidak Hati-Hati."
Kasim Itu Menyangkal Telah Melakuakn Hal Itu.
"Ini Sangat Mudah Untuk Diketahui. Jika Memang Kotoran Itu Telah Berada Didalam Madu Untuk
Beberapa Hari Pasti Bagian Dalamnnya Telah Basah."
Kemudian Kaisar Wu Memerintahkan Mereka Untuk Mengambil Salah Satu Potong Kotoran Itu Dan
Memotongnya Dan Ditemukan Bahwa Madu Tidak Mencapai Kedalam Kotoran Itu. Jadi Dapat Disimpulkan
Bahwa Kotoran Itu Masuk Kedalam Madu Masih Baru. Akhirnya Kasim Itupun Mengakui Kesalahannya.
Hal Ini Menunjukan Kaisar Wu Ini Sungguh Pandai. Tetapi Walaupun Begitu, Dia Tidak Dapat Mengontrol
Perdana Menterinya Yang Masih Merupakan Bagian Dari Keluarganya. Sun Chen Mengusai Seluruh
Pemerintrahan Dan Seluruh Angkatan Bersenjata Sehingga Kaisar Wu Menjadi Tidak Berdaya. Ke-Empat
Adik Sun Chen Semuanya Adalah Pejabat Tinggi Militer, Mereka Adalah Sun Ju, Sun En, Sun Gan, Sun
Kan.
Suatu Hari Kaisar Wu Sedang Merenung Dalam Kesedihannya Dan Dia Merasa Sangat Kesal, Kemudian
Dia Mulai Menangis. Salah Seorang Pejabatnya Menghampiri.
"Sun Chen Memegang Semua Kekuasaan Dan Melakukan Apa Saja Semaunya. Aku Sungguh Kesal
Melihatnya. Sesuatu Harus Dilakukan Mengenai Hal Ini." Kata Kaisar Wu.
Quan Ji Berkata, "Aku Bersedia Mengorbankan Apa Saja Jika Yang Mulia Percaya Padaku Untuk Tugas
Besar Ini."
"Jika Kau Dapat Mengumpulkan Pasukan Istana Dan Membantu Jendral Liu Cheng Untuk Menjaga
Gerbang. Aku Akan Pergi Kesana Dan Membunuh Pengkhianat Ini. Tetapi Kau Tidak Boleh Membiarkan
Siapapun Tahu Mengenai Hal Ini Karena Jika Kau Menceritakan Hal Ini Pada Ibu Mu Yang Adalah Kakak
Dari Sun Chen Maka Dia Akan Menceritakannya Pada Adiknya Itu Dan Aku Akan Masuk Dalam Kesulitan
Besar."
"Apakah Yang Mulia Akan Memberikan Aku Perintah Sehingga Aku Memiliki Kekuasaan Untuk Bertindak
Ketika Waktunya Tiba ?" Kata Quan Ji, "Pada Saat Itu Aku Dapat Menunjukan Titah Itu Dan Menahan Para
Pendukung Sun Chen."
Titah Segera Dituliskan Dan Quan Ji Kemudian Pulang Kerumahnya. Tetapi Dia Tidak Dapat
Menyembunyikan Rahasia Ini Dan Dia Menceritakannya Pada Ayahnya, Quan Shang.
Ayahnya Berkata Pada Istrinya, "Sun Chen Akan Disingkirkan Dalam 3 Hari."
"Oh, Dia Memang Sepantasnya Mendapatkan Hal Itu." Kata Istrinya.
Walaupun Sepertinya Dia Setuju Tetapi Dia Mengirimkan Utusan Rahasia Untuk Memberitahukan
Mengenai Hal Ini Pada Sun Chen.
Malam Itu Juga Sun Chen Memanggil Ke 4 Adiknya Dan Istana Pun Dikepung. Liu Chang Dan Quan Shang
Serta Seluruh Keluarga Mereka Ditangkap.
Pagi Harinya Kaisar Wu Terganggu Dengna Keributan Yang Terjadi Di Gerbang Istana Dan Seorang
Pelayannya Berkata, "Sun Chen Dan Pasukannya Telah Mengepung Istana !"
Sun Liang Tahu Bahwa Rencananya Telah Kakal. Dia Berkata Pada Permaisuri Quan, "Ayahmu Dan
Kakakmu Telah Merusak Rencanaku !!"
Sun Liang Kemudian Mengambil Pedangnya Dan Bersiap Untuk Keluar, Sementara Istrinya Dan Para
Pelayannya Berusaha Untuk Mencegahnya Melakukan Tindakan Nekat.
