Sunday, December 29, 2013

sam kok - 153

Sam kok
Oleh Luo Guanzhong.

Sima Zhao Memerintahkan Agar Deng Dun Dipenggal Dan Segera Algojo Memenggalnya Dan Membawa
Kepala Deng Dun Untuk Diperlihatkan Diruang Sidang. Hal Ini Membuat Takut Semua Orang Disana Dan
Mereka Jadi Pucat.
Sima Zhao Berkata, "Telah 6 Tahun Sejak Aku Menentramkan Wilayah Timur Dan 6 Tahun Lebih
Kuhabiskan Untuk Mempersiapkan Pasukanku. Aku Telah Lama Ingin Menghancurkan Wu Dan Shu.
Sekarang Aku Akan Menghancurkan Shu Terlebih Dahulu Dan Kemudian Bagaikan Banjir Besar Aku Akan
Menyerang Wu. Ini Adalah Strategi "Menghancurkan Guo Untuk Merebut Yu". Aku Dapat Katakan Seperti
Apa Pasukan Yang Mereka Punya Di Shu. Ada Sekitar 80.000 Sampai 90.000 Prajurit Di Cheng Du. 40.000
Sampai 50.000 Diperbatasan, Sementara 60.000-70.000 Bersama Jiang Wei Bertani. Untuk Mengatasi Hal
Itu Kita Hanya Membutuhkan 100.000 Prajurit Dibawah Deng Ai Dan Ini Cukup Untuk Membuat Jiang Wei
Sibuk Diutara. Sementara Itu 2 00.000 Prajurit Zhong Hui Akan Menyerang Dari Timur Yang Akan
Bergerak Dalam 3 Divisi Melaluo Lembah Luo Dan Langsung Menuju Han Zhong. Liu Chan, Penguasa Shu
Benar-Benar Seorang Yang Bodoh Diluar Kata-Kata, Dengan Seluruh Perbatasannya Hancur Maka Rakyat
Dan Pejabat Akan Ketakutan. Negeri Shu Tidak Akan Bertahan Lama Dalam Keadaan Ini."
Seluruh Pejabat Diruang Sidang Itu Memberi Pujian Atas Penjelasan Sima Zhao Ini.
Zhong Hui Mengerahkan Pasukannya Begitu Dia Menerima Penugasan Itu. Agar Tujuannya Tidak
Diketahui, Dia Berkata Bahwa Pasukannya Akan Pergi Melawan Wu. Agar Hal Ini Dapat Dipercaya Maka
Dia Memerintahakn Pembangunan Kapal-Kapal Perang Besar Di Qing Zhou, Yan Zhou, Yu Zhou Dan Jing
Zhou. Dia Juga Mengirim Tang Zi Kedaerah Deng Zhou Dan Lai Zhou Untuk Meminjam Perahu2 Dan
Kapal-Kapal Perang Disana.
Bahkan Sima Zhao Sendiri Tertipu Dengan Tindakan Ini Dan Memanggilnya Untuk Bertanya, "Aku
Memerintahkanmu Untuk Menyerang Shu Yang Letakny Di Gunung Dan Bukit Mengapa Kau
Mengumpulkan Banyak Kapal Dan Perahu Di Sungai ???"
Zhong Hui Menjawab, "Jika Shu Mendengar Kita Akan Menyerang Mereka Maka Mereka Akan Meminta
Bantuan Dari Wu. Jadi Aku Berpura-Pura Akan Menyerang Wu Dan Wu Tidak Akan Berani Membantu Shu
Dalam Waktu 1 Tahun Ini. Ketika Shu Sudah Berhasil Dikalahkan Maka Seluruh Kapal-Kapal Ini Akan
Telah Siap Dan Dapat Digunakan Untuk Ekspedisi Ke Selatan."
Sima Zhao Sangat Puas Mendengar Penjelasan Itu. Hari Telah Ditentukan Bagi Pasukan Besar Zhong Hui
Untuk Bergerak Ke Barat. Pada Tanggal 3 Bulan Ke 7 Di Tahun Kr 4 Masa Jing Yuan Menurut Kelendar
Wei (Tahun 2 64 M). Zhong Hui Membawa 2 00.000 Prajurit Keluar Dari Luo Yang Menuju Perbatasan Ba
Zhou Di Shu.
Shao Ti, Menteri Urusan Wilayah Barat, Membisikan Suatu Kata-Kata Peringatan Kepada Sima Zhao Ketika
Mereka Menghantarkan Kepergian Zhong Hui Dan Pasukannya.
"Tuanku Telah Mengirim Zhong Hui Dengna Pasukan Besar Melawan Shu. Aku Pikir Dia Terlalu Ambisius
Untuk Dapat Dipercayai Terlebih Setelah Dia Memiliki Pasukan Yang Sangat Besar Sekarang ?"
"Apakah Kau Pikir Aku Tidak Tahu Hal Itu ?" Kata Sima Zhao.
