Oleh Luo Guanzhong.
Tetapi DengAi Lalu Turun Dari Kudanya Dan Melepaskan Ikatan Itu Dan Segera Meminta Liu Chan Untuk Bangkit Dari
Tanah. Peti Mati Itu Diperintahkan Untuk Dibakar Dan Kemudian Deng Ai Dan Liu Chan Kembali Kedalam
Kota.
Kebanyakan Penduduk Bersuka Cita Dengan Kemurahan Hati Deng Ai Dan Mereka Semua Menyambut
Iring-Iringan Itu Dengan Bunga Dan Wewangian. Berbagai Gelar Dan Hadiah Diberikan Kepada Liu Chan
Dan Mereka Yang Menyerah, Hukuman Diberikan Kepada Mereka Yang Menolak.
Deng Ai Kemudian Meminta Liu Chan Untuk Melakukan Proklamasi Dari Istana Shu Untuk Menenangkan
Rakyat Dan Kemudian Deng Ai Dalam Suatu Upacara Besar Menerima Penyerahan Kekuasaan Seluruh Shu.
2 Orang Pejabatm Gubernur Yizhou Dan Mantan Penasehat Utama Shu, Zhang Shao Serta Menteri Zhang
Jung Dikirim Ke Berbagai Daerah Shu Untuk Menjelaskan Situasi Keadaan Sekarang Dan Menangkan
Masyarakat. Utusan Lain Dikirim Kepada Jiang Wei Untuk Memintanya Menyerah Secara Damai. Laporan
Keberhasilan Ini Juga Dikirimkan Ke Luo Yang.
Huang Hao, Kasim Istana Yang Memberikan Nasihat2 Yang Membuat Shu Jadi Hancur, Dianggap
Berbahaya Oleh Deng Ai. Deng Ai Memutuskan Untuk Menghukum Mati Kasim Huang Hao Dan Juga
Bawahannya. Tetapi Huang Hao Sangat Kaya Dan Dia Menyuap Banyak Pejabat-Pejabat Dan Bawahan2
Deng Ai Sehingga Dia Dapat Lolos Dari Hukuman Mati Dan Melarikan Diri.
Dengan Begitu Maka Berakhirlah Seluruh Dinasti Han Setelah 400 Tahun Berkuasa Setelah Penerus Dinasti
Han Secara Formal Telah Menyerahkan Kekuasaan Kepada Wei.
Tidak Lama Kemudian Menteri Jiang Xian Sampai Di Benteng Yi Ping, Disana Dia Memberikan Perintah
Liu Chan Kepada Jiang Wei Untuk Menyerah Kepada Wei. Jiang Wei Terkejut Mendengar Perintah Itu,
Seluruh Bawahannya Sama Terkejutnya Dan Mereka Sungguh Marah. Mereka Semua Terkejut Dan Marah
Serta Tidak Percaya Dengan Keputusan Yang Diambil Oleh Liu Chan.
Kata Mereka, "Sementara Kita Sedang Bertempur Hingga Darah Penghabisan, Kaisar Telah Menyerahkan
Negara Kepada Para Bajingan Ini !!!"
Kekesalan Mereka Sampai Terdengar Sampai Kejauhan.
Tetapi Jiang Wei Menenangkan Mereka Dan Berkata, "Para Jendral, Kita Tidak Perlu Bersedih. Aku Dapat
Mengembalikan Keberadaan Dinasti Han !"
"Bagaimana ?" Tanya Mereka.
Dan Dia Berbisik Ditelinga Mereka.
Bendera Putih Dikibarkan Dibenteng Yi Ping Dan Utusan Dikirim Kepada Zhong Hui. Ketika Jiang Wei
Dan Jendralnya Mendekat, Zhong Hui Keluar Untuk Menemui Mereka.
"Kenapa Kau Sungguh Lama Untuk Datang ?" Kata Zhong Hui.
