Sam kok
Oleh Luo Guanzhong.
Kaisar Cao Mao Terdiam Seribu Bahasa. Dia Kemudian Kembali Keruangannya Beserta Menteri Wang Jing,
Penasehat Wang Shen Dan Jendral Kavaleri,Wang Ye Dan Mereka Pergi Ke Ruangan Pribadi Kaisar Untuk
Berkonsultasi. Cao Mao Sangat Sedih Disana Memikirkan Kejadian Yang Baru Saja Dialaminya.
Dia Berkata, "Tidak Diragukan Lagi Bahwa Sima Zhao Ingin Merebut Takhtaku. Semua Tahu Hal Itu.
Tetapi Aku Tidak Akan Duduk Diam Saja Menunggu Harga Diriku Di Injak-Injak. Apakah Tuan-Tuan
Sekalian Tidak Ada Yang Dapat Membantuk Untuk Menyingkirkan Orang Itu ?"
"Dia Tidak Boleh Kita Bunuh." Kata Wang Jing, "Dimasa Lalu, Dinegara Lu, Raja Zhao Tidak Sanggup
Menahan Popularitas Keluarga Ji Dan Dia Kemudian Melarikan Diri Sehingga Akhirnya Kehilangan
Negerinya. Sima Zhao Dan Keluarganya Telah Memegang Kekuasaan Terlalu Lama Dan Memiliki Banyak
Pendukung. Yang Mulia Hanya Memiliki Sedikit Pendukung Dan Posisi Yang Mulia Dalam Hal Ini Sangat
Lemah. Menurut Hamba Kita Masih Harus Menunggu Dan Janagan Bertindak Gegabah."
"Jika Aku Dapat Menanggung Beban Ini Maka Tidak Ada Hal Lain Yang Tidak Dapat Aku Tanggung !
Tetapi Aku Akan Melakukan Sesuat Dan Jika Aku Mati, Maka Apa Masalahnya ? " Kata Cao Mao Dengan
Geramnya.
Dia Kemudian Pergi Menemui Ibu Suri.
Wang Shen, Wang Jing Dan Wang Ye Kemudian Duduk Diluar Untuk Berbicara.
"Masalah Ini Adalah Urusan Besar, Kecuali Kalau Kita Ingin Dihukum Mati Dan Seluruh Keluarga Kita
Menderita, Maka Lebih Baik Kita Pergi Dan Memperingatkan Sima Zhao." Kata Wang Shen.
Saran Ini Membuat Wang Jing Marah Dan Berkata, "Kesedihan Kaisar Kita Itu Harusnya Membuat
Menteriduanya Malu. Berani Sekali Kau Merencanakan Pengkhianatan ?"
Wang Jing Tidak Ingin Lagi Mendengar Hal Ini Dan Dia Pun Pergi. Kedua Orang Yang Lainnya Langsung
Menuju Kediaman Perdana Menteri Untuk Menceritakan Kejadian Ini.
Segera Setelah Itu, Cao Mao Muncul Untuk Memanggil Kepala Pengawalnya, Jiao Bo Dan Memintanya
Untuk Mengumpulkan Pasukan Sebanyak Mungkin. Jiao Bo Mengumpulkan Sekitar 3 00 Prajurit Dan
Dengan Pasukan Kecil Ini Dia Mengawal Kaisar Cao Mao Yang Duduk Diatas Tandunya Dengan Pedang
Ditangan. Mereka Kemudian Bergerak Menuju Selatan.
Wang Jing Kemudian Bersujud Didepan Tandu Cao Mao Untuk Membatalkan Niatannya Itu.
"Untuk Melawan Sima Zhao Dengan Pasukan Kecil Ini Sama Artinya Dengan Membawa Domba Memasuki
Rahang Harimau. Untuk Mati Seperti Itu Adalah Pengorbanan Sia-Sia . Hamba Bukan Orang Yang Takut
Mati, Tetapi Kematian Seperti Ini Adalah Sia-Sia ." Kata Wang Jing.
"Jangan Kau Halangi Aku. Aku Telah Memutuskan Untuk Melakukan Hal Ini." Jawab Kaisar Cao Mao
Menuju Gerbang Naga.