Setelah Membunuh Seluruh Keluarga Liu Cheng Dan Quan Shang, Sun Chen Mengumpulkan Seluruh
Pejabat Dan Berkata Pada Mereka, "Kaisar Sangat Licik Dan Lemah, Dia Juga Bodoh Dan Tidak Pantas
Untuk Memerintah. Oleh Karena Itu Dia Harus Di Turunkan Dari Singasana. Bagi Kalian Yang Menentang
Usulan Ini Akan Kuanggap Sebagai Pengkhianat !"
"Kamu Akan Menuruti Kehendakmu, Jendral !!!" Kata Seluruh Pejabat Dengan Ketakutan.
Hanya Satu Orang Yang Berani Untuk Memprotesnya.
Dia Adalah Kepala Sekertariat Huan Yi, Yang Berkata, "Berani Sekali Kau Berkata Seperti Itu ? Kaisar Kita
Sangat Bijak Dan Pandai. Aku Tidak Akan Mendukung Tindakan Gila Ini, Aku Lebih Baik Mati Dari Pada
Mendukung Kegilaan Ini !!"
Sun Chen Dengan Marahnya Mengeluarkan Pedangnya Dan Membunuh Huan Yi.
Kemudian Sun Chen Masuk Kedalam Istana Dan Berkata Pada Sun Liang, "Kau Sungguh Tidak Pantas
Untuk Menjadi Kaisar, Kematianmu Adalah Harga Yang Pantas Untuk Kerusakan Yang Telah Kau
Timbulkan Pada Kekaisaran Kita. Tetapi Mengingat Asal-Usul Leluhurmu Maka Kau Hanya Akan Diturun
Takhtakan Dan Gelarmu Adalah Pangeran Kuai Ji. Aku Akan Memilih Seseorang Yang Lebih Pantas Untuk
Memerintah."
Sekertaris Istana, Li Xong Dipeirntahkan Untuk Membawa Stempel Kekaisaran Yang Kemudian Diberikan
Pada Deng Cheng. Sun Liang Meninggalkan Istana Dengna Menangis Sedih.
Sun Chen Kemudian Mengirimkan 2 Menteri, Sun Kai Dan Dong Cao Untuk Pergi Ke Hu Lin Agr Meminta
Sun Xiu, Pangeran Lang Ye, Putra Ke 6 Dari Sun Quan Untuk Naik Takhta.
Sun Xiu Telah Mendapatkan Firasat Bahwa Dia Akan Mendapatkan Kehormatan Besar Ketika Didalam
Mimpinya Dia Melihat Bahwa Dia Terbang Kelangit Dengan Duduk Diatas Naga. Hanya Tampaknya Naga
Ini Tidak Memiliki Buntut. Dia Bangun Dengan Ketakutan Dan Keesokan Harinya Datangnya Utusan Sun
Chen, Sun Kai Dan Dong Cao.
Sun Xiu Kemudian Segera Berangkat Ke Ibu Kota. Di Que, Dia Berhenti Karena Ada Seorang Pertapa Tua
Yang Mengaku Bernama Gan Xiu Ingin Memberikna Ucapan Selamat.
"Yang Mulia Harus Bergerak Lebih Cepat, Karena Mungkin Hal-Hal Akan Berubah Dengna Sangat Cepat."
Kata Pertapa Tua Itu.
Sun Xiu Berterima Kasih Kepada Pertapa Tua Itu.
Di Paviliun Busai Telah Menunggu Sun En Dengan Kereta Kuda Kekaisaran, Tetapi Sun Xiu Dengan
Rendah Hati Menolak Untuk Menaikinya. Dia Tetap Berada Ditandu Sederhananya Sampai Memasuki
Istana. Para Pejabat Telah Berbaris Ditepi Jalan Untuk Memberi Hormat Dan Dia Turun Dari Tandunya
Untuk Membalas Hal Itu. Kemudian Sun Chen Maju Dan Menyertai Sun Xiu Utuk Naik Ke Aula Utama
Dan Duduk Di Singasana Naga. Setelah Sun Xiu 3 Kali Menolaknya Akhirnya Dia Menerima Penunjukan
Ini Dan Menerima Stempel Kekaisaran.
Ketika Setiap Pejabat Sudah Memberikan Hormatnya, Maka Sun Xiu Mengumumkan Amnesti Massal Dan
Memberikan Promosi Pada Para Pejabat. Masa Pemerintahan Telah Berubah Dari Tahun Ke 2 Masa Tai Ping
Menjadi Tahun Ke 1 Masa Yong An. Sun Chen Diangkat Menjadi Perdana Menteri Dan Juga Pelindung
Kekaisaran Wilayah Jing Zhou Serta Sun Hao, Putra Dari Kakaknya, Dijadikan Bangsawan Wu Cheng.
