Oleh Luo Guanzhong.
Hui Datang Menghadap. Dia Dahulu Adalah Asisten Dari Jendral Hu Lie Yang Merupakan Salah Seorang
Yang Diawasi Oleh Zhong Hui. Kesempatan Ini Dimanfaatkan Hu Lie Untuk Mengirimkan Pesan Keluar.
Hu Lie Menangis Dan Berkata, "Anakku Hu Yuan Memimpin Sekelompok Pasukan Diluar Kota. Dia Tidak
Akan Pernah Curiga Bahwa Zhong Hui Mampu Melakukan Kejahatan Sebesar Ini Dan Aku Harap Kau Mau
Menyampaikan Pesanku Padanya.Aku Akan Mati Dengan Tenang Jika Anakku Mengetahui Keadaanku
Sekarang Ini."
"Tuan, Janagan Khawatir, Serahkan Semua Padaku." Jawab Qiu Jian.
Dia Segera Pergi Menemui Zhong Hui Dan Berkata,"Tuan, Kau Menahan Begitu Banyak Pejabat Dan
Mereka Kekurangan Makanan Serta Air. Apakah Kau Tidak Ingin Menunjuk Seseorang Untuk Menyediakan
Hal-Hal Itu Bagi Mereka ?"
Zhong Hui Berpikir Sejenak Dan Akhirnya Menunjuk Qiu Jian Untuk Mengurus Masalah Itu, "Aku Sangat
Percaya Padamu, Dan Kau Harus Setia.Rahasia Ini Harus Dijaga Baik2."
"Tuanku, Engkau Dapat Tenang. Aku Tahu Bagaimana Menjaga Hal-Hal Yang Harus Kujaga."
Qiu Jian Pun Akhirnya Dapat Keluar Masuk Dengan Leluasa Dan Dia Membawa Surat Hu Lie Untuk
Anaknya Hu Yuan Yang Sedang Berpatroli Di Luar Kota.
Ketika Hu Yuan Mengetahui Seluruh Ceritai Tu Dia Sangat Terkejut Dan Sangat Marah.
Para Bawahan Hu Yuan Datang Ke Tenda Utama Dan Berkata, "Kami Lebih Baik Mati Daripada Mengikuti
Pengkhianat !!"
Akhirnya Hu Yuan Menentukan Tanggal Yaitu Pada Hari Ke 18 Bulan Itu Juga Dia Berusaha Untuk
Menyelamatkan Ayahnya. Dia Mendapatkan Simpati Wei Guan Dan Mengabungkan Tentaranya. Dia Juga
Memerintahkan Qiu Jian Untuk Memberitahukan Rencana Ini Pada Ayahnya.
Qiu Jian Akhirnya Segera Kembali Ke Cheng Du Dan Dia Segera Memberitahu Rencana Itu Pada Hu Lie
Yang Jg Langsung Menyebarkannya Pada Teman-Temannya Untuk Membantunya Mengalahkan Zhong Hui.
Keesokan Paginya Zhong Hui Berkata Pada Jiang Wei, "Kemarin Malam Aku Bermimpi Bahwa Aku Digigit
Banyak Sekali Ular, Dapatkah Kau Menjelaskan Arti Mimpi Ini ?"
Jiang Wei Menjawab, "Mimpi Mengenai Naga Dan Ular Serta Hewan2 Bersisik Lainnya Merupakan
Pertanda Adanya Kejadian Yang Sangat Baik."
Zhong Hui Menerina Interpretasi Ini Dgn Sangat Senang. Kemudian Dia Memberitahukan Pada Jiang Wei
Bahwa Dia Telah Menyiapkan Segalanya Dan Mereka Akan Menanyai Satu Persatu Seluruh Pejabat Dan
Orang Yang Telah Ditahan Atau Diawasi Oleh Prajurit-Prajurit Zhong Hui.
"Aku Tahu Mereka Semua Menentang Kita Dan Lebih Baik Kau Membunuh Mereka Semua. Lebih Cepat
Maka Lebih Baik Untuk Kita." Kata Jiang Wei.
"Baiklah Jika Begitu." Jawab Zhong Hui.