Kemudian Jia Chong Terlihat. Dia Bersenjata Lengkap Dan Menaiki Seekor Kuda. Disampingnya Ada 2
Orang Jendral Yaitu Cheng Zu Dan Cheng Ji Dan Dibelakang Merka Ada Pasukan Bersenjatakan Lengkap.
Kemudian Cao Mao Mengangkap Pedangnya Dan Bertriak, "Aku Adalah Putra Langit, Siapakah Yang
Berani Untuk Menghalangiku ? Apakah Kau Datang Kemari Untuk Membunuhku ?"
Kemudian Jia Chong Berkata Pada Cheng Ji, "Apa Yang Telah Diajarkan Sima Zhao Padamu Selama Ini
Telah Tiba Saatnya Kau Jalankan."
Cheng Ji Mengerti Maksudnya Dia Mengambil Tombaknya Lalu Berkata Pada Jia Chong, "Mati Atau Hidup
?"
"Tuan Sima Zhao Berkata Bahwa Orang Itu Harus Mati." Balas Jia Chong.
Cheng Ji Kemudian Berkuda Dan Menerjang Menuju Tandu Kaisar Wei.
"Bedebah ! Berani Sekali Kau Menyerangku !!!" Teriak Kaisar Wei.
Tetapi Hal Itu Merupakan Kata-Kata Terakhir Sang Kaisar, Karena Cheng Ji Menusukan Tombaknya Tetap
Di Badannya Sehingga Cao Mao Akhrinya Meninggal Dengan Mengenaskan Disamping Tandunya. Jiao Bo
Yang Ingin Melawan Akhirnya Harus Tewas Juga Dan Pasukannya Tercerai Berai.
Wang Jing Yang Mengikuti Rombongan Kaisar Segera Memaki-Maki Jia Chong Dan Berkata,
"Pemberontak ! Pengkhianat ! Berani Sekali Kau Membunuh Kaisar !!!"
Jia Chong Sangat Marah Dan Akhirnya Dia Memerintahkan Pengawalnya Menangkap Wang Jing Dan
Memukul Mulutnya Untuk Menghentikan Makian2 Itu.
Ketika Sima Zhao Diberitahukan Bahwa Kaisar Membawa Pasukan, Dia Segera Menuju Istana, Tetapi
Ketika Sampai Kaisar Telah Mati Terbunuh. Dia Kemudian Berpura-Pura Terkejut Dan Segera Berlutut
Disamping Tandu Kaisar Dan Menangis Tersedu-Sedu. Dia Juga Mengirimkan Utusan Untuk
Memberitahukan Kejadian Ini Pada Seluruh Pejabat Istana.
Ketika Wali Kekaisaran, Sima Fu Melihat Jasad Kaisar, Dia Segera Bersujud Disampingnya, Dalam
Tangisannya Dia Berkata, "Ini Adalah Kesalahanku Sehingga Mereka Membunuh Yang Mulia !"
Sima Fu Membawa Peti Mati Unutk Menaruk Jasad Kaisar Cao Mao Dan Kemudian Dibawa Ke Aula Barat
Untuk Disemayamkan. Kemudia Sima Zhao Masuk Kedalam Aula Itu Dan Segera Memanggil Seluruh
Kepala Pejabat. Mereka Semua Datang Kecuali Chen Tai. Sima Zhao Mengetahui Ketidak Hadirannya Dan
Segera Memanggil Kepala Sekertariat Xun Yi,Paman Dari Chen Tai, Untuk Memanggilnya.
Chen Tai Menangis Dan Berkata. "Orang-Orang Selalu Mengatakan Bahwa Aku Dan Pamanku Sama-Sama
Seorang Yang Bajik Tetapi Hari Ini Pamanku Tidak Bijak Dalam Menentukan Sikapnya."
Walaupun Begitu, Chen Tai Mematuhi Panggilan Itu Dan Dia Datang Dengan Berpakaian Duka Dan
Bersujud Didepan Peti Mati Kaisar. Sima Zhao Berpura-Pura Untuk Berduka Juga.
"Bagaimana Kita Bisa Mendapat Keadilan Dalam Masalah Ini ?" Kata Sima Zhao.
Jika Jia Chong Dihukum Mati Maka Keadilan Dapat Ditegakkan." Balas Chen Tai.