"Lalu Kenapa Kau Tetap Mengirimkannya Seorang Diri Tanpa Pendamping Yang Dapat Kau Percaya ?"
Sima Zhao Lalu Membisikan Beberapa Patah Kata Kepada Shao Ti Yang Kemudian Tersenyum Dan Puas
Dengan Jawaban Itu.
Zhuge Liang Menampakan Dirinya Di Gunung Ding Jun.
Kata Sima Zhao Kepada Shao Li, "Pagi Ini Seluruh Pejabat Berkata Bahwa Shu Tidak Boleh Diserang
Karena Mereka Mau Amannya Sendiri. Jika Aku Membiarkan Mereka Memimpin Pasukan Maka Kita Pasti
Akan Mengalami Kekalahan. Tetapi Kau Lihat Zhong Hui Telah Memiliki Rencananya Sendiri Dan Dia

Tidak Takut, Oleh Karena Itu Shu Pasti Akan Kalah Dan Seluruh Rakyat Shu Akan Menyerah. Pemimpin
Yang Kalah Tidak Akan Dapat Menyombongkan Dirinya Dan Pejabat Dari Negara Yang Hancur Tidak
Pantas Untuk Menjaga Rakyat. Kalau Zhong Hui Akhirnya Memberontak Maka Dia Tidak Akan Didukung
Rakyat Shu. Pasukan Kita Yang Baru Saja Menang Poerang Tentu Berharap Untuk Segera Kembali Ke
Rumahnya Masing-Masing Dan Tidak Akan Mengikuti Dia Jika Akhirnya Dia Memutuskan Untuk
Memberontak. Oleh Karena Itu Tidak Ada Yang Perlu Ditakutkan. Aku Telah Memikirkan Hal Ini Seperti
Yang Kau Tanyakan, Tetapi Hal Ini Harus Tetap Menjadi Rahasia Kita Saja."
Shao Ti Menunjukan Kekagumannya Atas Pandangan Sima Zhao.
Didalam Kemahnya Sebelum Memulai Perjalanan Ke Shu, Zhong Hui Mengumpulkan Semua Perwiranya
Dan Diantara Mereka Ada Inspektur Pasukan Wei Guan, Asisten Jendral Hu Lie, Jendral Tian Xu, Tian
Zhang, Yuan Xing, Qiu Jian, Xiahou Xian, Wang Mai, Huangfu Kai, Gou Ai Dan Lainnya, Kira-Kira
Mereka Semua Berjumlah 80 Perwira.
"Sebelumnya Aku Ingin Seorang Pemimpin Pasukan Garis Depan, Dia Harus Ahli Didalam Membuka Jalan
Dan Memperbaiki Jembatan."
"Aku Akan Mengambil Posisi Itu." Kata Seseorang Yang Ternyata Adalah Xu Yi, Anak Dari Xu Zhu.
"Tidak Ada Yang Lebih Pantas Lagi !" Teriak Semua Yang Ada Disana.
"Kau Akan Mendapatkan Jabatan Itu. Kau Sungguh Tangguh Dan Kuat Dan Memiliki Reputasi Besar
Ayahmu Yang Harus Kau Jaga. Lagipula Seluruh Perwira Mendukung Dirimu. Kau Akan Mendapatkan
5.000 Prajurit Berkuda Dan 1.000 Prajurit Infatri. Kau Akan Bergerak Menuju Han Zhong Didalam 3 Divisi
Pasukan. Pasukan Tengah Harus Melewati Lembah Xie, Sedangkan Yang 2 Lainnya Melewati Lembah Luo
Dan Lembah Ziwu. Kau Harus Memperbaiki Jalan-Jalan Dan Jembatan2 Disana, Membuat Terowongan Dan
Membuka Hutan Serta Membersihkan Semak-Semak Belukar. Gunakan Seluruh Kemampuanmu Karena
Kegagalam Melaksanakan Perintah Ini Akan Dikenakan Hukuman Militer Seberatduanya."
Xu Yi Segera Memulai Tugasnya Dan Zhong Hui Membawa 100.000 Prajurit Juga Telah Bersiap Untuk
Memulai Ekspedisi Menaklukan Shu Ini.
Sementara Itu Di Lembah Barat, Segera Setelah Deng Ai Menerima Perintah Untuk Menyerang Shu, Dia
Segera Mengirim Sima Wang Menuju Daerah Suku Qiang. Dia Juga Mengirim Zhuge Xu Penjaga
Kekaisaran Wilayah Yong Zhou, Wang Qi Gubernur Tian Shui, Qian Hong Gubernur Long Xi Dan Yang
Xin, Gubernur Jian Zheng Dan Segera Seluruh Pasukan Dari 5 Wilayah Berkumpul Di Daerah Lembah
Barat Bagaikan Awan Bergemuruh.