Dia Memerintahkan Jiang Wei Bersama Beberapa Prajurit Untuk Segera Mengeksekusi Pemimpin Militer
Diantara Orang-Orang Itu. Tetapi Ketika Jiang Wei Baru Saja Akan Mulai Menjalankan Perintah Itu, Tiba-
Tiba Dia Mendapatkan Jantungnya Sakit Sekali Sehingga Dia Sampai Pingsan. Dia Segera Dibantu Berdiri
Untuk Didudukan Diatas Kursi Dan Tak Lama Kemudian Dia Tersadar. Ketika Dia Sudah Mulai Tersadar,
Terdengar Suara Keributan Dari Luar Istana. Zhong Hui Kemudian Segera Memanggil Prajuritnya Dan
Menanyakan Apa Yang Terjadi, Tetapi Keributan Itu Makin Terdengar Mendekat, Suaranya Seperti Puluhan
Orang Sedang Berlari-Lari Sambil Berteriak.
"Para Pejabat Itu Pasti Sedang Berusaha Untuk Lari." Kata Zhong Hui, "Kita Lebih Baik Membunuh Mereka
Segara !"
Tetapi Datang Seorang Prajurit Melaporkan, "Pasukan Penjaga Kota Telah Menyerang Istana !"
Zhong Hui Kemudian Memerintahkan Mereka Untuk Segera Menutup Gerbang Utama Dan Segera Dia
Memerinthakan Pasukan Pemanahnya Untuk Menyerang Mereka Dari Atap Istana. Banyak Sekali Prajurit
Terbunuh Dari Kedua Belah Pihak. Kemudian Apipun Berkobar Dan Pasukan Yang Menyerang Istana
Berhasil Menjebol Gerbang Utama. Zhong Hui Kemudian Menghadapi Mereka Dan Berhasil Membunuh
Beberapa, Tetapi Beberapa Prajurit Itu Memanah Zhong Hui Dan Akhirnya Zhong Hui Tewas Ditempat Itu.
Mereka Kemudian Segera Memenggal Kepalanya Dan Mencabik2 Tubuh Zhong Hui.
Jiang Wei Berusaha Untuk Mencari Jalan Keluar, Dia Berlari Kesana Dan Kemari Serta Membunuh Siapa
Saja Yang Ditemuinya Sampai Akhirnya Dia Mendapatkan Serangan Jantung Lagi.
"Aku Telah Gagal !!!" Dia Berteriak Dalam Kesakitannya, "Apakah Ini Sudah Kehendak Langit ???"
Dia Segera Menusukan Pedangnya Kejantungnya Sendiri Dan Meninggal Seketika Itu Juga. Jiang Wei
Meinggal Pada Hari Ke 18 Dibulan Ke 7 Pada Tahun Ke 4 Masa Jing Yuan Menurut Kelander Wei(Tahun 2
65 M) Pada Usianya Yang Ke 59. Dia Telah Mengabdi Pada Shu Selama 3 3 Tahun Dan Merupakan Penerus
Dari Zhuge Liang Dalam Rencananya Menyatukan 3 Negara.
Ratusan Orang Terbunuh Dalam Peristiwa Itu. Wei Guan Kemudian Memerintahkan Agar Pasukan Segera
Keluar Dr Kota Dan Menunggu Perintah Lebih Lanjut Dari Pangeran Jin.
Pasukan Wei Yang Marah Karena Invasinya Yang Berulang Kali Segera Mencabik2 Tubuh Dari Jiang Wei.
Mereka Juga Segera Menangkap Dan Membunuh Semua Keluarga Jiang Wei.
Melihat Bahwa Kedua Musuh Deng Ai Telah Mati, Orang-Orang Kepercayaan Deng Ai Mulai Berpikir
Untuk Menyalamtkan Tuannya Itu. Wei Guan Yang Menangkap Deng Ai Mendengar Hal Ini Dan Dia
Ketakutan Bahwa Akan Terjadi Pembalasan Dendam.
"Jika Deng Ai Hidup Maka Aku Akan Mati Ditangannya !" Kata Wei Guan.
Jendral Tian Xu Berkata, "Ketika Deng Ai Merebut Jiang You Dia Hampir Saja Menghukup Mati Diriku,
Jika Saja Teman-Temanku Tidak Memohon Pasti Kepalaku Sudah Terpisah Dari Badanku."