Sima Zhao Terdiam Dan Berpikir Cukup Lama Sebelum Akhirnya Dia Berkata, "Bagaimana Jika Kita
Kurangi Hukumannya ?"
"Aku Tidak Tahu Hukuman Apa Yang Lebih Ringan Dari Yang Seharusnya Dia Terima."
"Cheng Ji Adalah Yang Sebenarnya Melakukan Kekejian Ini. Dia Harus Dihukum Mati Dan Juga
Keluarganya." Kata Sima Zhao.
Segera Cheng Ji Mulai Memaki Sima Zhao Dan Berkata, "Ini Bukan Kesalahanku, Ini Adalah Perintah Jia
Chong Yang Mengatas Namakan Dirimu !"
Sima Zhao Memerintahkan Prajuritnya Untuk Memotong Lidah Cheng Ji Dan Meeka Melakukannya
Dihadapan Para Pejabat. Cheng Ji Dan Cheng Zu, Kedua Nya Dihukum Mati Di Pasar Dan Seluruh Keluarga
Mereka Juga Dihukum Penggal.
Wang Jing Dan Seluruh Keluarganya Dipenjarakan. Dia Berdiri Didepan Pengadilan Ketika Dia Melihat
Ibunya, Wang Zhao, Dibawa Dalam Pakaian Tahanan.
Dia Segera Bersujud Dan Membenturkan Kepalanya Ketanah Serta Menangis Dan Berkata, "Anakmu Yang
Tidak Berbakti Ini Telah Membawa Bencana Pada Ibunda Yang Mulia !"
Tetapi Ibunya Tertawa.
"Siapa Yang Tidak Akan Mati ??? Yang Harus Ditakuti Adalah Mati Untuk Hal Yang Salah. Siapa Yang
Akan Menyesal Jika Harus Mati Karena Menjunjung Tinggi Kesetiaan ?"
Ketika Keesokan Harinya Seluruh Keluarga Itu Dibawa Ketempat Hukuman Mati, Anak Dan Ibu Saling
Bertatapan. Ibunya Berkata, "Anakku, Kau Telah Membuatku Bangga !". Kedua Nya Pun Tersenyum Dan
Tak Lama Berselang Kepala Dan Badan Merekapun Terpisah. Seluruh Kota Menangisi Mereka Dalam
Kesedihan. Dan Di Musim Panas Itu Tiba-Tiba Salju Turun Dari Langit Sebagai Tanda Langit Menyaksikan
Ketidak Adilan Yang Terjadi.
Wali Kekaisaran Sima Fu Menyarankan Agar Jasad Kaisar Cao Mao Di Makamkan Di Makan Kekaisaran
Dan Sima Zhao Pun Setuju. Jia Chong Dan Yang Lainnya Menyarankan Pada Sima Zhao Untuk Mengambil
Singasana Dan Menjadi Kaisar. Tetapi Sima Zhao Menolaknya.
"Sebelumnya Dimasa Lalu, Raja Wen Menguasai 2 / 3 Wilayah Zhou, Tetapi Dia Tetap Melayani Dinasti
Shang Sampai Berakhir. Oleh Karena Itu Konfusiur Menyebutnya 'Kebajikan Yang Sempurna'. Kaisar Cao
Cao Tidak Mau Menggantikan Han Dan Demikian Pula Aku Tidak Akan Menerima Takhta Wei."
Mereka Yang Mendengar Hal Ini Merasa Bahwa Maksud Dari Kata-Kata Tersebut Adalah Untuk
Dikemudian Hari Menempatkan Anaknya, Sima Yan Diatas Takhta Kaisar. Akhirnya Merekapun Berhenti
Membujuknya Untuk Bertindak.
Pada Bulak Ke 6 Di Tahun Yang Sama, Cao Huang, Raja Muda Dari Chang Dao, Diangkat Menjadi Kaisar.
Masa Pemerintahan Berubah Menjadi Masa Jing Yuan Tahun Ke 1 (Tahun 2 61). Cao Huang Adalah Putra
Dari Cao Yu, Pangeran Dr Yan Dan Cucu Dari Cao-Cao.
