Friday, April 30, 2010

arti simbolisme kelinci di china

arti simbolisme kelinci di china


Latar belakang sejarah .


Thursday, April 29, 2010

Too Tik Keng - 21

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
translation by Mr . Lie Tjie Khay , 1953 .

Chapter 21: Gone something worthwhile except Tao.

  1. The biggest virtue only in accordance with the Tao.
  2. Tao as a nebulous character of the object.
  3. In the confusion that can be seen in passing the existence of all properties.
  4. In the confusion that can be seen with a cursory manner the existence of something.
  5. In cases where it is hidden and in between there is the essence of mystery.
  6. The essence is very pure and contains the basic truths that can be trusted authenticity.
  7. Since first until now and future, his name can not be lost.
  8. To investigate the origin of the universe, how I can know the condition of the origin of this natural? Is based on the investigation of here.


Article 1:
What if the understanding and neyakini Tee Ching Taoist scripture, we will always get the reality of a very noble nature of the Tao and its force strength of his invaluable, and it is no virtue of his appeal.

Tao maintains all creatures, but do not own or control it.
Devoted love, support and create the entire universe with its contents, but do not boast, his wit and wisdom, help and make the services, but without asking for wages, without asking praise and gratitude revenge.
Then the only virtue of Tao sejalah which can be made by the human example and role model.

His example of a benevolent accordance with Tao, despite his great power, his high position and wealth, his possessions,
But not arrogant and does not boast, let alone use his powers to impose his will, although for the good of the person.
Even rather low effective, respectful and polite, like water properties despite its enormous power of his no comparison in this world, but always able to adjust, be soft and satisfied with the lowest position.
Thus the nature of Tao in accordance with the highest virtue in the world.

Article 2:
Tao can not be discussed, because of its widespread it no limit, until the eighth of his speech only to limit his character and nature of the Tao are not limited to it.

Article 3 and 4:
Even though I could say that the Tao does not have the appearance and did not have the nature, but that does not mean that Tao does not exist, has been told by Lao Tse in the Tao is there, and his presence was undeniable truth, therefore there is not something could of course, have the nature and appearance, although its appearance and properties of very faint.
Lao Tse as evidenced by remarks saying that there was an object of the unseen and subtle, that his age was older than the heavens and the earth, its nature eternal and everlasting.
I do not know his name, with its forced me call Tao.
This remark as evidence that Tao has a visual and nature, but the appearance and properties of very faint, so not likely to be in recognizable by humans.

Article 5 and 6:
.
Some of this expression is spread by his magic and vague nature of the Tao was there, but in essence there was confusion that has great supernatural forces that can create all things, support and maintain it perfectly, with no limit to it and forever him.

Article 7:
Against the great law of nature, although each of the human race has its own title, but its just one manifestation of his eternal and immortal nature, as well as for her forever can not disappear.


Article 8:
Lao Tse as have been made to perfection and magnanimity united in Tao, so he knows his deep-in every home of all things and beings throughout the universe, so that the origin of heaven and earth to know as clearly as any in his.
His knowledge of all of this based on the notion that the origin of goods by him called the Tao.

In these 21 chapters, Lao Tse said that in all of nature has nothing to something worthwhile for the group created a model / example, and can be adopted.
Unless virtue of its very nature of Taoist magic and vague, but in the dusk with her at first glance it appears there was a way of nature.
Therefore the Tao is in acknowledge as reality, something that there would also show the character and appearance though very vague and mysterious.

Further stated that among the supernatural, there is the essence of which has a supernatural force him invaluable major, so it can create, keep and maintain all the creatures in the whole universe is infinite in time.
This essence is very pure and contains the basic truths that can be believed, it can count on his honesty, his benevolence and his majesty, so long ago until the present and future will never disappear.
He who unites himself with Tao her, not only will gain the perfection of life and inner kententraman, but also the wisdom, so knowing the origin of goods and things of all things, beings and people of God throughout the natural world and all it is based on the provisions that have been explained above.


----------------------------------------ooOOoo--------------------------------------

Too Tik Keng, volume 21

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
Terjemahan Bapak Lie Tjie Khay , 1953 .

Bab 21 : Tiada sesuatu yang berharga kecuali Tao .