Akhirnya Wei Guan Memberikan Perintah Agar Tian Xu Memimpin 100 Prajurit Berkuda Untuk Mengejar
Kereta Kuda Yang Membawa Deng Ai Dan Anaknya Ke Luo Yang. Dia Segera Mengejar Mereka Dan
Bertemu Dengan Iring2an Itu Di Mian Zhu. Ketika Deng Ai Melihat Yang Datang Itu Adalah Prajurit Yang
Pernah Dipimpinnya, Dia Merasa Senang Karena Dikiranya Akan Mendapat Kabar Baik. Begitu Tian Xu
Turun Dari Kudanya, Tanpa Berkata Apapun Lagi Dia Segera Bejalan Kearah Deng Ai Dan Membunuhnya
Segera, Pasukannya Yang Lain Langsung Pula Membunuh Anak Deng Ai. Dengan Begitu Ayah Dan Anak
Menemui Ajalnya Ditempat Yang Sama.
Dengan Begitu Tewaslah Ke3 Pemimpin Besar Itu. Banyak Sekali Jendral Dan Pemimpin Yang Gugur
Didalam Kejadian Ini, Semua Mencoba Mengambil Keuntungan Dari Keadaan. Zhang Yi-Cucu Zhang Fei,
Liu Rui-Putra Mahkota Liu Chan Dan Guan Yi-Cucu Dari Guan Yu Juga Dibunuh Oleh Prajurit Wei.
Kemudian Terjadi Pembantain Besar-Besaran Dan Banjir Darah Di Shu Sampai Akhrinya Jia Chong Tiba
Dan Membereskan Keadann.
Jia Chong Memeirntahkan Wei Guan Untuk Menjaga Cheng Du Dan Mengirim Liu Chan Ke Luo Yang.
Beberapa Pejabat Seperti Fan Jian, Zhang Shao, Qiao Zhou, Xi Zheng Menemai Mantan Kaisar Liu Chan
Dalam Perjalanan Yang Memalukan Itu. Liao Hua Dan Dong Jue Berpura-Pura Sakit Dan Mereka Tidak
Mengikuti Liu Chan Ke Luo Yang. Tidak Lama Setelah Itu Mereka Meninggal Dunia Karena Sedih. Liao
Hua Berusia 104 Tahun Saat Ini.
Pada Saat Ini Kalender Wei Dirubah Dari Masa Jing Yuan Tahun Ke 5 Menjadi Masa Xian Xi Tahun
Pertama. Pada Bulan Ke 3 Ditahun Itu, Karena Tidak Dapat Melakukan Apapun Untuk Membantu Shu Maka
70.000 Prajurit Wu Dibawah Ding Feng Akhirnya Kembali Ke Wu.
Sekarang Menteri Negara Hua Jia Mengirim Surat Pada Kaisar Sun Xiu Dan Berkata, "Wu Dan Shu Adalah
Seperti Bibir Dan Gigi Dan Sekarang Setelah Bibir Itu Hilang Maka Gigi Pun Akan Kedinginan. Tak
Diragukan Lagi Sima Zhao Akan Segera Menyerang Kita Dan Yang Mulia Harus Menyadari Bahaya Ini
Untuk Segera Mempersiapkan Diri."
Sun Xiu Tahu Bahwa Kata-Kata Ini Pasti Terjadi, Jadi Dia Mengirim Lu Kang Putra Dari Lu Xun Untuk
Melakukan Persiapan Pertahana Didaerah Jing Zhoum. Sun Yin Diperintahkan Untuk Menjaga Nan Xu Dan
Ding Feng Untuk Menyiapkan Benteng Dan Perkemahan Tentara Disepanjang Garis Sungai.
Di Shu, Huo Yi, Gubernur Jianing, Mendengar Bahwa Ibu Kota Cheng Du Telah Jatuh, Dia Segera Memakai
Pakaian Putuh Dan Berduka Selama 3 Hari 3 Malam Menghadap Ke Arah Istana Cheng Du.
"Sekarang Setelah Ibu Kota Jatuh Dan Kaisar Ditangkap, Kami Pikir Lebih Baik Untuk Jg Menyerahkan
Kota Ini Kepada Wei.", Kata Para Bawahannya Yang Takut Diserang Oleh Pasukan Wei.
Huo Yi Menjawab,"Hal Itu Tergantung, Aku Tidak Tahu Bagaiman Keadaan Kita Apakah Dia Merasa
Nyaman Atau Menderita. Jika Wei Memperlakukan Dia Dngan Baik Maka Aku Akan Menyerah. Tetapi Jika
Mereka Memperamlukan Yang Mulia Maka Ketika Pangeran Dipermalukan Sdh Seharusnya Sang Menteri
Mati."