Sima Zhao Diangkat Menjadi Perdana Menteri Dan Diberi Gelar, Raja Muda Jin. Dia Juga Menerima
Banyak Hadiah Yaitu Berubah 100.000 Keping Emas Dan 10.000 Gulung Sutra. Seluruh Pejabat Juga
Diberikan Promosi Dan Kehormatan.
Ketika Apa Yang Terjadi Di Wei Terdengan Sampai Di Shu, Jiang Wei Mengambil Kesempatan Ini Untuk
Mengadakan Ekspedisi Lagi. Akhirnya Surat Dikirimkan Pada Wu Untuk Membantunya Dan Juga Pada
Istana Cheng Du. Pasukan Disiapkan Dan Berjumlam 150.000 Prajurit. Liao Hua Dan Zhang Yi Menjadi
Pemimpin Pasukan Didepan, Liao Hua Harus Bergerak Menuju Lembah Zi Wu Dan Zhang Yi Menuju
Lembah Luo, Sementara Jiang Wei Mengambil Jalan Menuju Lembah Xie. Mereka Segera Bergerak Dan
Menuju Qishan.
Deng Ai Masih Berada Di Gunung Qi Shan Untuk Melatih Pasukan Wei Ketika Mendengar Pasukan Shu
Telah Kembali Menyerang. Dia Segera Memanggil Seluruh Bawahannya.
Dan Penasehat Wang Guan Berkata, "Aku Memiliki Sebuah Rencana, Tetapi Aku Tidak Akan
Mengatakannya Secara Langsung. Aku Telah Menuliskannya Didalam Surat Ini Untuk Tuan
Pertimbangkan."
Deng Ai Kemudian Mengambil Surat Itu Dan Membacanya.
"Walaupun Rencana Ini Baik, Tetapi Aku Khawatir Ini Belum Cukup Untuk Mengatasi Jiang Wei." Kata
Deng Ai Setelah Selesai Membacanya.
"Aku Akan Mempertaruhkan Nyawaku Untuk Hal Itu." Kata Wang Guan.
"Karena Kau Sudah Sangat Yakin Maka Kau Boleh Mencoba Rencanamu Ini. Kau Harus Pastikan Bahwa
Rencanamu Ini Berhasil."
Akhirnya 5.000 Prajurit Terlatih Diberikan Dibawah Wang Guan Dan Mereka Segera Menuju Ke Lembah
Xie Dimana Disana Mereka Bertemu Dengan Pasukan Pengintai Shu.
Melihat Hal Ini, Wang Guan Berkata, "Katakan Pada Tuanmu Kami Ingin Bergabung Dengan Pasukan Shu."
Akhirnya Pasukan Pegintai Itu Memberitahukan Pada Jiang Wei Yang Berkata, "Kalian Awasi Pasukan
Mereka Dan Persilahkan Pimpinan Pasukannya Untuk Menemuiku."
Wang Guan Akhirnya Datang Menemui Jiang Wei Yang Segera Berlutut Begitu Bertemu Dan Berkata," Aku
Adalah Keponakan Dari Wang Jing Dan Aku Sangat Membenci Sima Zhao Atas Apa Yang Telah
Dilakukannya Pada Kaisar Dan Pada Keluargaku. Aku Mohon Ijinkan Aku Dan 5.000 Prajuritku Untuk
Bergabung Dengan Pasukanmu. Aku Juga Berharap Agar Dapat Dikirim Untuk Melawan Pasukan Wei Agar
Dapat Membalaskan Dendam Pamanku."
Kemudian Jiang Wei Berkata,"Karena Kau Sungguh Tulus Maka Aku Akan Memberimu Kesempatan. Salah
Satu Hal Yang Kita Perlukan Sekarang Adalah Beras. Banyak Sekali Beras Di Perbatasan Shu Dan Aku
Harap Kau Dapat Membawanya Ke Qi Shan Jadi Aku Dapat Menempatkan Pasukanku Di Qishan Dan
Merebut Kemah Deng Ai Disana."
Jawaban Ini Menyenangkan Hati Wang Guan Yang Melihat Bahwa Jiang Wei Akan Masuk Dalam
Jebakannya. Akhirnya Dia Langsung Setuju.
"Tetapi Kau Tampaknya Tidak Akan Memerlukan 5.000 Prajuritmu Untuk Tugas Ini. Bawalah 3 .000 Untuk
Melakukan Tugasmu Dan Biarkan 2 .000 Orang Sebagai Penunjuk Jalan Untukku."