  1. Kebajikan yang terbesar hanya sesuai dengan Tao .
  2. Tao sebagai benda bersifat samar-samar .
  3. Di dalam kesamaran itu dengan sepintas lalu dapat dilihat adanya semua sifat .
  4. Di dalam kesamaran itu dengan sepintas lalu dapat dilihat adanya sesuatu rupa .
  5. Di dalam keadaan tersembunyi dan di antara kegaiban terdapat inti sari.
  6. Inti sari itu amat murni dan di dalamnya berisi pokok kebenaran yang dapat dipercaya keasliannya.
  7. Sejak dulu hingga kini dan masa yang akan datang namanya tidak bisa hilang .
  8. Untuk menyelidiki asal mula dari alam ini , bagaimana aku sampai dapat mengetahui kondisi asal mula dari alam ini ? Ialah berdasarkan penyelidikan dari sini .


Pasal 1 :
Apa bila memahami dan neyakini isi kitab Tao Tee Ching , senantiasa kita akan mendapat kenyataan dari sifat Tao yang amat luhur dan gaya kekuatan nya yang tak ternilai besar nya , serta kebajikan nya yang tak ada bandingan nya .

Tao memelihara segala makhluk , tetapi tak memiliki / menguasai nya .
Mencurahkan cinta kasih , menghidupi dan mencipta seluruh alam dengan isi nya , tetapi tak membanggakan diri , kepandaian dan kebijaksanaan nya , menolong dan membuat jasa-jasa , tetapi tanpa meminta upah , tanpa minta pujian dan pembalasan budi .
Maka hanya kebajikan dari Tao sejalah yang dapat di buat contoh dan teladan oleh manusia .

Misal nya seorang budiman yang sesuai dengan Tao , walaupun besar kekuasaan nya , tinggi kedudukan nya dan kaya raya , harta benda nya ,
Namun tak sombong dan tak membanggakan diri nya , apalagi menggunakan kekuasaan nya untuk memaksakan kehendak nya , meskipun untuk kebaikan orang tersebut .
Bahkan suka berlaku rendah , hormat dan sopan-santun , bagaikan sifat air yang meskipun amat besar tenaga nya tak ada bandingan nya di dunia ini , tetapi senantiasa dapat menyesuaikan diri , bersikap lunak dan puas dengan kedudukan yang paling rendah .
Demikianlah sifat Tao yang sesuai dengan kebajikan yang paling tinggi di seluruh dunia .

Pasal 2 :
Tao tak dapat dibicarakan , karena luas nya tak ada batas nya , hingga pembicaraan peri hal nya hanya membatasi sifat nya dan sifat yang terbatas bukan Tao ada nya .

Pasal 3 dan 4 :
Walau pun dikatakan bahwa Tao itu tak mempunyai rupa dan tak mempunyai sifat , akan tetapi bukan berarti Tao itu tak ada , telah di katakan oleh Lao Tse bahwa Tao itu ada , dan keberadaan nya tak dapat disangkal kebenaran nya , maka dari itu sesuatu yang ada tak bisa tentu , mempunyai sifat dan rupa , meskipun rupa dan sifat nya sangat samar .
Terbukti dengan ucapan Lao Tse yang mengatakan bahwa ada suatu benda yang gaib dan samar , yang usia nya lebih tua dari langit dan bumi , sifat nya kekal dan abadi .
Aku tak mengetahui nama nya , dengan terpaksa aku menyebut nya Tao .
Ucapan ini sebagai bukti bahwa Tao mempunyai rupa dan sifat , akan tetapi rupa dan sifat itu sangat samar , hingga tak mungkin untuk dapat di kenali oleh manusia.

Pasal 5 dan 6 :
.
Beberapa ungkapan ini membentangkan secara gaib dan samar ada nya sifat Tao itu , akan tetapi di dalam kesamaran nya terdapat inti sari yang mempunyai gaya gaib sangat besar yang dapat mencipta segala sesuatu , menghidupi dan memelihara dengan sempurna , tanpa ada batas nya dan untuk selama-lama nya .

Pasal 7 :
Terhadap hukum alam yang besar itu , walaupun tiap-tiap bangsa manusia mempunyai sebutan sendiri-sendiri , tetapi wujud nya hanya satu dan sifat nya kekal abadi , serta untuk selama-lama nya tak bisa lenyap .