Pada Suatu Malam Deng Ai Bermimpi Bahwa Dia Mendaki Sebuah Gunung Didalam Perjalanannya Ke Han
Zhong. Tiba-Tiba Mata Air Muncul Dari Bawah Kakinya Dan Melemparkannya Ke Udara Dengan Kekuatan
Besar Sehingga Dia Terbangun Dari Mimpinnya.
Dia Segera Terbangun Dengan Penuh Keringat Dingin Membasahi Seluruh Bajunya Dan Dia Tidak Dapat
Tidur Kembali Karena Gelisah Dengan Hal Ini. Ketika Pagi Telah Tiba, Dia Segera Memanggil
Pengawalnya Yang Bernama Shao Yuan Yang Ahli Dalam Ilmu Meramal. Deng Ai Menceritakan Padanya
Dan Menanyakan Artinya.
Shao Yuan Berkata, "Menurut Buku Yang Telah Kupelajari, Air Yang Ada Diatas Gunung Melambangkan
'Jian', Dimana Artinya Arah Barat Daya Akan Sangat Baik Tetapi Timur Laut Sangat Buruk. Konfusius
Berkatra Bahwa Jian Yang Memiliki Keuntungan Di Barat Daya Berarti Kesuksesan Tetapi Timur Laut
Berarti Kegagalan. Itulah Artinya Bahwa Tidak Ada Jalan. Dalam Hal Ini Maka Ekspedisi Kita Ini Akan
Berhasil Tetapi Kau Tidak Akan Memiliki Jalan Untuk Kembali."
Deng Ai Mendengarkan Dan Dia Menjadi Sedih Ketika Mendengar Interpretasi Dari Mimpinya Itu.

Pada Saat Itu Datanglah Utusan Dari Zhong Hui Yang Memintanya Untuk Bergerak Menuju Han Zhong.
Deng Ai Segera Mengirim Zhuge Xu Dengan 15.000 Prajurit Untuk Memotong Jalan Mundur Jiang Wei
Dan Wang Qi Diperintahkan Memimpin 15.000 Prajurit Lainnya Untuk Menyerang Ta Zhong Dari Arah
Barat. Qian Hong Diperintahkan Membawa 15.000 Untuk Menyerang Ta Zhong Dari Timur Dan Yang Xin
Membawa 15.000 Prajurit Lainnya Untuk Menyerang Jiang Wei Di Gan Song. Deng Ai Membawahi Sisa
Pasukannya Dan Membantu Siapa Saja Yang Membutuhkan Bantuan.
Sementara Didalam Kemah Zhong Hui, Seluruh Pejabat Berkumpul Untuk Mengantar Kepergiannya.
Pasukan Wei Sungguh Luar Biasa, Tentara Berbaris Rapih Dengan Tombak Menjulang Tinggi Kelangit,
Bendera Dan Panji-Panji Perang Berkibaran Tertiup Angin, Perisai Dan Baju Zirah Sungguh Menyilaukan
Mata Terkena Pantulan Sinar Matahari. Seluruh Pasukan Berbaris Rapi Dan Kuda-Kuda Berada Dalam
Kondisi Terbaiknya. Semua Penduduk Memberikan Hormat Kepada Pasukan Wei Dan Mengantarkan
Kepergiannya.
Semua Kecuali Satu Orang Yaitu Penasehat Liu Shi Yang Terdiam.
Kemudian Panglima Wang Xiang Menemui Dia Dan Berkata," Menurutmu Siapakah Dari Antara Mereka
Berdua , Zhong Hui Dan Deng Ai Yang Akan Berhasil Merebut Shu ?"
Kata Liu Shi Sambil Menghela Napas, "Dengan Pasukan Sekuat Ini Dan Jendral Sehbat Mereka Maka
Mereka Pasti Dapat Mengalahkan Shu Hanya Saja Aku Pikir Tidak Ada Satupun Diantara Mereka Yang
Akan Kembali."
"Kenapa Kau Katakan Hal Itu ?"
Tetapi Dia Tidak Menjawab Dan Hanya Tersenyum Dan Pertanyaan Itupun Tidak Diulangi.
Pasukan Wei Sedang Melakukan Perjalanan Ketika Jiang Wei Mendengar Hal Ini. Dia Segera Mengirim
Surat Kepada Istana Di Cheng Du.
"Yang Mulia Harus Mengatur Pertahanan Negara Dan Memerintahkan Zhang Yi, Jendral Pasukan Kiri
Untuk Menjaga Benteng Yang Ping Dan Liao Hua, Jendral Pasukan Kanan Untuk Menjaga Benteng Di Yin
Ping. Kedua Tempat Ini Adalah Tempat Paling Penting Yang Menjaga Keamanan Han Zhong. Kirimkan
Juga Utusan Untuk Meminta Bantuan Wu. Aku, Hambamu Ini Akan Segera Mengumpulkan Pasukan Di Ta
Zhong Untuk Segera Melakukan Perlawanan."