Jiang Wei Menatapnya Seraya Bersedih, "Seluruh Prajurit Di Negeri Ini Berada Dibawahku Dan Aku Tiba
Disini Terlalu Cepat !"
Zhong Hui Berpikir Mengenai Maksud Perkataan Itu Tetapi Dia Tidak Bertanya. Kedua Nya Saling
Bersulang Satu Dengan Yang Lainnya Dan Mereka Kemudian Duduk.
Jiang Wei Berkata, "Aku Mendengar Bahwa Seluruh Rencanamu Mulai Dari Ketika Kau Meninggalkan
Selatan Sungai Huai Hingga Sekarang Semuanya Telah Kau Selesaikan. Keluarga Sima Benar-Benar
Berhutang Banyak Pada Dirimu Dan Oleh Karena Itu Aku Berpikir Lebih Baik Aku Menyerah Kepada
Dirimu. Jika Saja Kau Adalah Deng Ai Maka Aku Akan Bertempur Dengannya Sampai Mati Karena Aku
Tidak Akan Menyerah Kepadanya !"
Kemudian Zhong Hui Mematahkan Sebatang Anak Panah Dan Mereka Kemudian Bersumpah Untuk
Menjadi Saudara Angkat. Persahabatan Mereka Semakin Erat Setiap Saat Dan Jiang Wei Tetap Diberikan
Kepercayaan Untuk Menjadi Komandan Dari Pasukannya. Dia Kemudia Segera Mengirim Jiang Xian
Kembali Ke Cheng Du.
Sebagai Seorang Yang Berhasil Menaklukan Shu, Deng Ai Kemudian Segera Mengatur Kembali
Administrasi Pemerintahan Dari Daerah Yang Baru Dikuasainya Itu. Dia Membuat Shi Zuan Menjadi
Penjaga Kekaisaran Wilayah Yizhou Dan Menunjuk Qian Hong, Yang Xin Dan Lainnya Pada Berbagai
Jabatan. Dia Juga Membuat Menara Di Mian Zhu Sebagai Tanda Kemenangannya.
Dalam Suatu Perjamuan Besar, Dimana Kebanyakan Yang Datang Adalah Mantan Pejabat Shu, Deng Ai
Lupa Diri Dan Minum Arak Terlalu Banyak.
Dia Berkata Pada Tamunya, "Kalian Beruntung Bahwa Akulah Yang Menguasai Cheng Du. Jika Saja
Pemimpin Lain Yang Melakukannya Maka Kalian Semua Mungkin Sudah Dihukum Mati !"
Tamu-Tamu Itu Kemudian Bangkit Dan Memberi Ucapan Terima Kasih Kepada Deng Ai. Pada Saat Yang
Bersamaan Jiang Xian Tiba Dan Mengatakan Bahwa Jiang Wei Dan Pasukanya Telah Menyerah Pada
Zhong Hui. Karena Hal Ini Maka Bertambahlah Amarah Deng Ai Kepada Zhong Hui Dan Segera Dia
Menulis Surat Ke Luo Yang.
"Sekarang Setelah Shu Telah Berhasil Di Kuasai Maka Kita Harus Mengarahkan Kekuatan Kita Melawan
Wu. Tetapi Setelah Usaha Yang Sangat Keras, Para Pemimpin Dan Prajurit Telah Sangat Kelelahan Dan
Tidak Dapat Melaksanakan Tugas Dengan Segera. Oleh Karena Itu Aku Menempatkan 2 0.000 Prajurit Wei
Di Sebelah Barat Longyou Dan Bersama Mereka 2 0.000 Prajurit Shu, Mereka Akan Menjadi Penambak
Garam Untuk Meningkatkan Keuangan Daerah Ini. Juga Kapal-Kapal Perang Besar Harus Dibangun Sebagai
Bagian Rencana Menyerang Wu Dari Jalur Sungai. Ketika Semua Persiapan Ini Telah Lengkap Maka
Kirimkanlah Utusan Ke Wu Untuk Menjelaskan Keadaan Ini. Kemungkinan Besar Masalah Ini Dapat
Diselesaikan Tanpa Perlu Adanya Pertempuran."