Pasal 8 :
Lao Tse sebagai yang telah mem punyai kesempurnaan dan keluhuran budi hingga bersatu di dalam Tao , maka beliau pun mengetahui sedalam-dalam nya segala asal dari semua benda dan makhluk di seluruh alam ini , sehingga asal mula langit dan bumi pun di ketahui dengan sejelas nya .
Pengetahuan dari semua nya ini berdasarkan atas pengertian tentang pokok asal mula yang oleh beliau disebut Tao .

Dalam bab 21 ini , Lao Tse mengatakan bahwa di seluruh alam ini tak ada sesuatu yang berharga untuk di buat teladan / contoh serta dapat di anut .
Kecuali kebajikan dari Tao yang sifat nya amat gaib dan samar , akan tetapi di dalam kesamaran itu dengan sepintas lalu terlihat ada nya rupa dari sifat ,.
Oleh karena itu keberadaan Tao itu di akui sebagai kenyataan , sesuatu yang ada tentu juga menunjukan sifat dan rupa walaupun sangat samar dan gaib .

Lebih jauh di nyatakan bahwa di antara kegaiban itu terdapat inti sari yang mempunyai gaya gaib yang tak ternilai besar nya , sehingga dapat mencipta , menghidupi dan memelihara segala makhluk di seluruh semesta alam ini dalam waktu yang tak terbatas .
Inti sari ini sangat murni dan berisi pokok kebenaran yang dapat di percaya , maka dapat di andalkan kejujuran nya , kebajikan nya dan keluhuran nya , sehingga sejak dulu hingga kini dan masa yang akan datang tak akan bisa lenyap .
Barang siapa mempersatukan diri nya dengan Tao , bukan saja akan memperoleh kesempurnaan hidup dan kententraman batin , tetapi juga kebijaksanaan , sehingga mengetahui pokok asal mula dan hal segala benda , makhluk dan umat tuhan di seluruh alam dunia ini dan semua nya ini berdasarkan ketentuan yang telah di terangkan di atas .



-----------------------------------ooOO00------------------------------------



Monday, April 26, 2010

Too Tik Keng, volume 20

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
Terjemahan Bapak Lie Tjie Khay , 1953 .

Bab 20 : Menjauhkan masalah duniawi untuk bersatu dengan Tao .

  1. Tidak belajarpun tidak ada kesulitannya .
  2. Seberapakah perbedaannya antara yang pintar dan yang bodoh ?
  3. Apakah perbedaannya antara kebaikan dan keburukan ?
  4. Yang di segani orang lain , tidak dapat untuk tidak disegani ?
  5. Sulit untuk mengetahui peristiwa-peristiwa yang belum terjadi .
  6. Banyak orang tengah hanyut dalam arus kemewahan seperti tak henti-hentinya berpesta danging lembu di atas paseban dan menikmati pemandangan musim semi .
  7. Melainkan hanya aku sendiri dalam keadaan tenang , tiada keinginan , bagaikan anak kecil yang belum cukup setahu usiannya .
  8. Bagaikan anak piatu yang bergelandangan tidak punya rumah untuk pulang .
  9. Banyak orang mempunyai harta berlebihan , sedangkan aku sendirian bagaikan kehilangan segala-galanya .
  10. Aku bagaikan seorang dungu yang tidak mempunyai pikiran suatu apa , dengan pakaina compang-camping tidak menentu .
  11. Kebanyakan orang hidup mewah dan bergelimang harta , sedangkan aku sendiri tampak suram dan menjemukan . Umumnya orang bergembira dengan muka terang dan berseri-seri , sedangkan aku sendiri dalam keadaan kusut , lesu dan sepi .
  12. Akan tetapi aku senantiasa tenang bagaikan lautan yang teduh senantiasa bertiup kian kemari bagai hembusan angin .
  13. Banyak orang memiliki kemampuan , sedangkan aku sendiri hanay memiliki kebodohan .
  14. Hanya aku sendiri yang sangat berbeda denang orang lain dan tidak dapat terpisah dari dukungan Tao , bagaikan bayi yang tidak dapat berpisah dari sang ibu .