Sun Chen Dengan Seluruh Saudaranya Menguasai Militer Adalah Pejabat Terkuat Di Wu. Dia Dapat Saja
Menjatuhkan Dan Mengangkat Pemimpin Di Wu Sesuka Hati Dia. Sun Xiu Sangat Ketakutan Dan Selalu
Merasa Gelisah Walaupun Dari Luar Tampaknya Dia Selalu Mendukung Penuh Sun Chen, Tetapi
Dibelakangnya Dia Selalu Mewaspadai Sun Chen Yang Kesombongannya Itu Tidak Mengenal Batas.
Pada Musim Dingin, Sun Chen Pergi Ke Istana Untuk Mempersembahkan Sapi Dan Anggur Sebagai Hadiah
Ulang Tahun. Kaisar Wu Menolaknya. Sun Chen Sangat Kesal Dan Membawa Hadiah Itu Ke Kediaman
Zhang Bu Dimana Disana Mereka Berdua Makan Malam Bersama. Zhang Bu Adalah Jendral Pasukan Kiri
Kekaisaran Wu.
Kemudian Sun Chen Berkata, "Ketika Aku Menurunkan Sun Liang, Banyak Orang Yang Mengatakan Lebih
Baik Aku Sendiri Yang Naik Takhta. Tetapi Aku Bertindak Bijaksana Dan Menunjuk Sun Xiu Unutk
Menjadi Kaisar. Sekarang Aku Menyesal Telah Melakukan Hal Itu, Kau Akan Lihat Apa Yang Aku
Lakukan Padanya Nanti. "
Zhang Bu Menunjukan Simpatinya, Tetapi Keesokan Harinya Dia Secara Rahasia Memberitahukan Hal Ini
Pada Kaisar Wu Dan Ketakutan Sun Xiu Semakin Meningkat Sehingga Dia Tidak Dapat Istirahat. Tak Lama
Setelahnya, Sun Chen Mengirim Pasukan Besar Dibawah Komandan Meng Zong Untuk Berkemah Di Wu
Chang, Sun Chen Mempersenjatai Mereka Dari Gudang Senjata Negara.
Segera Jendral Wei Miao Dan Pelindung Istana Kaisar, Shi Shuo Mengirim Pesan Pada Kaisar Wu, "Sun
Chen Telah Mengerakan Pasukannya Dan Mempersenjatai Mereka. Tindakan Ini Adalah Sebuah
Pemberontakkan."
Sun Xiu Sangat Terkejut Dan Dia Memanggil Zhang Bu Untuk Berkonsultasi. Zhang Bu Kemudian Berkata,
"Jendral Veteran, Ding Feng Adalah Orang Yang Mampu Dan Dapat Dipercaya Untuk Mengendalikan
Keadaan Ini. Dia Harus Dimintai Nasehatnya."
Akhirnya Ding Feng Pun Dipanggil Dan Datang Keistana Menghadap Kaisar. Ding Feng Telah Menjadi
Jendral Di Wu Sejak Jaman Sun Jian Berkuasa, Saat Ini Usinya Sudah Mencapai 78 Tahun.
Setelah Kaisar Wu Menjelaskan Situasinya, Ding Feng Kemudian Berkata, "Yang Mulia Tidak Perlu
Khawatir, Aku Akan Mencari Cara Untuk Menyingkirkan Pengkhianat Ini !"
"Apa Yang Kau Usulkan ?"
"Ketika Sidang Musim Dingin Diadakan Dan Seluruh Pejabat Telah Hadir, Adakah Perjamuan Besar Dan
Undanglah Sun Chen. Aku Akan Segera Bertindak Ketika Saat Itu Tiba."
Wei Miao Dan Shi Shuo Juga Diajak Dalam Rencanai Ni Dan Mereka Diberitahukan Apa Yang Harus
Mereka Lakukan Diluar Istna, Zhang Bu Juga Membantu Untuk Mengawasi Gerak-Gerak Sun Chen.
Pada Suatu Malam, Badai Besar Menerjang Sehingga Menyebabkan Banyak Pohon Tercabut Dari
Tempatnya Dan Berhamburan Tetapi Menjelang Pagi Hari Badaipun Mereda. Pada Saat Itu Utusan Kaisar
Pun Tiba Membawa Undangan Perjamuan Besar Kepada Sun Chen. Mendengar Hal Ini, Sun Chen Pun
Bangkit Dari Kursinya, Tetapi Ketika Dia Akan Berdiri Tiba-Tiba Dia Terjatuh Kelantai Seperti Ada Yang
Mendorongnya Dari Belakang. Hal Ini Membuatnya Gelisah Dan Dia Merenungkannya Sepanjang Hari.