"Aku Juga Ingin Mengusulkan Bahwa Perlakuan Yang Baik Pada Liu Chan Akan Dapat Melemahkan Hati
Sun Xiu, Tetapi Jika Liu Shan Dipindahkan Ke Luo Yang Maka Orang-Orang Di Wu Akan Curiga Dan
Menjagi Bingung Mengenai Apa Yang Akan Terjadi Pada Mereka Sehingga Mereka Tidak Akan Mau
Menyerah Dengan Damai. Oleh Karena Itu Aku Pikir Sangai Baik Bila Membiarkan Peminpin Shu Tetap
Berada Disini. Tahun Depan Pada Musim Dingin, Dia Dapat Dipindahkan Ke Ibu Kota. Untuk Saat Ini Aku
Ingin Merekomendasikan Liu Chan Untuk Menerima Gelar Pangeran Fu Feng Dan Juga Diberikan
Penghasilan Dan Juga Pengawal. Anak-Anaknya Juga Harus Menerima Gelar Kebangsawanan. Dengan Cara
Ini Maka Kita Dapat Menunjukan Kebesaran Hati Wei Dan Juga Perlakukan Yang Baik Bagi Mereka Yang
Menyerah. Langkah2 Ini Akan Dapat Membuat Wei Lebih Disegani Karena Kekuatannya Dan Dihormati
Karena Kebajikannya Dan Hasilnya Adalah Semua Hal Yang Kita Inginkan Akan Terjadi."
Membaca Surat Ini, Sima Zhao Berpikir Bahwa Deng Ai Merasa Sudah Menjadi Orang Penting, Oleh
Karena Itu Dia Segera Menulis Sebuah Surat Dan Mengirimnya Melalui Jendral Wei Guan Kepada Deng Ai
Dan Dia Juga Meminta Kaisar Wei Untuk Mengeluarkan Titah Agar Mempromosikan Deng Ai.
"Jendral Deng Ai Telah Melakukan Banyak Jasa Bagi Negara, Dia Berhasil Masuk Kedalam Daerah Musuh
Dan Mengalahkan Mereka. Tugas Besar Ini Telah Berhasil Dijalankan Dengan Sempurna Sehingga Awan
Peperangan Telah Pergi Dan Kedamaian Kembali Lagi Di Ba Dan Shu."
"Jasa Jendral Deng Ai Telah Melampaui Bai Qi, Yang Pada Masa Lalu Berhasil Mengalahkan Chu, Dan Han
Xin , Yang Pada Masa Lalu Berhasil Menguasai Zhao. Oleh Karena Itu Deng Ai Dianugerahkan Pangkat
Panglima Tertinggi Dan Diberikan Kekuasan Atas 2 0.000 Kepala Keluarga Serta Kedua Anaknya Akan
Diangkat Jadi Bangsawan Dengan Masing-Masing Mengepalai 1.000 Kepala Keluarga."
Setelah Titah Ini Dikirimkan Dan Diterima Deng Ai, Wei Guan Kemudian Mengeluarkan Surat Pribadi Sima
Zhao Kepada Deng Ai Yang Isinya Mengatakan Bahwa Usulan Deng Ai Akan Dipertimbangkan Pada Saat
Yang Tepat.
Kemudian Deng Ai Berkata, "Seorang Jendral Di Lapangan Boleh Tidak Menuruti Perintah Atasannya. Aku
Ditugaskan Untuk Menghancurkan Bahaya Negara. Kenapa Sekarang Rencanaku Dihalang-Halangi ?"