Pasal 1 :
Di dalam jaman teknologi ini , orang sangat menaruh perhatian terhadap ilmu pengetahuan , oleh karena setiap orang mengetahui bahwa ilmu pengetahuan sangat penting .
Dengan ilmu pengetahuan orang mendapat kedudukan yang baik dan dengan ilmu pengetahuan yang sempurna orang dapat mencapai keunggulan dalam lapangan pekerjaan .
Oleh sebab itu , setiap negeri berlomba-lomba untuk memajukan dan menyempurnakan ilmu pengetahuan nya karena di mana banyak orang terpelajar , negeri itu akan memperoleh kemajuan .
Akan tetapi dalam bidang kebatinan / keagamaan tak mengenal perbedaan antara yang terpelajar dan tak terpelajar , semua dapat menguji kebatinan , pokok nya asal saja dengan kesungguhan hati .
Bahkan ada yang berpendapat bahwa ilmu pengetahuan itu merupakan rintangan bagi mereka untuk mencapai kemajuan batin , karena orang terpelajar kurang percaya terhadap manfaat kebatinan / keagamaan dan selalu meminta bukti dan yang sesuai dengan apa yang dipikirkan nya .
Mereka terlalu sibuk dan tak memiliki kesempatan untuk melatih kemajuan jiwa , maka kebanyakan mereka kurang berminant terhadap kebatinan / keagamaan .
Karena kebatinan / keagamaan tak membedakan antara terpelajar dan tak terpelajar , walaupun tak terpelajar juga dapat menguji kebatinan ,
Itu sebab nya ada pepatah :
Belajar kebatinan tak dapat di nyatakan dengan selembar kertas .

Pasal 2 dan 3 :
Menurut pendapat Omar Ghayyam bahwa perbedaan antara baik dan buruk , benar dan palsu terpaut hanya selembar rambut saja . Pendapat itu bagi umum nya orang mungkin tak di percaya , karena umum nya orang akan menganggap bahwa perbedaan antara baik dan buruk itu seolah-olah seperti langit dan bumi .
Akan tetapi kalau kita mau merenungkan dengan sungguh-sungguh kita akan mendapat kenyataan bahwa pendapat itu samar juga .
Di sini kami ambil beberapa contoh dari dua macam perbuatan yang berbeda sifat , Akan tetapi kalau kita mau merenungkan dengan sungguh-sungguh kita akan mendapatkan kenyataan bahwa pendapat itu benar juga .

Di sini kami ( Bapak Lie Tjie Khay ) ambil beberapa contoh dari dua macam perbuatan yang berbeda sifat nya , tetapi wujud dari kedua perbuatan itu hampir sama , hingga dapat dikatakan hanya selembar rambut saja .

Misal nya perbuatan jujur dan perbuatan bodoh , antara kedua nya orang sering keliru , apakah dengan berlaku demikian itu di sebut jujur / bodoh ?
Sulit untuk membedakan !
Apa lagi yang dikatakan perbuatan berani dan perbuatan gegabah , juga antara sabar dan pengecut , antara pintar dan licik .
Ini adalah pasangan-pasangan yang wujud nya hampir sama dan perbedaan nya seujung rambut .
Pintar itu baik , sedangkan licik itu tak baik , tetapi wujud perbuatan itu hampir sama .
maka dalam bidang kebatinan orang perlu berlaku waspada , agar dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk .

Pasal 4 dan 5 :
Umum nya orang takut karena tak mengetahui apa yang terjadi di kemudian hari , tetapi bagi orang-orang kebatinan harus mengetahui , apakah yang sesungguh nya di takuti nya ?
Bencana yang paling hebat adalah kematian , tak ada bencana yang lebih hebat dari kematian .
Namun bagi orang yang kebatinan tinggi , kematian itu tak ada , karena hidup itu kekal .
Dunia boleh kiamat , tetapi hidup itu abadi , yang bisa mati itu hanya badan wadah nya , karena tubuh itu tak kekal ada nya , kalau tak mati sekarang suatu saat pun akan mati juga , meskipun berumur ratusan tahun akhir nya juga mati .
Kalau pada kehidupan kini kita mengalami kesusahan , tak perlu gelisah , bahkan kita harus gembira karena kita justru mendapatkan kesempatan untuk melunasi karma buruk kita .
Apa yang akan terjadi pada masa mendatang tak perlu kita ributkan , karena kalau senantiasa kita berbuat baik , di kemudian hari kita akan memetik karma baik .
Segala bencana dari kesukaran yang menimpa kita , harus kita hadapi dengan penuh ketabahan , jangan putus asa ! sambutlah kesukaran itu dengan gembira !
karena boleh jadi bencana itu justru akan memberi manfaat bagi diri kita dan justru akan memberi manfaat bagi diri kita dan justru akan mebawa kemajuan jiwa kita , mungkin hanya sebagai ujian , bukankah ada ungkapan yang mengatakan bahwa jiwa itu menjadi sempurna dalam tangisan , arti nya justru di dalam penderitaan barulah jiwa mendapat kemajuan .