Akhirnya Beberapa Orang Dikirim Ke Luo Yang Untuk Mengetahui Keadaan Liu Chan.
Segera Setelah Liu Chan Sampai Di Ibukota Wei, Sima Zhao Juga Kembali Kesana.
Melihat Liu Chan Ada Di Istana, Sima Zhao Memarahinya Dan Berkata, "Kau Pantas Mati Untuk Semua
Kebodohanmu, Moralmu Yang Bejat, Suka Menyenangkan Diri Sendir, Tidak Tahu Mana Yang Baik Dan
Buruk, Juga Karena Salah Mengurus Negaramu Itu. Semua Itu Salahmu Sehingga Petaka Ini Menimpamu
!!!"
Mendengar Hal Ini, Wajah Liu Chan Pucat Karena Ketakutan Dan Dia Tidak Dapat Berkat Apa-Apa. Dia
Ketakutan Dan Seperti Ingin Menangis Dan Segera Menundukan Kepalanya.
Kemudian Menteri2 Istana Wei Berkata, "Dia Telah Kehilangan Kerajaannya, Dia Telah Menyerah Tanpa
Melawan, Dan Oleh Karena Itu Dia Berhak Diampuni."
Karena Hal Ini Maka Liu Chan Tidak Disakiti Dan Dia Diangkat Menjadi Raja Muda An Le. Dia Juga
Diberikan Kediaman Dan Juga Uang Serta Boleh Menarik Pajak Dari Rakyat Sekitar. Dia Juga Menerima
Sutra Dan Pelayan Dikirimkan Untuk Menjaganya. Anaknya, Liu Dao Berserta Pejabat-Pejabat Shu Yang
Menyerah Seperti Fan Jian, Qiao Zhou, Xi Zheng Dan Yang Lainnya Semua Diberi Gelar Bangsawan Dan
Jabatan. Liu Chan Kemudian Berlutut Berterima Kasih Dan Kemudian Pergi Dari Istana Wei.
Huang Hao, Kasim Istana Shu Yang Karena Pengaruh Dan Hasutanbya Telah Menghancurkan Shu Akhirnya
Dihukum Mati Di Depan Umum.
Ketika Huo Yi Mendengar Semua Ini Maka Dia Datang Bersama Para Bawahannya Untuk Menyerahkan
Diri Dan Kotanya Pada Wei.
Keesokan Harinya, Liu Chan Pergi Kekediaman Sima Zhao Untuk Berterima Kasih Kepadanya. Didalam
Perjamuan Itu Mereka Memainkan Lagu2 Wei Dan Dansa2 Wei. Hati Seluruh Pejabat Shu Sangat Sedih Dan
Tersiksa Hanya Liu Chan Saja Yang Tampaknya Sangat Gembira Dan Dapat Menikmatinya.
Ditengah Perjamuan Itu, Sima Zhao Berkata Pada Jia Chong, "Orang Ini Tidak Memiliki Perasaan. Hal Ini
Yang Menyebabkan Kenapa Shu Hancur.Bahkan Jika Zhuge Liang Masih Hiduppun, Dia Tdk Akan Dapat
Menjaga Orang Seperti Ini. Aku Tidak Heran Kenapa Jiang Wei Gagal Menjalankan Tugasnya Itu."
Kemudian Dia Berkata Pada Liu Chan, "Apakah Kau Pernah Memikirkan Shu ?"
"Dengan Semua Kesenangan Ini, Aku Telah Melupakan Shu." Jawab Liu Chan.
Kemudian Liu Chan Beranjak Dari Tempat Duduknya Dan Ingin Berganti Pakaian.
Xi Zheng Kemudian Mendekat Padanya Dan Berkata, "Kenapa Yang Mulia Berkata Tidak Merindukan Shu
? Jika Yang Mulia Ditanya Seperti Itu Lagi, Menangislah Dan Katakan Bahwa Di Shu Ada Makam Leluhur
Yang Mulia Dan Setiap Hari Yang Mulia Bersedih Karena Jauh Dari Mereka. Mungkin Saja Pangeran Jin
Akan Membiarkan Yang Mulia Kembali Ke Shu."
Liu Chan Kemudian Berjanji Akan Melakukan Hal Itu.
Ketika Arak Sudah Dituangkan Beberapa Kali, Sima Zhao Menanyakan Lagi Hal Yang Sama Untuk Kedua
Kalinya,"Apakah Kau Tidak Pernah Merindukan Shu ?"