Akhirnya Dia Menuliskan Sebuah Surat Dan Mengirimnya Ke Ibu Kota. Pada Saat Itu Sedang Terjadi
Pembicaraan Apakah Deng Ai Berniat Memberontak Atau Tidak Dan Ketika Sima Zhao Menerima Surat
Balasan, Kekhawatirannya Semakin Menjadi Nyata Dan Dia Mulai Gelisah Akan Hal Ini.
Dalam Kegelisahannya Ini, Sima Zhao Memanggil Jia Chong Untuk Meminta Sarannya.
Kata Dia, "Deng Ai Menganggap Jasa-Jasanya Sangat Tinggi Dan Juga Tidak Ada Bandinganya. Dia Telah
Berani Membantah Perintahku. Apa Yang Harus Aku Lakukan ?"
"Kenapa Tidak Meminta Zhong Hui Untuk Membuatnya Menurut ?" Jawab Jia Chong.
Sima Zhao Menerima Usulan Itu Dan Mengeluarkan Perintah Mengangkat Zhong Hui Menjadi Menteri
Dalam Negeri. Setelah Itu Dia Mengangkat Wei Guan Menjadi Inspektur Pasukan Kekaisaran Dan Juga
Memerintahkan Dia Untuk Mengawasi Kedua Belah Pasukan Dan Perintah Khusus Untuk Mengawasi Deng
Ai Dan Menjaga Dari Segala Kemungkinan Adanya Pemberontakan.
Ketika Titah Sima Zhao Diterima Oleh Zhong Hui, Dia Segera Memanggil Jiang Wei Dan Berkata
Kepadanya, "Deng Ai Telah Menerima Hadiah Lebih Banyak Daripadaku Dan Sekarang Dia Adalah
Panglima Tertinggi. Tetapi Sima Zhao Mencurigai Bahwa Dia Akan Memberontak Dan Telah Memerintahan
Wei Guan Dan Diriku Untuk Mengawasinya. Sekarang Apakah Yang Kau Usulkan Untuk Kita Lakukan ?"
Jiang Wei Menjawab,"Mereka Berkta Bahwa Deng Ai Berasal Dari Keluarga Petani Dan Peternak. Tetapi
Karena Keberuntungannya Dia Telah Memenangkan Jasa Besar Dan Reputasinya Sekarang Sangat Terkenal.
Tetapi Semua Ini Bukan Karena Bakat Besarnya, Melainkan Karena Keberuntungan Negara. Jika Saja Kau
Tidak Berusaha Menahanku Di Benteng Yi Ping, Dia Pasti Tidak Akan Dapat Berhasil Merebut Cheng Du.
Sekarang Dia Mengusulkan Untuk Membuat Mantan Penguasa Shu Sebagai Pangeran Fu Feng, Dimana
Dengan Hal Itu Dia Berharap Dapat Mengambil Hati Rakyat Shu. Tetapi Menurutku Itu Hanyalah Sebuah
Taktik Saja. Perdana Menteri Sima Mencurigainya Bahwa Ini Adalah Niatan Memberontak Dari Deng Ai."
Zhong Hui Memuji Pandangan Jiang Wei Dan Jiang Wei Melanjutkan ,"Jika Kau Mau Menyuruh Keluar
Para Pengawal Disni, Aku Punya Sesuatu Untuk Kukatakan Secra Pribadi."
Ketika Mereka Sekarang Sudah Berdua Sendiri, Jiang Wei Mengeluarkan Sebuah Peta Dan Berkata, "Dahulu
Kala, Sebelum Dia Meninggalkan Desanya. Zhuge Liang Memberikan Peta Ini Kepada Kaisar Liu Bei Dan
Menjelaskna Mengenai Kekayaan Alam Yi Zhou Dan Bagaimana Daerah Ini Cocok Sebagai Sebuah Negara.
Oleh Karena Itu Tujuan Pertama Mereka Adalah Menguasai Cheng Du. Sekarang Deng Ai Pun Telah
Melakukan Hal Itu Dan Tampaknya Dia Ingin Membuat Kerajaannya Sendiri."