Setidak nya bila kita mendapatkan rejeki memperoleh keberuntungan , janganlah menjadi sombong dan jangan terlalu gembira hingga lupa daratan , karena ada kemungkinan juga bahwa keberuntungan itu hanya sementara waktu saja dan akan segera terganti dengan penderitaan , seperti pribahasa mengatakan bahwa keberuntungan itu awal datang nya bencana .

Pasal 6 sampai 8 :
Dalam ungkapan ini Lao Tse menjelaskan perbedaan yang nyata antara diri sendiri dan orang-orang lain .
Beliau mengatakan bahwa ada banyak orang yang hidup nya sangat mewah , pakaian nya bagus-bagus , makan-makanan mewah dan rumah nya sangat mudah , hingga dikatakan laksana berpesta daging lembu di atas paseban dan menikmati pemandangan musim semi .
Sebalik nya Lao Tse mengatakan diri nya sendiri sebagai tiada keinginan dalam keadaan tenang , tak ada harapan untuk hari kemudian dan sebagai anak piatu yang bergelandang tak punya rumah untuk pulang .

Pasal 9 sampai 14 :
Beberapa ungkapan yang di kemukakan oleh Lao Tse ini bermaksud untuk memperhatikan penghidupan yang sangat di gemari oleh umum nya manusia di alam manusia , yaitu penghidupan yang mewah , gemilang , kaya raya , menempati gedung yang indah , makan-makanan mewah , pakaian indah , mempunyai kedudukan tinggi , kekuasaan besar , berpengaruh , bisa melakukan pekerjaan besar yang mengagumkan dan lain sebagai nya .
Segala kemewahan ini diperjuangkan oleh setiap orang dengan fanatik dan mati-matian , hingga membuat timbul nya goncangan-goncangan , menimbulkan pertikaian , persaingan hebat dan peperangan dahsyat , yang menyebabkan dunia kacau , hingga tak ada satu saat pun bisa tentram dan abadi .

Dengan perasaan bosan Lao Tse menjauhkan diri dari kehidupan bermasyarakat .
beliau iklas untuk hidup sebagai orang bodoh yang tak mempunyai pikiran suatu apa , dengan pakaian compang-camping menggelandang bagaikan anak piatu yang tak mempunyai tempat tinggal .
Meskipun demikian Lao tse memperoleh kehidupan yang tentram , tenang dan abadi , hingga bagaikan angin yang senantiasa membumbung ke atas udara yang tinggi .
Walaupun bertentangan dengan umum nya orang , namun Lao Tse selalu merasa bahagia di dalam dukungan sang ibu , yaitu Tao yang maha sempurna .

---------------------------------------------ooOOoo-----------------------------------------



Sunday, April 25, 2010

Too Tik Keng, - 20

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
translation by Mr . Lie Tjie Khay , 1953 .

Chapter 20: Keeping a problem for the carnal union with the Tao.
  1. No study had no difficulty.
  2. How Was the difference between smart and stupid?
  3. What is the difference between good and evil?
  4. That in respect of others, unable to not respected?
  5. It's hard to find events that has not happened.
  6. Many people were swept away in the flow of luxuries such as incessant partying danging bull on the table and enjoy the scenery of spring.
  7. I own but only in a state of calm, no desire, like a child who is not quite as far as his age.
  8. Like orphans who loiter no home to go home.
  9. Many people have excessive wealth, while I am alone like a lost everything.
  10. I like a fool who has no thoughts of what, with ragged clothes uncertain.
  11. Most people live wallowing in luxury and wealth, while I alone seem dull and boring. People generally have fun with face beaming bright, while I myself tangled in a state, lethargic and sleepy.
  12. But I always like a calm ocean is always calm and fro like a blowing wind.
  13. Many people have the power, I myself have hanay stupidity.
  14. Only I own a very different denang other people and can not be separated from the support of Tao, like a baby that can not be separated from the mother.