Kemudian Liu Chan Melakukan Apa Yang Telah Dinasehatkan Xi Zheng Padanya, Dia Mencoba Menangis
Tetapi Tidak Dapat Mengeluarkan Air Mata. Akhirnya Dia Hanya Menutup Matanya Saja Dan Menjawab
Seperti Yang Telah Diajarkan.
"Oh Benarkah Begitu, Tetapi Mengapa Mukamu Ceria Sekali ?" Tanya Sima Zhao.
"Xi Zheng Yang Memintaku Untuk Seperti Ini." Jawab Liu Chan.
Mereka Semua Tertawa Terbahak2. Tetapi Sima Zhao Benar-Benar Senang Dengan Kejujuran Liu Chan
Dan Dia Merasa Bahwa Tidak Ada Yang Perlu Ditakutkan Dari Liu Chan.
Xi Zheng Kemudian Ditangkap Dan Dihukum Mati Sedangkap Pejabat-Pejabat Shu Yang Lain Dijauhkan
Dari Sisi Liu Chan. Setiap Hari Sima Zhao Hanya Memberikan Liu Chan Kesenangan Duniawi Agar Liu
Chan Benar-Benar Lupa Diri.
Para Pejabat Istana Berpikir Bahwa Keberhasilan Mengalahkan Shu Ini Adalah Sebuah Jasa Besar Sehingga
Mereka Semua Mengirmkan Surat Pada Kaisar Wei, Cao Huang, Untuk Memberikan Gelar Raja Jin Pada
Simazhao. Pada Saat Itu, Cao Huang Hanya Memerintah Berdasarkan Nama Saja, Karena Dia Tidak Punya
Wewenang. Seluruh Negeri Pada Dasarnya Diperintah Oleh Sima Zhao Yang Keinginannya Tidak Dapat
Dibantah Oleh Kaisar Sekalipun.
Setelah Diangkat Menjadi Raja Jin, Sima Zhou Segera Memberikan Gelar Untuk Ayahnya, Sima Yi Dan
Juga Kakaknya, Sima Shi.
Istri Dari Sima Zhao Adalah Putri Dari Wang Su. Dia Melahirkan 2 Putra Untuknya. Yang Tertua Bernama
Sima Yan. Sima Yan Memiliki Postur Badan Besar Dan Gagah, Dia Sangat Pandai, Berani Dan Jg Terampil
Menggunakan Berbagai Senjata.
Anak Kedua Nya Bernama Sima You. Dia Memiliki Perawakan Sedang-Sedang Saja, Seorang Anak Yang
Berbakti Dan Adik Yang Baik. Ayahnya Sangat Sayang Sekali Padanya. Karena Sima Shi Tidak Memiliki
Anak, Maka Sima You Dianggap Adalah Anak Dari Sima Shi Untuk Melanjutkan Garis Keturunan Keluarga
Sima Shi.
Sima Zhao Biasa Selalu Berkata,"Kekaisaran Ini Sesungguhnya Milik Kakakku."
Menjadi Raja Jin Membuat Sima Zhao Harus Memilih Seorang Calon Penerus Dan Dia Ingin Mengangkat
Sima You Sebagia Putra Mahkota. Tetapi Shan Tao Memprotes Keputusan Ini.
"Sangat Tidak Pantas Untuk Membuat Yang Muda Sebagai Putra Mahkota Sementara Yang Tua Tidak
Memiliki Kekurangan Apapun." Kata Shan Tao.
Dan Jia Chong, He Zeng Dan Pei Xiu Juga Berkata Hal Yang Sama.
"Sima Yan Sungguh Pandai, Gagah Berani Serta Mengeri Seni Berperang. Dia Salah Satu Orang Paling
Berbakat Dinegeri Ini Dan Juga Popular. Dengan Semua Keuntungan Itu Tentu Dia Memiliki Takdir Yang
Besar. Dia Tidak Terlahir Untuk Menjadi Pelayan Orang Lain."
Sima Zhao Ragu, Karena Dia Ttp Ingin Menjadikan Anak Kedua Nya Penggantinya.
Tetapi Kemudian 2 Orang Pejabat Lainnya, Jendral Wang Xiang Dan Menteri Urusan Pekerjaan, Xun Kai
Berkata, "Dinasti2 Terdahulu Ada Yang Mengangkat Putra Yang Lebih Muda Sebagai Pewaris Takhta Dan
Hasilnya Pemberontakan Terjadi Dimana-Mana. Kamu Harap Tuan Mau Melihat Hal Ini Dan
Memikirkannya Kembali."