Zhong Hui Bertanya Mengenai Detail Daerah Itu Dan Jiang Wei Menjelaskannya Secara Detail. Setelah Itu
Zhong Hui Bertanya Bagaimana Cara Mengenyahkan Deng Ai.
"Dengan Menggunakan Kecurigaan Sima Zhao", Jawab Jiang Wei, "Kirimlah Sebuah Surat Ke Ibu Kota
Dan Katakan Bahwa Tampaknya Deng Ai Akan Memberontak. Kau Akan Mendapatkan Titah Untuk
Menghentikan Pemberontakan Itu."
Akhirnya Sebuah Surat Dikirimkan Ke Luo Yang. Disurat Itu Dikatakan Bahwa Deng Ai Ingin
Memberontak Dan Sekarang Sedang Mencari Dukungan Dari Rakyat Disana.
Pdf By Kang Zusi
Dengan Adanya Berita Ini Membuat Semua Pejabat Di Ibu Kota Gelisah. Dan Untuk Mendukung
Tuduhannya Itu, Zhong Hui Memberikan Sebuah Surat Yang Dikirimkan Oleh Deng Ai Yang Dimana
Didalamnya Surat Itu Telah Diubah Sehingga Surat Deng Ai Menggunakan Kata-Kata Yang Sombong Dan
Bertujuan Ingin Membangkang. Sima Zhao Sangat Marah Dan Dia Mengirim Jia Chong Menuju Lembah
Xie Serta Memerintahkan Zhong Hui Untuk Menangkap Deng Ai Dan Dia Sendiri Mengerahkan
Pasukannya Dengan Dalih Perintah Dari Kaisar Wei, Cao Huang Yang Dimana Dipaksa Untuk Pergi
Bersamanya.
Kemudian Berkatalah Shao Ti, "Pasukan Zhong Hui Lebih Banyak Dari Pasukan Deng Ai, Perbandingannya
Dalah 6:1. Hamba Pikir, Jendral Tidak Perlu Pergi Sendiri. Jendral Hanya Perlu Memerintahkan Zhong Hui
Untuk Menangkap Deng Ai."
"Apakah Kau Telah Lupa ?" Kata Sima Zhao Sambil Tersenyum,"Kau Sendiri Yang Berkata Bahwa Zhong
Hui Adalah Orang Berbahaya. Aku Pergi Bukan Untuk Mengatasi Deng Ai Tetapi Yang Lainnya."
"Aku Takut Kau Telah Lupa, Aku Hanya Berusaha Mengingatkanmu, Tetapi Hal Ini Harus Tetap Menjadi
Rahasia." Kata Shao Ti.
Akhirya Ekspedisi Itu Dijalankann.
Pada Saat Ini Kelakuan Zhong Hui Telah Membuat Jia Chong Semakin Curiga Dan Dia Menceritakan Hal
Itu Pada Sima Zhao Yang Menjawab, "Aku Telah Mengirimmu Untuk Mengawasi Keadaan, Apakah Aku
Juga Harus Merasa Ragu Padamu ? Walaupun Begitum Datanglah Ke Chang An Maka Semua Hal Akan
Menjadi Jelas."
Pergerakan Pasukan Sima Zhao Dilaporkan Kepada Zhong Hui Yang Berpikir Apa Maksudnya Semua Ini.
Dia Segera Memanggil Jiang Wei Untuk Berdiskusi Mengenai Bagaimana Cara Menangkap Deng Ai.
Penurunan Takhta, Pelajaran Berharga Dari Masa Lalu.
Zhoung Hui Bertanya Apda Jiang Wei Bagaimana Caranya Untuk Dapat Menangkap Deng Ai, Jiang Wei
Berkata, "Kirim Wei Guan Untuk Menangkapnya, Jika Deng Ai Membunuh Wei Guan Maka Itu Adalah
Bukti Bahwa Dia Berniat Memberontak. Kemudian Kau Dapat Menyerangnya Dengan Dalih Bahwa Dia
Telah Berkhianat."