Pada Tahun Itu Era Pemerintahan Di Shu Telah Berubah Dari Masa Jian An Ke 5 Menjadi Masa Yi Xian Ke
1 (Tahun 2 6 3 M). Ketika Surat Dari Jiang Wei Itu Tiba Kepada Liu Chan, Dia Sedang Bersenang-Senang
Ditemani Kasim Kesayangannya, Huang Hao.
Kaisar Liu Chan Membaca Dokumen Itu Dan Berkata Kepada Kasimnya, "Disini Dikatakan Pasukan Jiang
Wei Dibawah Deng Ai Dan Zhong Hui Sedang Bergerak Menuju Shu. Apa Yang Harus Kita Lakukan ?"
"Yang Mulia Tidak Perlu Khawatir, Tidak Ada Pasukan Wei Yang Menyerang Kita. Jiang Wei Hanya Ingin
Mendapatkan Kejayaan Untuk Dirinya Sendiri Sehingga Dia Membuat Cerita Seperti Ini. Yang Mulia Tidak
Perlu Gelisah Karena Kita Akan Mendapatkan Kebenarannya Dari Seorang Wanita Bijak Yang Aku Kenal.
Dia Adalah Benar-Benar Seorang Peramal Sakti, Dapatkah Hamba Memanggilnya Kehadapan Yang Mulia
?"
Kaisar Liu Chan Setuju Dan Sebuah Ruangan Dipersiapkan Untuk Menyambut Peramal Wanita Itu.Huang
Hao Pergi Dengan Kereta Kuda Kaisar Untuk Menjemput Wanita Itu.
Dia Tiba Dan Dipersilahkan Duduk Dikursi Singasana. Setelah Itu Kaisar Liu Chan Menyalakan Dupa Dan
Mengucapkan Doa Yang Diperintahkan Oleh Wanita Itu. Wanita Itu Tiba-Tiba Membiarkan Rambutnya
Terurai Dan Berteriak2. Setelah Beberapa Saat Wanita Itu Seperti Tergeletak Diatas Meja Dan Tampak
Kejang2.
Huang Hao Kemudian Berkata, "Yang Mulia Tidak Perlu Takut, Sekarang Para Dewa Sedang Turun Dan
Masuk Kedalam Tubuhnya. Suruhlah Semua Orang Untuk Meninggalkan Ruangan Ini Dan Berdoalah
Padanya."
Akhirnya Seluruh Orang Diruangan Itu Diperintahkan Keluar Dan Kaisar Liu Chan Memasang Dupa
Dihadapan Wanita Itu.
Tiba-Tiba Wanita Itu Berkata," Aku Adalah Penjaga Dari Daerah Di Barat Sungai Han. Apakah Yang Ingin
Ditanyakan Oleh Yang Mulia ? Dalam Beberapa Tahun Lagi Seluruh Daerah Wei Akan Menjadi Milikmu
Oleh Karena Itu Kau Tidak Perlu Bersedih."
Wanita Itu Tiba-Tiba Jatuh Kelantai Dan Memuntahkan Darah. Setelah Beberapa Saat Akhirnya Wanita Itu
Sadar Kembali Dan Seperti Tidak Mengerti Apa Yang Terjadi. Kaisar Liu Chan Puas Dengan Ramalahnnya
Dan Memberikan Wanita Itu Hadiah Besar. Dia Kemudian Percaya Dengan Semua Yang Dikatakan Oleh
Wanita Itu Dan Tidak Mengindahkan Surat Yang Dikirimkan Jiang Wei. Kaisar Liu Chan Akhirnya Kembali
Bersenang2 Di Isatanya Dan Memerintahkan Huang Hao Untuk Mengurus Semua Masalah Negara.
Sementara Itu Zhong Hui Segera Bergerak Menuju Han Zhong. Pemimpin Pasukan Utamanya, Xu Yi Sudah
Tidak Sabar Untuk Menunjukan Kehebatannya Dan Membuat Jasa Dan Akhirnya Dia Memimpin
Pasukannya Menuju Nan Zheng.
Dia Berkata Pada Para Perwiranya, "Jika Kita Dapat Merebut Tempat Ini Maka Kita Dapat Menuju Han
Zhong Dengna Mudah."
Setiap Perwira Mencoba Untuk Menyerang Benteng Tersebut Dan Masing-Masing Mencoba Untuk Menjadi
Yang Pertama Menguasai Benteng Tersebut. Tetapi Komandan Di Nan Zheng Adalah Lu Xu Dan Dia Telah
Mendapatkan Informasi Mengenai Kedatangan Musuh. Dia Menempatkan Banyak Pemanah Ditembok Kota
Dengan Busur Zhuge Nu Yang Didesain Oleh Zhuge Liang. Segera Setelah Pasukan Musuh Tiba, Lu Xu
Memerintahkan Pasukannya Untuk Menembakkan Panah-Panah Itu Dan Akhirnya Banyak Pasukan Wei
Berguguran, Akhirnya Pasukan Xu Yi Pun Dikalahkan.