Wang Guan Yang Berpikir Akan Mencurigakan Jika Dia Menolkanya Akhirnya Setuju Untuk Membawa 3
.000 Prajurit Dan Segera Pergi. Dan Sementara Yang 2 .000 Lainnya Ditinggalkan Didalam Pasukan Shu.
Kemudian Xiahou Ba Datang Bertemu Dengan Jiang Wei, Dia Kemudian Berkata, "Komandan, Kenapa Kau
Mempercayai Cerita Wang Guan Ini ? Di Wei Aku Tidak Pernah Mendengar Kalau Wang Guan Memiliki
Hubungan Dengan Wang Jing. Kau Harus Waspada Dengan Hal Ini, Karena Terlalu Banyak Alasan Didalam
Ceritanya."
"Aku Tahu Hal Ini. Oleh Karena Itu Aku Mengambil Sebanyak Mungkin Pasukannya. Aku Akan Melawan
Siasat Ini Dengan Siasatku." Kata Jiang Wei Dengan Tersenyum.
"Bagaimana Kau Tahu Bahwa Dia Itu Memiliki Siasat ?"
"Sima Zhao Ini Sangat Ahli Dan Licik Sama Seperti Cao-Cao. Jika Dia Membunuh Seluruh Keluarga Wang
Jing, Apakah Dia Akan Meninggalkan Seorang Keponakannya Dan Mengirimkannya Menjadi Jendral Untuk
Menjaga Perbatasan Diluar Kontrolnya ? Kau Telah Melihat Hal Ini, Begitu Pula Aku."
Akhirnya Jiang Wei Tidak Mengerahkan Pasukannya Keluar Dari Lembah Xie, Tetapi Menyiapkan
Penyergapan Untuk Menunggu Gerakan Pasukan Wang Guan. Dan Benar, Dalam Waktu 10 Hari, Pasukan
Itu Menangkap Utusan Yang Membawa Surat Dari Wang Guan Kepada Deng Ai Yang Isinya Menceritakan
Apa Yang Terjadi. Dari Surat Itu, Jiang Wei Mempelajari Bahwa Wang Guan Berencana Untuk Membawa
Persediaan Itu Menuju Perkemahaan Wei Pada Tanggal 2 0 Nanti Dan Deng Ai Harus Mengirim Pasukan Ke
Lembah Yun Shan Untuk Membantu.
Jiang Wei Menghukum Mati Pembawa Pesan Itu Dan Dia Mengirim Utusan Lain Yang Menyamar Sebagai
Utusan Wang Guan Untuk Membawa Surat Yang Sama Dengan Tanggal Yang Telah Dimajukan Menjadi
Tanggal 15.
Sebagai Persiapan, Jiang Wei Memerintahkan Kereta-Kereta Persediaan Barang Untuk Dikosongkan Dan
Diisi Dengna Jerami Kering Dan Bahan2 Mudah Terbakar. Ke 2 .000 Prajurit Wang Guan Diperintahkan
Untuk Mengawal Kereta-Kereta Itu. Kemudian Jiang Wei Dan Xiahou Ba Menyiapkan Pasukan Untuk
Melakuakn Penyergapan Sementara Jiang Shu Diperintahkan Unutk Membawa Pasukan Kelembah Xie Dan
Liao Hua Serta Zhang Yi Unutk Merebut Qi Shan.
Surat Itu Akhirnya Sampai Ditangan Deng Ai Yang Mempercayai Bahwa Surat Itu Adalah Asli Dikirimkan
Oleh Wang Guan. Dia Menulis Balasan Dan Setuju Untuk Mengirimkan Pasukan Pada Tgl 15. Jadi Ketika
Hari Itu Tibam, Deng Ai Memimpin 50.000 Prajurit Untuk Menuju Lembah Yun Shan. Dan Pasukan
Pegintai Melaporkan Melihat Banyak Sekali Kereta Persediaan Bergerak Menuju Tempat Itu. Ketika Deng
Ai Melihat Lebih Dekat, Dia Memperhatikan Bahwa Prajurit-Prajurit Pengawal Kereta-Kereta Itu Adalah
Pasukan Wei.