Segera Zhong Hui Mengirim Wei Guan Bersama 3 0 Prajurit Untuk Menangkap Deng Ai.
Wei Guan Sendiri Sadar Mengenai Bahaya Yang Ada Didepannya, Dia Berkata Dalam Hatinya, "Zhong Hui
Ingin Agar Deng Ai Membunuh Aku Supaya Dia Memiliki Alibi Untuk Menyerang Deng Ai."
Untuk Menyelamatkan Dirinya Wei Guan Akhirnya Menulis Beberapa Surat Dan Selebaran Yang Intinya
Mengatakan Bahwa Dia Diperintahkan Menangkap Deng Ai Dan Bukan Yang Lainnya, Jika Yang Lain
Segera Menyerah Maka Akan Diampuni Jika Tidak Maka Akan Dibunuh.
Dia Mengirmikan Surat-Surat Itu Pada Bawahan Deng Ai.
Wei Guan Dan Prajuritnya Akhirnya Sampai Ke Cheng Du Menjelang Subuh Dan Dia Melihat Banyak
Sekali Para Pejabat Yang Dia Kirimkan Surat-Surat Itu Telah Menunggunya. Merkea Segera Menyerahkan
Diri. Deng Ai Masih Tertidur Saat Itu Ketika Wei Guan Dan Prajuritnya Masuk Kekediamannya.
Dia Segera Menerobos Masuk Ke Kediaman Deng Ai Dan Berteriak , "Atas Titah Kaisar, Aku Datang Untuk
Menangkap Deng Ai Dan Anaknya, Siapa Berani Melawan Akan Langsung Dibunuh !!!"
Kegaduhan Itu Membangunkan Deng Ai Yang Terkejut Mendengar Bahwa Sekelompok Prajurit Menerobos
Masuk Kekediamannya Untuk Menangkapnya. Tetapi Sebelum Deng Ai Dapat Melakukan Apapun, Dia
Sudah Keburu Disergap Dan Diikat Serta Dibawa Keluar. Deng Zhong Anak Deng Ai Yang Ingin Melarikan
Diri Juga Berhasil Ditangkap. Banyak Jendral Dan Bawhaan Deng Ai Berusaha Untuk Menolong Tuannya
Itu Tetapi Sebelum Mereka Bisa Bersiap, Zhong Hui Dan 10.000 Prajuritnya Mendekati Cheng Du Sehingga
Akhirnya Mereka Lari Semua Karena Takut Akan Terjadi Pembantaian.
Zhong Hui Dan Jiang Wei Memasuki Istana Cheng Du Dan Langsung Menuju Kekediaman Deng Ai.
Zhong Hui Sangat Senang Melihat Deng Ai Dan Anaknya Telah Berhasil Ditangkap, Dia Menarik Rambut
Deng Ai Dan Menghinanya Seraya Berkata, "Anak Pengembala Rendahan !!! Berani Sekali Kamu
Menentang Diriku !!!"
Jiang Wei Pun Turut Menghinanya, "Sekarang Kau Lihat Bagaimana Keberuntunganmu Sudah Habis Hari
Ini !!!"
Dan Deng Ai Pun Menjawab Dengan Sama Ketusnya. Zhong Hui Segera Mengirim Kedua Orang Itu Ke Luo
Yang Dan Dia Segera Menenangkan Keadaan Di Cheng Du. Dia Mengabungkan Pasukan Deng Ai Kedalam
Pasukannya Sehingga Sekarang Dia Memiliki Kekuatan Militer Yang Besar Sekali.
"Hari Ini Aku Telah Mendapatkan Salah Satu Keinginan Terbesar Dalam Hidupku !", Kata Zhong Hui.