Xu Yi Kembali Dan Melaporkan Kegagalannya.Zhong Hui Sendiri Akhirnya Pergi Bersama 100 Prajurit
Berkuda Lengkap Untuk Melihat Keadaan Disana. Lu Xu Yang Melihat Hal Ini Memerintahkan Agar
Pasukannya Melepasan Lagi Panah-Panah Itu Dan Akhirnya Zhong Hui Mundur Karena Melihat Kehebatan
Mesin Perang Baru Itu.
Lu Xu Memimpin 500 Prajurit Untuk Mengejar. Ketika Zhong Hui Melewati Jembatan Apung Tiba-Tiba
Bagian Jembatan Itu Ada Yang Rusak Dan Kaki Kuda Zhong Hui Terjerembab Dan Menyebabkan Zhong
Hui Hampir Terlempar Ke Sungai. Karena Kuda Itu Tidak Dapat Mengangkat Kakinya Maka Akhirnya
Zhong Hui Meninggalkan Kudanya Dan Melarikan Diri Dengan Berjalan Kaki. Akhirnya Lu Xu Melihat
Zhong Hui Yang Berlari Dan Dia Mengejarnya Dengan Kudanya, Ketika Telah Dekat Lu Xu Mengeluarkan
Tombaknya Dan Akan Menusuk Zhong Hui, Tetapi Beruntung Ada Seorang Perwira Zhong Hui Bernama
Xun Kai Yang Menembakkan Panah Pada Lu Xu Dan Menyebabkan Lu Xu Jatuh Ketanah Dan Tewas.
Melihat Hal Ini, Zhong Hui Kembali Dan Memerintahkan Pasukannya Untuk Menyerang. Mereka Semua
Kembali Menyerang Benteng Itu Dengan Gencarnya. Pasukan Shu Yang Telah Kehilangan Pemimpinnya
Menjadi Kacau Balau Karena Tidak Ada Komando Yang Jelas Sehingga Dengan Mudah Dikalahkan.
Akhirnya Zhong Hui Dapat Menghancurkan Pertahanan Musuh Dan Menguasai Benteng Tersebut. Pasukan
Shu Melarikan Diri Keseluruh Arah Dan Banyak Yang Tertawan. Setelah Selesai, Xun Kai Diberikan
Imbalan Besar Karena Telah Membunuh Jendral Musuh Dan Menyelamatkan Nyawa Zhong Hui. Dia
Dipromosikan Sebagai Asisten Jendral Dan Menerima Hadiah Seekor Kuda Dan Pakaian Perang Dari Perak.
Xu Yi Dipanggil Kekemah Utama Dan Zhong Hui Menyalahkan Dia Karean Kurang Berhati-Hati Dalam
Tugasnya, "Kau Telah Ditunjuk Sebagai Pemimpin Pasukan Garis Depan Dan Bertugas Memastikan Bahwa
Jalanan Dan Jembatan Telah Diperbaiki Dan Dapat Digunakan Pasukan Kita. Tetapi Jembatan Itu Telah
Menyebabkan Kaki Kudaku Terjerembab Dan Aku Hampir Saja Mati. Beruntung Xun Kai Ada Disana
Karena Jika Tidak Aku Pasti Sudah Terbunuh. Kau Telah Melakukan Kesalahan Dan Oleh Karena Itu Harus
Dihukum." Xu Yi Dihukum Mati Karena Kesalahannya Itu. Jenderal-Jenderal Yang Lain Berusaha Untuk

Memohon Ampunan Baginya,"Ayahnya Adalah Xu Zhu Yang Telah Melakukan Banyak Jasa Besar Bagi
Negara !" "Bagaimana Aku Akan Menjaga Disiplin Pasukanku Jika Hukum Militer Tidak Ditegakkan ?"