Akhirnya Sima Zhao Setuju Dan Menetapkan Sima Yan Sebagai Putra Mahkotanya.
Beberapa Pejabat Mengirimkan Surat Ke Istana, "Tahun Ini Terlihat Penampakan Seorang Raksasa Turun
Dari Langit Di Xiang Wu.Dia Memiliki Rambut Putih Dan Janggut Putih Panjang Yang Lebat.Dia Memakai
Jubah Kuning Dan Berjalan Dengan Bantuan Tongkat Hitam.Raksasa Ini Berkata,"Aku Adalah Raja Dari
Seluruh Manusia Dan Sekarang Aku Katakan Apda Kalian Untuk Menganti Pemimpin Kalian Dan
Kedamaian Akan Datang. Dia Berpergian Selama Tiga Hari Dan Kemudian Menghilang Begitu Saja.Hal Ini
Membuktikan Bahwa Kau,Tuan Yang Mulia, Harus Mengambil Takhta Kekaisaran."
Sima Zhao Sangat Senang Mendengar Hal Ini. Dia Kembali Ke Istananya, Tetapi Baru Saja Dia Duduk
Disana, Tiba-Tiba Dia Terserang Stroke Dan Akhirnya Tidak Dapat Menggunakan Lidahnya. Makin Lama
Penyakitnya Makin Parah Dan Tampaknya Tidak Akan Membaik. 3 Orang Kepercayaanya, Wang Xiang ,He
Zeng Dan Xun Kai, Bersama Dengan Pejabat Istana Lainnya Datang Untuk Menanyakan Kesehatannya,
Tetapi Sima Zhao Tidak Dapat Berbicara Pada Mereka. Dia Menunjukan Jarinya Kepada Putra Mahkotanya,
Sima Yan Dan Kemudian Diapun Meninggal Dunia. Pada Saat Itu Adalah Hari Ke 1 3 Dibulan Ke 8 Di
Tahun Pertama Masa Xian Xi (Tahun 264 M)
Kemudian Berkatalah He Zeng, "Urusan Kekaisaran Adalah Tanggung Jawab Pangeran Jin, Jadi Mari Kita
Nobatkan Penggantinya Untuk Menduduki Jabatan Itu Lalu Setelah Itu Kita Dapat Berkabung Bagi
Mendiang Pangeran Jin."
Segera Sebuah Upacara Diadakan Untuk Mengangkat Sima Yan Menjadi Pangeran Jin. Dia Memberikan He
Zeng Jabatan Perdana Menteri, Sima Wang Diberi Jabatan Menderi Dalam Negeri, Shi Bai Menteri Perang
Dan Dia Juga Memberikan Jabatan Serta Gelar Pada Yang Lainnya. Gelar "Pangeran Pelajar" Diberikan
Pada Mendiang Ayahnya Yang Baru Saja Tiada.
Ketika Semua Urusan Itu Telah Selesai, Sima Yan Memanggil Jia Chong Dan Pei Xu Ke Istanya Dan
Berkata, "Cao-Cao Berkata Bahwa Jika Titah Langit Pun Turun Kepadanya, Dia Tidak Akan Lebih Dari
Pada Raja Wen Pada Dinasti Zhou Terdahulu Yang Hanya Menjabat Sebagai Wali Kaisar. Apakah Benar
Begitu ?"
Jia Chong Berkata,"Cao-Cao Adalah Hamba Han Dan Dia Takut Masyarakat Akan Melihat Dia
Memberontak Jika Dia Benar-Benar Mengambil Posisi Kaisar, Oleh Karena Itu Dia Berbicara Seperti Itu.
Tetapi Tetap Saja Dia Menyiapkan Jalan Bagi Cao Pi Untuk Menjadi Kaisar."
"Bagaiman Ayahku Dibandingkan Dengan Cao-Cao ?" Tanya Sima Yan.
"Walaupun Cao-Cao Dapat Dikatakan Sangat Berhasil Tetapi Rakyat Sangat Takut Pada Dia Dan
Menganggap Bahwa Dia Tidak Memiliki Kebajikan. Pemerintahan Cao Pi Ditandai Dengan Banyak
Peperangan Dan Tidak Ada Kedamaian Selama Masa Pemerintahannya. Kemudian Kakekmu Dan Pamanmu
Melakukan Jasa Besar Dan Menunjukan Kebajikan Serta Welas Asih, Kedua Hal Itu Menyebabkan Mereka
Disayangi Oleh Rakyat. Ayahmu Berhasil Menaklukan Shu Dibarat Dan Seluruh Dunia Mengaguminya.