Bawahannya Berkata,"Hari Sudah Akan Gelap Jendral. Cepatlah Kita Tolong Wang Guan Untuk Mengawal
Kereta-Kereta Persediaan Itu Melewati Lembah !"
"Gunung Didepan Sana Sangat Berbahaya, Jika Musuh Telah Menyiapkan Pasukan Penyergap Maka Kita
Akan Sulit Untuk Lolos. Kita Akan Menunggu Disini."
Tiba-Tiba 2 Prajurit Berkuda Tiba Dan Melaporkan, "Jendral Wang Guan Telah Melewati Mulut Lembah
Dan Dia Sedang Dikejar Pasukan Shu. Bala Bantuan Sangat Diperlukan !"
Deng Ai Menyadari Pentingnya Permintaan Itu Segera Memberi Perintah Untuk Maju. Ketika Malampun
Tiba, Saat Itu Bulan Purnama Menyinari Malam Sehingga Malam Itu Sangat Terang. Tiba-Tiba Terdengar
Bunyi Teriakan Dibalik Bukit Dan Deng Ai Hanya Dapat Mengira Bahwa Itu Adalah Bunyi Pertempuran
Antara Wang Guan Dan Pasukan Shu Yang Mengejar.
Akhrnya Deng Ai Segera Menuju Keatas Bukit Itu. Tetapi Tiba-Tiba Dari Balik Rerumputan Dan Semak-
Semak Muncul Pasukan Shu Yang Dipimpin Oleh Fu Qian.
"Deng Ai Kau Sungguh Bodoh ! Kau Baru Saja Masuk Dalam Perangkap Jendral Kami. Turunlah Dari
Kudamu Dan Menyerah !"
Deng Ai Kemudian Terkejut Dan Berusaha Unutk Berbalik Dan Mundur. Tetapi Tiba-Tiba Kereta-Kereta
Persediaan Itu Terbakar. Api Itu Menjadi Tanda Bagi Pasukan Shu Yang Lain Untuk Keluar Dan
Menyerang.
Dia Mendengar Teriakan Dari Segala Arah Yang Berbunyi, "1.000 Keping Emas Bagi Yang Dapat
Menangkap Deng Ai Dan Juga Gelar Bangsawan !!!"
Dengan Ketakutan ,Deng Ai Membuang Senjatanya Dan Melepaskan Baju Perangnya. Dia Turun Dari
Kudanya Dan Berbaur Dengan Pasukan Infantrinya Yang Melarikan Diri Menuju Daerah Perbukitan. Jendral
Shu Hanya Mengejar Mereka Yang Berada Diatas Kuda Dan Tidak Mengira Bahwa Deng Ai Melarikan Diri
Dengan Bejalan Kaki. Akhirnya Deng Ai Pun Lolos.
Jiang Wei Mengumpulkan Pasukannya Yang Memenangkan Pertempuran Dan Pergi Untuk Menemui Wang
Guan Dan Konvoinya.
Setelah Membuat Semua Persiapan, Wang Guan Akhirnya Mengetahui Bahwa Rencananya Telah Gagal.
"Siasatmu Telah Diketahui Dan Deng Ai Telah Mengalami Kekalahan !" Kata Salah Seorang Anak Buah
Wang Guan.
Wang Guan Kemudian Mengirim Pasukan Pengintai Untuk Mengkonfirmasikan Kebenaran Cerita Ini.
Pasukan Pengintai Itu Kembali Dan Melaporkan Juga Bahwa Pasukan Shu Sedang Datang Menuju
Kearahnya. Karena Tidak Ada Jalan Lain Maka Wang Guan Memerintahkan Pasukannya Untuk Membakar
Kereta-Kereta Persediaannya Sehingga Api Besar Membumbung Keangkasa.
"Ini Saatnya Bertempur Sampai Mati !" Kata Wang Guan.
Dia Memimpin Pasukannya Kearah Barat, Tetapi Pasukan Shu Terus Mengejarnya. Jiang Wei Berpikir
Wang Guan Akan Berusaha Untuk Kembali Ke Wei Tetapi Wang Guan Bergerak Menuju Han Zhong.