Article 1:
Inside this technological era, people are very much concerned about science, because everybody knows that science is very important.
With the knowledge of people get a good position and with a perfect knowledge of people can achieve excellence in employment.
Therefore, each country vying to advance science and improve its because where many educated people, the country will make progress.
But in the field of psychotherapy / religious do not know the difference between educated and uneducated, can test all mysticism, his principal home alone with all sincerity.
Some even argue that science is an obstacle for them to achieve inner progress, because the less educated people believe in the merits of a mystical / religious and always ask for evidence and in accordance with what he thinks.
They are too busy and do not have the opportunity to train the soul of progress, then most of them less berminant against mysticism / religion.
Because mysticism / religion does not distinguish between educated and uneducated, although uneducated can also test the psychotherapy,
That's because there is a saying of his:
Learning Psychotherapy can not express it with a piece of paper.

Article 2 and 3:
Omar Ghayyam opinion that the difference between good and bad, true and false just closed to within just a hair. Public opinion for his people may not be in disbelief, because his people will generally assume that the difference between good and bad it seems like heaven and earth.
But if we want to contemplate seriously the fact that we would get that opinion too vague.
Here we take a few examples of two different kinds of deeds that nature, but if we want to contemplate seriously the fact that we will get this correct as well.

Here we (Mr. Lie Tjie Khay) take a few examples of two different kinds of deeds of his properties, but a manifestation of the second act is almost the same, until it can be said only just a hair.

Mishal and his stupid act honestly, between its people are often wrong, whether by force so that the call honest / stupid?
Difficult to distinguish!
What else is said to act brave and reckless actions, as well as between patient and cowardice, between the clever and cunning.
These are couples who form almost the same and the difference in the tip of his hair.
Smart is good, whereas it was not good cunning, but the action was almost the same shape.
then in the field of psychotherapy was necessary to apply vigilant, in order to distinguish between good and bad.

Article 4 and 5:
His general people are afraid because not knowing what happens in the future, but for those who need psychotherapy know, whether it's really in her fear?
The most severe disaster is death, there is no greater disaster than the death.
But for people with high mysticism, death does not exist, because life is eternal.
The world may end, but life is eternal, which can die only container body, because the body is not his eternal there, if not dead by now too will die someday too, though hundreds of years old is also dead end.
If in life we are in trouble now, do not be nervous, even we should be happy because we actually get a chance to pay off our bad karma.
What will happen in the future we need not fuss, because if ever we do good, in the future we will reap the good karma.
All the disasters of the difficulties that befall us, we have to deal with fortitude, do not despair! hardships gladly welcome!
may be a disaster because it would provide benefits for ourselves and it would benefit us and it will mebawa progress of our souls, maybe just as a test, is not there an expression which says that the soul is made perfect in tears, his meaning precisely in in the suffering of the soul before making progress.

At least if we get the fortune he obtained a fortune, do not be arrogant and do not be too happy to forget the mainland, because there is a possibility too that luck was only temporary and will be soon replaced by misery, like the proverb says that his luck was beginning to come disasters.

Article 6 until 8:
In the words of Lao Tse explain this significant difference between self and others.
He said that there was a lot of people who live very luxurious, they are good-good clothes, food and luxury food and its very easy to house, until the meat is said to party like a bull in the Paseban and enjoy the scenery of spring.
Instead of Lao Tse said his own self as there is no desire in a state of calm, there was no hope for days later and as a stooge orphans who have no home to go home.

Article 9 to 14:
Some of the phrase which was put forward by Lao Tse intends to consider living in a very general favorite by his men in human nature, that is living a luxurious, bright, rich, occupies a beautiful building, food and luxury food, beautiful clothes, has a position tall, big power, influence, can do an amazing job and the other big as his.
All this luxury championed by every person with a fanatical and desperate, which made its shock-shocks occur, causing dissension, competition is great and terrible war, which caused the mess, till no one else can now peaceful and lasting.

With Lao Tse ennui away from social life.
iklas him to live as a fool would not have thought of a fine, with clothes tattered quiver like orphans who have no place to live.
Nevertheless Lao tse obtain a peaceful life, calm and everlasting, till like a wind that is always rising high into the air.
Despite his conflict with the common people, but Lao Tse always felt happy at the support of the mother, that is the most perfect Tao.