Jiang Wei Berkata, "Pada Awal Jaman Han, Han Xin Tidak Mendengarkan Saran Kuai Tong Untuk
Mendirikan Kerajaannya Sendiri Sehingga Akhirnya Dia Menemui Ajalnya Di Istana Wei Yang. Di Yue,
Perdana Menteri Wen Zhong Tidak Mau Mengikuti Fan Li Untuk Pensiun Sehingga Dia Akhirnya Menjadi
Korban Rencana Keji. Tidak Ada Yang Akan Berani Mengatakan Bahwa Han Xin Dan Wen Zhong
Bukanlah Orang Yang Hebat, Tetapi Mereka Tidak Melihat Bahaya Dengan Seksama. Sekarang, Tuan, Jasa-
Jasamu Sudah Sangat Besar Dan Ketenaranmu Sudah Mendunia Melebihi Kaisar Wei, Sudah Seharusnya
Kau Bersiap Untuk Menghilangkan Petaka Dimasa Depan. Menurutku Lebih Baik Kita Pergi Ke Gunung
Emei Dan Menjadi Pertapa, Apakah Tuan Setuju ?"
Zhong Hui Tersenyum.
"Aku Pikir Saranmu Tidak Cukup Baik. Aku Masih Muda, Belom Juga Berusia 40 Tahun Dan Masih
Berpikir Untuk Terus Dibanding Untuk Berhenti. Aku Tidak Dapat Membuang Semuanya Dan Menjalani
Hidup Sebagai Pertama."
"Jika Kau Tidak Melakukan Itu Maka Dengarkanlah Apa Yang Baru Kukatakan Dan Bersiap Untuk
Menghadapi Petaka. Pikirkan Baik-Baik Langkahmu Dan Aku Tahu Kau Mampu Untuk Tugas Itu, Aku
Hanyalah Seorang Tua Yang Bodoh Tidak Pantas Memberikan Nasehat Lagi."
Zhong Hui Tertawa Keras Sekali Mendengar Hal Itu.
"Kau Benar-Benar Mengerti Pikiranku Kawan !" Tanya Zhong Hui.
Mereka Kedua Kemudian Berunding Untuk Merencanakan Rencana Besar Itu.
Jiang Wei Kemudian Menuliskan Secarik Surat Kepada Liu Chan Dan Berkata, "Aku Mohon Yang Mulia
Bersabar Untuk 1 Musim Lagi, Karena Jiang Wei, Hambamu Yang Hina Ini Akan Mengembalikan Negeri
Yang Mulia Pada Saatnya.Matahari Dan Bulan Tampak Lebih Indah Dimalam Yang Gelap. Dinasti Han
Belumlah Berakhir."
Ketika Zhong Hui Dan Jiang Wei Merencanakan Langkah Yang Terbaik Untuk Melawan Wei, Tiba-Tiba
Datang Surat Dari Sima Zhao Yang Berisi,"Aku Sekarang Berada Di Chang An Dengan Pasukanku Dan
Siap Jika Kau Membutuhkan Bantuanku Apabila Ada Masalah Dalam Menangkap Deng Ai. Sekarang Aku
Butuh Kau Untuk Datang Kemari Membicarakan Masalah Negara Yang Penting."
Zhong Hui Menduga-Duga Apa Maskud Sebenarnya Pemanggilan Ini.
"Dia Pasti Curiga," Kata Zhong Hui,"Dia Mengetahui Benar Bahwa Pasukanku Jauh Lebih Banyak Dari
Jumlah Pasukan Deng Ai Dan Aku Dapat Dengan Mudah Menghancurkan Deng Ai Apabila Dia Melawan.
Aku Yakin Pasti Ada Hal Lainnya Mengenai Kemana Dia Sampai Datang Kemari."
Dia Kemudian Meminta Saran Jiang Wei Mengenai Masalah Ini,"Ketika Atasan Mencurigai Bawahannya,
Maka Bawahannya Itu Pasti Mati, Apakah Kita Tidak Melihat Apa Yang Terjadi Pada Deng Ai ?"