Ketika Dia Akan Meninggalkan Rumah, Keluarganya Meminta Dia Untuk Tidak Pergi Dan Berkata, "Badai
Yang Terjadi Serta Jatuh Yang Tiba-Tiba Pagi Ini Merupakan Pertanda Buruk. Kau Lebih Baik Tidak
Menghadiri Undangan Perjamuan Ini."
Tetapi Sun Chen Berkata, "Adik2ku Memegang Kekuasaan Seluruh Militer. Siapa Yang Berani Untuk
Menyakitiku ? Tetapi Jika Ada Sesuatu Yang Terjadi, Kalian Nyalakan Saja Tanda Api Dari Kediaman
Perdana Menteri."
Akhirnya Sun Chen Duduk Diatas Tandunya Dan Diapun Berangkat. Ketikda Dia Mencapai Istana, Kaisar
Wu Bangkit Dari Singasananya Dan Menyambutnya. Sun Chen Duduk Di Bangku Kehormatan Dalam
Perjamuan Itu. Kemudian Perjamuan Besarpun Berlangsung Dengan Meriah.
"Di Luar Ada Api. Apa Yang Sedang Terjadi ?" Tanya Para Tamu Diperjamuan Itu.
Sun Chen Berdiri Untuk Melihat Keluar Tetapi Kaisar Wu Berkata, "Tidak Perlu Khawatir, Ada Banyak
Prajurit Yang Akan Mengurus Masalah Itu."
Pada Saat Itu Zhang Bu Masuk Dengan 3 0 Prajurit Bersenjata Lengkat. Dia Segera Menuju Ruangan
Perjamuan Besar Itu Dan Berteriak, "Aku Memiliki Titah Untuk Membunuh Pemberontak Sun Chen !"
Segera Sun Chen Ketakutan. Dia Langsung Bersujud Didepan Kaisar Wu Dan Membentukan Kepalanya
Kelantai Serta Berkata, "Ampuni Aku ! Asingkan Saja Aku Ke Jiao Zhou. Disana Aku Akan Bertani."
"Apakah Kau Mengasingkan Korban2mu ? Teng Yin, Lu Ju, Wang Chun Dan Lainnya ? " Kata Kaisar Wu
Dengan Marahnya.
Akhirnya Perintah Diberikan Untuk Menghukum Mati Sun Chen. Tidak Ada Satupun Dari Pejabat Yang
Mengaku Setia Padanya Yang Membantunya.
Kemudian Zhang Bu Membacakan Perintah, "Sun Chen Adalah Dalang Dari Semua Masalah Ini Dan Yang
Lainnya Tidak Akan Diperiksa."
Kemudian Atas Permintaan Zhang Bu, Kaisar Wu Naik Ke Menara 5 Phoenix. Zhang Bu, Wei Miao, Shi
Shuo Membawa Saudara-Saudara Dari Sun Chen. Sun Xiu Pun Akhirnya Menjatuhkan Hukuman Mati Pada
Mereka Semua. Setelah Ini Seluruh Keluarga Merekapun Turut Dihukum Mati, Kira-Kira Sekitar 650 Orang
Menjadi Korban Hukuman Mati Ini. Tidak Cukup Dengna Hal Ini, Makam Sun Jun Pun Dirusak Dan
Mayatnya Dipenggal Kepalanya.
Makam-Makam Megah Didirkan Bagi Beberpa Korban Sun Chen Seperti Zhuge Ke, Teng Yin, Lu Ju, Wang
Chun Dan Lainnya. Setidaknya Hal Ini Menunjukan Kesetiaan Pasti Akan Menerima Balasannya, Serta
Mereka Yang Diasingkan Atau Terpaksa Membelot Karena Takut Akan Sun Chen Diperbolehkan Kembali
Dan Diampuni Segala Kesalahannya. Mereka Yang Membatu Kaisar Wu Untuk Menghancurkan Sun Chen
Mendapatkan Imbalan Besar. Setelah Ini Semua Wu Kembali Damai.
Berita Mengenai Revolusi Ini Terdengar Sampai Ke Cheng Du Dan Kaisar Liu Chan Mengirim Utusan Ke
Wu Untuk Mengucapkan Selamat. Sebagai Balasannya Wu Mengirimkan Xue Xu Sebagai Utusan Untuk
Berterima Kasih.
bersambung
No comments:
Post a Comment