---------------------------------ooOOoo----------------------------------------------



Monday, April 19, 2010

Too Tik Keng, - 19

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
translation by Mr . Lie Tjie Khay , 1953 .

Chapter 19: Life is reasonably in accordance with the Tao.


  1. Blot and throw the term sanctity and wisdom, so that people get double benefits.
  2. Blot and throw your love and kebajiakan terms, so that people with a reasonable return on the behavior of devotion and love each other.
  3. Blot and throw all sense of artifice and passions of greed, self-thieves and robbers will disappear.
  4. Three expressions above provide evidence that not enough people were given a lesson born hanay continue, not enough science will be taught a lesson but they must be taught a lesson about ethics, manners and mysticism and headed for the back on the nature of such reasonable force frugal and simple, eliminating the the nature of selfishness and desire.


Article 1:
The most difficult road to travel is the way in mystic / religious.
Therefore this is a very much road junction, so that people who are less aware of his lost goals.
Psychotherapy anyone who aspires to obtain supernatural / witchcraft, that can be powerful and influential in society.
There also are seeking knowledge to gain wealth, possessions and as his, so lucky to live in the world.

All this is apparently lost his way, because this business is only enlarge the I / add the egoism / at least weaken his own business, because advances to enhance the dignity of psychotherapy, it depends on the determination, perseverance and confidence, can not rely on others for help.
As humans we have been given arms, legs, eyes, ears, minds and taste as well as all the equipment and perfect self-contained, so we must have the ability and have the strength to achieve all our efforts on his own power, if only we have the willpower and unfailing determination, and with all sincerity to pursue this avenue.

Article 2:
Despite the love and virtue are noble traits, but because in revered, until her character becomes unnatural, just a mere decoration, made in search of man, until contrary to natural law because of his many mock her and falsehood.
Used to love and virtue as a political billboard.
Doing love with the calculation of gains and losses, and to do good with the expected doubling of wages / with strings attached.
Or love it in putting in a limited circle and a narrow, for example him only on his own faction alone in love, but other groups in hate / is considered wrong.

And so the term Lao Tse mengajurkan terms of love and virtue was not revered as excessive, so that people can devote to her casually as an act of devotion and love each other with a sincere heart.

Article 3:
If in a country in order by a wise king, who holds the government in a fair and perfect, always give the example and set a good example to the people, so that people do not use common ruse for the race results and benefits.
even reverse its honest and simple people, desire to get results / marry, bun-many treasures as much as his / desire to enrich himself has disappeared from the heart.
Thus, even thieves and robbers will disappear from the area.
Because all the people working diligently and live simply, not greed, no corruption and no highlight luxury.

Article 4:
Lao Tse in this lesson explains how people learn psychotherapy lost, due to extol the sanctity of bounds.
Especially after they received psychotherapy and considers the lessons themselves were too sacred, and view others low / sinful.
Some are using religion as a disguise, disguised as a holy man doing indecent acts / enrich themselves,
Lao Tse therefore deem it necessary discard all terms of sanctity, so that people can be led to return to normal as the nature of its original character in accordance with his / more clearly in accordance with the Tao.

---------------------------------00OO00-------------------------------------





Too Tik Keng, volume 19

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
Terjemahan Bapak Lie Tjie Khay , 1953 .

Bab 19 : Hidup sewajarnya sesuai dengan Tao .

  1. Hapuskanlah dan buanglah istilah kesucian dan kebijaksanaan , supaya rakyat memperoleh faedah berlipat ganda.
  2. Hapuskanlah dan buanglah istilah cinta kasih dan kebajiakan , supaya rakyat dengan sewajarnya kembali pada prilaku bakti dan saling mencintai .
  3. Hapuskanlah dan buanglah segala akal muslihat dan nafsu keserakahan , dengan sendirinya pencuri dan perampok akan lenyap .
  4. Tiga ungkapan di atas memberi bukti bahwa rakyat tidak cukup hanay diberi pelajaran lahir terus , tidak cukup diberi pelajaran ilmu pengetahuan akan tetapi mereka harus diberi pelajaran tentang etika , budi perkerti dan kebatinan serta di pimpin untuk kembali pada sifat sewajarnya , berlaku hemat dan sederhana , menghilangkan sifat egoisme dan nafsu keinginan .