Karena Pasukannya Terlalu Kecil Maka Wang Guan Tidak Berani Untuk Menyerang Secara Terbuka Tetapi
Dia Memerintahkan Pasukannya Untuk Membakar Jembatan, Pos-Pos Pejagaan, Dan Pos-Pos Militer
Lainnya. Jiang Wei Mengirim Pasukan Melalui Jalan Pintas Secepat Mungkin Untuk Mengejar Wang Guan.
Setelah Terkepung Dari Segala Sisi Maka Wang Guan Akhirnya Melakukan Bunuh Diri Dengna Melompat
Kedalam Sungai Naga Hijau Dan Akhirnya Tewas. Seluruh Pasukannya Yang Tersisa Akhirnya Terbunuh.
Walaupun Kemenangan Telah Didapat Dan Wang Guan Terbunuh, Tetapi Semua Itu Harus Dibayar Cukup
Mahal. Banyak Kereta Persediaan Dan Beras Yang Musnah Serta Jalur2 Dan Pos-Pos Militer Di Han Zhong
Banyak Yang Hancur. Jiang Wei Akhirnya Memimpin Pasukannya Kembali Ke Han Zhong.
Deng Ai Kemudian Kembali Ke Qi Shan. Dari Sana Dia Melaporkan Kekalahannya Pada Kaisar Wei Dan
Memohon Untuk Diturunkan Jabatannya Sebagai Hukuman. Tetapi Sima Zhao Melihat Bahwa Deng Ai
Telah Berjasa Besar, Sehingga Dia Tidak Menurukan Jabatannya. Dia Malah Mengirimkan Hadiah Besar
Yang Oleh Deng Ai Dibagikan Kepada Keluarga Para Prajuritnya Yang Telah Meninggal. Sima Zhao Juga
Mengirimkannya 50.000 Prajurit Sebagai Pasukan Tambahan Jika Shu Berani Untuk Menyerang Kembali.
Jiang Wei Saat Ini Sedang Kembali Membangung Pos-Pos Militer Dan Kereta-Kereta Persediaan Untuk
Memulai Ekspedisi Lagi.
Menjadi Petani, Jiang Wei Menghindari Bencana.
Pada Musim Gugur Di Tahun Ke 5 Masa Jing Yao Menurut Kalender Shu (Tahun 2 6 2 M). Jiang Wei
Seddang Sibuk Mempersiapkan Ekspedisi Berikutnya. Dia Menratakan Bukit Dan Memperbaiki Jalan-Jalan,
Memobilisasi Tentara, Menimbun Persediaan, Membuat Perahu Dan Rakit2 Dan Sebagainya. Setelah
Semuanya Selesai, Dia Mengirim Surat Menuju Cheng Du Untuk Meminta Ijin Agar Dapat Menyerang Wei.
Kaisar Liu Chan Tidak Langsung Setuju.
Ketika Dia Sedang Ragu-Ragu, Qiao Zhou Berdiri Dan Berkata, "Hamba Telah Mengamati Langit Dan
Melihat Bahwa Bintang Kepemimpinan Di Shu Sedang Redup. Ekspedisi Kali Ini Akan Gagak Dan Aku
Harap Yang Mulia Tidak Menyetujuinya."
Kaisar Liu Chan Kemudian Berkata, "Mari Kita Lihat Dahulu Hasilnya Kali Ini. Jika Gagal, Maka Perang
Akan Dihentikan."
Qiao Zhou Mencoba Untuk Membujuk Kaisar Liu Chan Tetapi Kaisar Liu Chan Tetap Pada Keputusannya.
Akhirnya Qiao Zhou Kembali Kekediamannya Dan Jatuh Sakit.
Dan Sebagai Bagian Persiapan Akhir, Jiang Wei Bertanya Pada Liao Hua, "Kali Ini Kita Harus Dapat
Mencapai Dataran Tengah. Apa Saranmu Untuk Memulainya ?"
"Aku Tidak Berani Untuk Memberi Saran Pada Anda, Jendral. Selama Bertahun-Tahun Kita Telah
Bertempur Dan Tidak Pernah Beristirahat. Deng Ai Adalah Lawan Yang Sangat Tangguh Dan Sangat Ahli
Dalam Strategi, Jadi Kau Harus Harus Mmengusahakan Yang Terbaik Dari Dirimu."
bersambung
No comments:
Post a Comment