Tanya Zhong Hui. Hukuman Itu Akhirnya Dijalankan Dan Kepala Xu Yi Dipertontonkan Sebagai Peringatan
Bagi Seluruh Pasukan Agar Mereka Selalu Melakukan Tugas Dengan Baik. Hal Ini Juga Memberikan
Ketakutan Dihati Para Perwira. Di Sisi Lain, Wang Han, Komandan Shu Di Yue Cheng Dan Jiang Bin
Komandan Di Han Cheng Ketakutan Karena Musuh Datang Dengan Jumlah Besar, Mereka Berdua Tidak
Berani Keluar Benteng Untuk Menghadapi Pasukan Wei Ini. Zhong Hui Mengeluarkan Perintah, "Kecepatan
Adalah Jiwa Dari Peperangan, Tidak Boleh Ada Penundaan." Li Du Diperintahkan Untuk Mengepung Yue
Cheng Dan Xun Kai Diperintahkan Untuk Mengepung Han Chen. Sedangkan Pasukan Utama Zhong Hui
Akan Berusaha Untuk Merebut Benteng Di Yan Ping. Jendral Shu Fu Qian Adalah Penjaga Benteng Di
Yang Ping. Dia Mendiskusikan Rencana Pertahanan Dengan Jiang Shu Yang Merupakan Wakilnya. Jiang
Shu Menyarankan Agar Mereka Harus Bertahan, "Pasukan Musuh Terlalu Kuat Dan Kita Tidak Akan Dapat
Melawan Mereka." "Aku Tida Setuju," Jawab Fu Qian,"Mereka Sekarang Kelelahan Setelah Perjalanan Jauh
Dan Kita Tidak Perlu Takut Akan Mereka. Kecuali Kita Keluar Dan Menyerang Maka Yue Cheng Dan Han
Cheng Akan Jatuh." Jiang Shu Tidak Membalas Jawaban Fu Qian. Segera Pasukan Musuh Tiba Dan Kedua
Jendral Shu Melihat Mereka Dari Atas Tembok Benteng. Segera Setelah Zhong Hui Melihat Mereka Berdua
Dia Berteriak,"Aku Memiliki 100.000 Prajurit. Jika Kalian Menyeran Maka Kalian Akan Memiliki Posisi
Lebih Tinggi Dari Yang Kalian Punya Saat Ini. Tetapi Jika Kalian Menolak Menyerah Maka Ketika Kami
Mendapatkan Benteng Ini, Kalian Akan Binasa. Permata Ataupun Kerikil Akan Mengalami Kehancuran
Yang Sama !!!" Hal Ini Membuat Marah Fu Qian, Dia Memerintahkan Jiang Shu Menjaga Tembok Benteng
Dan Dia Segera Keluar Untuk Menyerang Keluar. Fu Qian Membawa 3 0.000 Prajurit Dan Dia Menyerang
Zhong Hui. Zhong Hui Berpura-Pura Mundur Dan Fu Qian Terpancing Untuk Mengejar. Tetapi Segera
Pasukan Wei Mengepung Mereka Dan Menyerang Balik Fu Qian. Setelah Pertempuran Yang Sengit
Akhirnya Fu Qian Kewalahan Dan Terpaksa Harus Mundur. Tetapi Ketika Dia Mencapai Bentengnya, Dia
Melihat Mereka Mengibarkan Bendera Wei Dan Seluruh Bendera Shu Telah Hilang. "Aku Telah Menyerah
Pada Wei !" Teriak Jiang Shu Dari Atas Tembok Benteng. Fu Qian Berteriak Dengan Marahnya, "Kau
Pengkhianat Tak Tahu Terima Kasih ! Bagaimana Kau Akan Dapat Menghadap Dunia Lagi ?" Fu Qian
Yang Sekarang Telah Menyadari Bahwa Dirinya Tidak Memiliki Lagi Jalan Mundur Maka Berkata Kepada
Para Prajuritnya, "Kalian Semua Telah Mengikutiku Dengan Setia, Sekarang Aku Akan Melakukan
Pertempuran Terakhirku.Aku Tidak Akan Memaksa Bagi Mereka Yang Tidak Mau Ikut Denganku, Tapi
Bagi Mereka Yang Ikut Kalian Semua Adalah Saudara-Saudaraku !!!". Sebanyak 3 .000 Prajurit Akhirnya
Mengikuti Fu Qian Untuk Kembali Bertempur Dengan Pasukan Wei. Fu Qian Bertempur Habis2an Dia
Menebaskan Pedangnya Kesana Dan Kemari Dan Membunuh Banyak Sekali Tentara Wei Yang Dilihatnya,
Banyak Anak Panah Yang Menancap Ditubuhnya Dan Tubuhnya Sekarang Telah Penuh Luka Tetapi Hal Itu
Tidak Membuatnya Berhenti. Pasukannya Gugur Satu Demi Satu Dan Akhirnya Hanya Tinggal Dia Seorang
Diri Yang Tersisa Dimedan Perang. Dia Berkata, "Selama Hidup Aku Telah Menjadi Hamba Shu, Dalam
Kematian Akupun Tidak Akan Berpaling !!!" Fu Qian Lalu Menerjang Masuk Kedalam Pasukan Wei Dan
Membunuh Membabi Buta, Tetapi Karena Luka-Luka Ditubuhnya Akhirnya Dia Terjatuh Dari Kudanya,
Karena Tidak Ingin Ditangkap Oleh Musuh Maka Akhirnya Fu Qian Mengakhiri Nyawanya Sendiri
Ditengah Medan Pertempuran. Dengan Jatuhnya Benteng Yang Ping Maka Zhong Hui Berhasil
Mendapatkan Banyak Pampasan Perang Berupa Senjata Dan Beras. Dia Mengadakan Pesta Besar Bagi
Pasukannya Dan Malan Itu Mereka Beristirahat Di Kota Yan Gan, Malam Itu Mereka Semua Di Ganggu
Oleh Suara Teriakan Prajurit-Prajurit Sehingga Zhong Hui Terbangun Dan Segera Bersiap Karena Berpikir
Musuh Menyerang. Tetapi Tidak Lama Kemudian Suara Itu Hilang Dan Dia Kembali Kekamarnya, Tetapi
Dia Dan Pasukannya Tidak Dapat Tidur. Keesokan Malamnya Kejadian Yang Sama Terulang Kembali Dan
Suara Teriakan Itu Terdengar Dari Arah Barat Daya. Segera Setelah Hari Pagi, Pasukan Pengintai Dikirim
Kearah Itu Untuk Memeriksa Tetapi Mereka Kembali Dan Berkata Bahwa Mereka Telah Pergi Sejauh 5 Li
Dan Tidak Menemukan Adanya Tanda-Tanda Pasukan Shu. Zhong Hui Tidak Merasa Puas, Dia Akhirnya
Membawa 100 Prajurit Berkuda Dan Pergi Kesana Untuk Memeriksa Sendiri. Kemudian Mereka Tiba
Didepan Sebuah Bukit Yang Diatasnya Ada Awan Gelap Semantara Puncaknya Tertutup Kabut Tebal.