"Aku Telah Putuskan Kalau Begitu !!!" Jawab Zhong Hui,"Jika Berhasil Maka Seluruh Kekaisaran Akan
Jadi Milikku, Jika Gagal Maka Aku Akan Bertahan Di Shu Untuk Menjadi Seperti Liu Bei Yang Lain Dan
Tentunya Tanpa Kecerobohan Yang Dilakukannya."
Jiang Wei Berkatam, "Permaisuri Guo Barus Saja Meninggal.Kau Dapat Berpura-Pura Bahwa Dia
Meninggalkan Titah Untuk Menghancurkan Sima Zhao Yang Telah Menindas Kaisar Wei. Dengan Bakat
Dan Kepandaianmu Kau Pasti Dapat Menaklukan Seluruh Kekaisaran."
"Maukah Kau Memimpin Pasukanku Di Garis Depan ?" Tanya Zhong Hui,"Ketika Kesuksesan Telah
Menjadi Milik Kita Maka Kita Akan Menikmatinya Bersama."
"Apapun Yang Dapat Aku Lakukan Pasti Aku Akan Melakukannya Sepenuh Hati." Kata Jiang Wei,"Tetapi
Aku Tidak Yakin Bahwa Kita Mendapatkan Dukungan Seluruh Jendral Dan Pejabat Disini."
"Esok Adalah Hari Ke 15 Bulan Ini, Perayaan Lampion Akan Berlangsung Dikota. Kita Dapat
Mengumpulkan Mereka Semua Di Istana Untuk Merayakan Hal Itu. Kita Akan Menyiapkan Perjamuan
Untuk Mereka Dan Kita Dapat Membunuh Mereka Jika Mereka Tidak Mau Mengikuti Kita."
Ketika Mendengar Hal Itu, Hati Jiang Wei Langsung Kegirangan. Undangan Segera Disebarnkan Dan
Segera Pesta Diadakan. Setelah Beberapa Saat Kemudian Zhong Hui Mengangkat Cawannya Dan Mulai
Berpura-Pura Menangis.
Semua Bertanya Apa Gerangan Sumber Dari Kesedihan Zhong Hui Ini.
Zhong Hui Lalu Berkata,"Permaisuri Baru Saja Meninggal,Sebelum Kematiannya Dia Memberikan Sebuah
Titah Kepadaku. Dia Menceritakan Kepadaku Mengenai Kejahatan Sima Zhao Dan Khawatir Bahwa Sima
Zhao Akan Merebut Takhta Suatu Hari Nanti. Karena Karena Itu Maka Dia Memberikan Tugas Kepadaku
Untuk Menghancurkan Sima Zhao Dan Kalian Semua Harus Membantuku."
Seluruh Tamu Disana Terkejut Dan Terpana Tanpa Ada Seorangpun Berani Berkata-Kata.
Kemudian Zhong Hui Mengeluarkan Pedangnya Dan Berkata, "Kematian Bagi Mereka Yang Menentang
Rencanaku Ini !!!"
Tidak Ada Satupun Dr Mereka Yang Berani Untuk Menolak Dan Satu Demi Satu Kemudian
Menandatangani Surat Persetujuan Untuk Membantu Dan Untuk Lebih Yakin Lagi, Zhong Hui
Menempatkan Mereka Dalam Pengawasan Setiap Saat Sehingga Seluruh Gerak-Gerik Mereka Diawasi.
"Mereka Tidak Sungguh-Sungguh Ingin Bergabung Dengan Kita," Kata Jiang Wei, "Aku Harap Kau
Memusnahkan Mereka Semua."
"Jangan Khawatir, Sebuah Lubang Besar Telah Kuperintahkan Untuk Digali Dan Aku Telah Menaruh
Banyak Prajurit Untuk Segera Menangkap Mereka Dan Mengubur Mereka Dilobang Itu Jika Mereka Tidak
Setuju."
bersambung
No comments:
Post a Comment