Membandingkan Ayahmu Dgn Cao-Cao Rasanya Sangat Mustahil."
"Tetapi Tetap Saja Cao Pi Menggantikan Kaisar Han. Dapatkah Aku Juga Berbuat Seperti Itu Dan
Menggantikan Wei ?"
Jia Chon Dan Pei Xu Langsung Bersujud Dan Berkata, "Tindakan Cao Pi Dapat Dijadikan Sebagai Preseden
Untuk Suksesi Kepemimpinan Dan Dinasti. Oleh Karena Itu, Hamba Pikir Yang Mulia Segera Membuat
Altar Di Istana Sebagai Upacara Penuruan Takhta Kaisar Wei Dan Penobatan Yang Mulia Menjadi Kaisar
Jin."
Sima Yan Sangat Senang Mendengar Hal Itu Dan Dia Segera Bertindak. Keesokan Harinya Dia Memasuki
Kota Terlarang Dengan Bersenjatakan Lengkap. Tidak Ada Persidangan Di Istana Selama Beberapa Hari
Karena Cao Huang Sedang Sakit Dan Tidak Enak Badan. Ketika Sima Yan Mendekat, Kaisar Wei Segera
Bangun Dari Tempat Duduknya Dan Datang Menjemput Sima Yan Dan Mempersilahkannya Duduk."
"Siapakah Yang Berjasa Sehingga Wei Dapat Menjadi Sebuah Kekaisaran ?" Tanya Sima Yan Tiba-Tiba.
"Tentu Saja Itu Semua Berkat Para Leluhurmu." Jawab Cao Huang Dengan Ketakutan.
Sima Yan Tersenyum Dan Berkata,"Yang Mulia Tidak Pandai Berdebat, Tidak Memiliki Pengalaman
Berperang, Dan Tidak Pantas Memimpin Negara. Kenapa Yang Mulia Tidak Menyerahkan Saja Posisi Itu
Kepada Yang Lebih Mampu ?"
Lidah Cao Huang Seketika Kaku Dan Dia Tidak Mampu Menjawab.
Tetapi Zhang Jie, Salah Satu Menteri Berkata, "Berani Sekali Kau Berkata Seperti Itu Pada Yang Mulia.
Leluhur Yang Mulia Telah Menguasai Timur,Barat,Utara Dan Selatan Dan Memenangkan Kekaisaran Ini
Dengan Usaha Yang Sangat Keras. Kaisar Saat Ini Sangat Bajik Dan Tidak Memiliki Cela Serta Kesalahan.
Kenapa Dia Harus Menyerahkan Takhtanya Pada Orang Lain ?"
Sima Yan Membalas Perkataan Itu Dengan Marahnya, "Takhta Kekaisaran Adalah Milik Han Dan Cao-Cao
Terus Menerus Mengerusi Kekuasan Itu Seperti Yang Dia Lakukan Dengan Para Bangsawan Han Lainnya.
Dengan Menjadikan Dirinya Pangeran Wei, Dia Sebenarnya Telah Merebut Takhta Han Untuk Dirinya
Sendiri. 3 Generasi Leluhurku Semunya Berusaha Untuk Dinasti Wei, Sehingga Apa Yang Wei Punya Saat
Ini Bukanlah Usahanya Sendiri Tetapi Adalah Hasil Usaha Dari Keluargaku. Hal Ini Telah Diketahui
Keseluruh Dunia Dan Apakah Aku Tidak Cukup Pantas Untuk Memerintah Kekaisaran Ini ?"
"Jika Kau Melakukan Hal Ini, Kau Adalah Pemberontak Dan Pengkhianat." Kata Zhang Jie.
"Dan Apakah Aku Jika Aku Berkata Bahwa Aku Hanya Membalaskan Dendam Han ?"
Sima Yan Segera Memerintahkan Pengawalnya Untuk Membawa Zhang Jie Kehalaman Istana Dan
Memukulinya Sampai Mati, Sementara Kaisar Wei Hanya Dapat Menangis Dan Memohon Ampunan Bagi
Menterinya Yang Setia Itu.
bersambung
No comments:
Post a Comment