"Bukit Apakah Ini ?" Tanya Zhong Hui Kepada Orang Disana. "Bukit Ini Bernama Gunung Ding Jun",
Jawab Mereka, "Disinilah Dimana Xiahou Yuan Menemui Kematiannya." Hal Ini Membuat Zhong Hui
Makin Gelisah Dan Dia Kemudian Segera Kembali Ke Kemahnya, Dalam Perjalanan Kembali Kekemahnya
Dia Memutari Jalanan Perbukitan Disana. Tiba-Tiba Ada Angin Kencang Bertiup Dan Tiba-Tiba Ada
Penampakan Pasukan Berkuda Tiba Dari Atas Langit Seperti Akan Datang Untuk Menyerang. Seluruh
Prajurit Zhong Hui Ketakutan, Zhong Hui Segera Memimpin Pasukannya Untuk Menghindar. Banyak Sekali
Prajurit Zhong Hui Yang Terjatuh Dari Kudanya. Tetapi Anehnya Ketika Mereka Sampai Kembali Kekemah

Tidak Ada Seorangpun Yang Hilang Walaupun Mereka Semua Kebanyakan Terluka Dan Kehilangan
Senjata Atau Pakaian Perangnya. Mereka Semua Telah Melihat Pasukan "Hantu" Yang Tidak Melukai
Mereka. Zhong Hui Memanggil Jiang Shu Dan Berkata,"Apakah Ada Kuil Dewa Atau Apapun Yang
Memiliki Kekuatan Supernaturan Di Gunung Ding Jun ?" "Tidak," Jawab Dia, "Tidak Ada Kuil Apapun
Kecuali Makam Zhuge Liang." "Berarti Hal Ini Adalah Manifestasi Dari Zhuge Liang," Kata Zhong Hui,
"Jika Begitu Maka Aku Memberikan Sesajen Untuk Dirinya." Akhirnya Dia Mempersiapkan Hadian Dan
Memotong Seekor Sapi Sebagai Persembahan Dimakam Zhuge Liang Dan Ketika Prosesi Itu Telah Selesai
Maka Angin Kencangpun Mereda Dan Awan Gelap Menghilang. Kemudian Ada Angin Sejuk Dan Langit
Cerah Tampak. Karena Merasa Bahwa Persembahannya Telah Diterima Maka Zhong Hui Pun Bersama
Pasukannya Kembali Kekemah. Malam Itu Zhong Hui Tertidur Didalam Kemahnya, Tiba-Tiba Ada Angin
Dingin Berhembus Dan Dia Melihat Ada Seseorang Menghampirinya Dengan Berjubahkan Jubah Tao
Memakai Turban Dan Membawa Kipas Bulu Berwarna Putih. Wajah Orang Itu Sangat Bersih Dan Matanya
Sangat Cerah, Orang Itu Bergerak Sungguh Tenang Dan Anggun. "Siapakah Anda Tuan ?" Tanya Zhong
Hui Yang Terbangun. "Karena Persembahanmu Pagi Ini Maka Aku Ingin Berkomunikasi Denganmu.
Walaupun Han Telah Mengalami Kejatuhan Dan Titah Langit Harus Dipatuhi, Tetapi Orang-Orang Shu
Tidak Bersalah Dan Mereka Tidak Dapat Menghindar Dari Peperangan Yang Keji Ini. Mereka Harus
Dikasihani Jadi Setelah Kau Melintasi Perbatasan, Kau Tidak Boleh Menyakiti Rakyat Dan Membunuh
Sembarangan." Kemudian Penampakan Itu Menghilang Setela Dia Megibaskan Jubahnya Tanpa Menjawab
Pertanyaan Zhong Hui. Zhong Hui Bangun Dan Sadar Bahwa Dia Telah Bermimpi, Tetapi Dia Merasa
Bahwa Arwah Dari Zhuge Liang Telah Mengunjungi Dia Dan Dia Sangat Terkejut. Dia Memerintahkan
Pada Seluruh Pasukannya Untuk Membawa Bendera Yang Bertuliskan Kata-Kata, "Mengamankan Negara,
Menjaga Rakyat". Sehingga Semua Orang Tahu Bahwa Mereka Tidak Perlu Takut Pada Pasukan Zhong Hui
Karena Pasukan Zhong Hui Tidak Akan Menyakiti Rakyat. Jika Ada Seseorang Yang Dibunuh Maka Yang
Membunuh Akan Membayar Dengan Nyawannya. Hal Ini Membuat Banyak Rakyat Menaruh Simpati Pada
Pasukan Wei Sehingga Pasukan Wei Disambut Disetiap Tempat Yang Dilewatinya. Zhong Hui
Menyakinkan Penduduk Bahwa Mereka Tidak Akan Dirugikan.
Jiang Wei Di Ta Zhing Mendengar Mengenai Invasi Pasukan Ini Dan Menulis Surat Kepada 3 Orang
Jendral, Zhang Yi, Liao Hua Dan Dong Jue Untuk Menyiapkan Pasukan Mereka Masing-Masing Dan
Bergerak Untuk Melawan Musuh Sementara Dia Mempersiapkan Pasukannya Untuk Memukul Mundur
Musuh. Segera Pasukan Wei Tiba Dan Dipimpin Oleh Wang Qi, Gubernur Dari Tian Shui. Ketika Telah
Cukup Dekat Wang Qi Berteriak, "Pasukan Kamu Seluruhnya Berjumlah 1.000.000 Prajruit, Jendral Kami
Ribuan. 2 00.000 Sekarang Bergerak Akan Melawanmu Dan Cheng Du Telah Jatuh. Jika Kau Telah
Mengetahui Ini Semua Tetapi Juga Tidak Menyerah Artinya Kamu Tidak Mengerti Mengenai Titah Langit
Yang Agung." Jiang Wei Segera Keluar Membawa Tombaknya. Wang Qi Hanya Mampu Melawan Jiang
Wei Sebanyak 3 Jurus Saja Sebelum Akhirnya Mundur. Jiang Wei Terus Mengejarnya Tetapi Setelah 15 Li
Dia Bertemu Dengan Pasukan Lain Yang Membawa Bendera Bertuliskan Qiang Hong, Gubernur Long Xi.
"Tikus Mati ! Bukan Tandinganku" Kata Jiang Wei Tersenyum. Menganggap Remeh Lawannya, Dia
Membawa Pasukannya Untuk Terus Mengejar Mereka Dan Musuhpun Akhirnya Mundur. Dia Kemudiam
Terus Mendesak Musuh Sampai Sejauh 5 Li Dan Kemudian Pasukan Deng Ai Tiba. Segera Pertempuran
Besar Terjadi Tetapi Kedua Belah Pihak Juga Tidak Ada Yang Mendapatkan Kemenangan, Akhirnya
Mereka Mundur Dan Mulai Membuat Kemah Yang Berhadap2an. Kemudian Didalam Kemahnya Jiang Wei
Mendapatkan Laporan, "Gubernur Jin Cheng, Yang Xin Telah Menghancurkan Perkemahan Kita Di Gan
Song." Kabar Buruk Ini Membuat Jiang Wei Harus Meninggalkan Kemahnya Itu, Dia Berkata Pada Para
Perwiranya Untuk Tetap Mengibarkan Panji-Panji Perang Atas Namanya Untuk Menipu Deng Ai Sementara
Dia Akan Berusaha Untuk Merebut Kembali Kemah-Kemahnya Yang Telah Direbut Oleh Musuh. Dalam
Perjalanannya Dia Bertemu Dengan Yang Xin, Tetapi Yang Xin Tidak Memiliki Nyali Untuk Bertempur
Dengan Jiang Wei Dan Segera Lari Keatas Bukit. Jiang Wei Terus Mengejar Keatas Bukit Tetapi Pasukan
Wei Yang Bertahan Diatas Bukit Menjatuhkan Batu-Batu Besar Dan Juga Kayu2 Besar Untuk Menahan
Pasukan Shu. Jiang Wei Akhirnya Kembali Lagi Kekemahnya Tetapi Dalam Perjalanan Kembali Dia
Bertemu Dengan Pasukan Shu Yang Kalah Karena Deng Ai Berhasil Menghancurkan Pasukannya. Jiang
Wei Terkepung Pasukan Wei Tetapi Berhasil Meloloskan Diri Dan Memukul Mundur Mereka, Karena Tidak
Mau Terlalu Jauh Masuk Dalam Daerah Musuh Maka Jiang Wei Segera Kembali Kekemah Utamanya Di Ta
Zhong. Kemudian Datang Kabar, "Zhong Hui Telah Berhasil Menguasai Benteng Yang Ping, Jiang Shu
Telah Menyerah Sementara Jendral Fu Qian Telah Gugur Dimedan Pertempuran. 
bersambung

No comments:

Post a Comment