Pasal 1 :
Jalan yang paling sulit untuk di tempuh adalah jalan kebatinan / keagamaan .
Oleh karena jalan inilah yang sangat banyak simpangan nya , sehingga orang yang kurang waspada akan tersesat tujuan nya .
Ada orang kebatinan yang bercita-cita untuk memperoleh kesaktian / ilmu gaib , supaya bisa berkuasa dan berpengaruh di dalam masyarakat .
Ada juga yang mencari ilmu untuk memperoleh kekayaan , harta benda dan sebagai nya , supaya hidup beruntung di dunia .

Kesemuanya ini ternyata jalan nya tersesat , oleh karena usaha ini hanya memperbesar sang aku / menambah egoisme / setidak nya melemahkan usaha sendiri , sebab kemajuan untuk mempertinggi martabat dari kebatinan , itu tergantung atas tekad , keuletan dan kepercayaan diri , tak dapat mengandalkan pertolongan pihak lain .
Sebagai manusia kita telah di beri tangan , kaki , mata , telinga , pikiran dan rasa serta segala alat yang serba lengkap dan sempurna , maka kita harus mempunyai kemampuan dan mempunyai kekuatan untuk mencapai segala usaha kita atas tenaga sendiri , asal saja kita mempunyai kemauan keras dan tekad tak kunjung padam dan dengan kesungguhan hati untuk menempuh jalan ini .

Pasal 2 :
Meskipun cinta kasih dan kebajikan adalah sifat-sifat mulia , tetapi oleh karena di dengung-dengungkan / di puja-puja , hingga sifat nya menjadi tak wajar , hanya hiasan belaka , buatan cari manusia , hingga bertentangan dengan hukum alam karena banyak tiruan nya dan kepalsuan nya .
Cintah kasih digunakan untuk reklame dan kebajikan sebagai politik .
Melakukan cinta kasih dengan perhitungan untung dan rugi , dan melakukan kebajikan dengan mengharapkan upah berlipat ganda / dengan pamrih .
Atau cinta kasih itu di curahkan dalam kalangan yang terbatas dan yang sempit , misal nya hanya pada golongan nya sendiri sajalah yang di cintai , tetapi golongan lain di benci / di anggap salah .

Maka Lao Tse mengajurkan supaya istilah cinta kasih dan istilah kebajikan itu tak di puja-puja secara berlebihan , supaya rakyat dengan sewajar nya dapat mencurahkan rasa bakti dan saling mencintai dengan setulus hati .

Pasal 3 :
Jika di dalam suatu negeri di perintah oleh raja yang bijaksana , yang memegang pemerintahan secara adil dan sempurna , senantiasa memberi teladan dan contoh yang baik pada rakyat nya , sehingga rakyat tak menggunakan akal muslihat untuk saling berebut hasil dan keuntungan .
bahkan sebalik nya rakyat berlaku jujur dan sederhana , nafsu keinginan untuk memperoleh hasil / meni,bun harta sebanyak-banyak nya / hasrat memperkaya diri sendiri telah musnah dari sanubari .
Dengan demikian para pencuri dan perampok pun akan lenyap dari daerah itu .
Karena semua rakyat bekerja dengan rajin dan hidup sederhana , tak tamak , tak korupsi dan tak menonjolkan kemewahan .

Pasal 4 :
Dalam pelajaran ini Lao Tse menjelaskan bagaimana orang-orang yang belajar kebatinan tersesat , karena memuja-muja kesucian secara melewati batas .
Apalagi setelah mendapat pelajaran kebatinan mereka lalu menganggap diri sendiri sudah terlalu suci dan memandang orang lain rendah / berdosa .
Ada pula yang menggunakan agama sebagai kedok , dengan menyamar sebagai orang suci melakukan perbuatan-perbuatan tak senonoh / memperkaya diri ,
maka dari itu Lao Tse menganggap perlu membuang segala istilah kesucian , agar orang dapat di pimpin untuk kembali pada sifat sewajar nya yang sesuai dengan watak asli nya / lebih jelas sesuai dengan Tao .

---------------------------------------ooOOoo-----------------------------------------



Saturday, April 17, 2010

Too Tik Keng, - 18

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
translation by Mr . Lie Tjie Khay , 1953 .

Chapter 18: Goodness in highlight after Tao disappeared.

  1. When Tao / fair nature neglected, there arose the term goodness and truth.
  2. Once there are people who are clever and intelligent, came in this world all the falsehoods.
  3. When in the family environment there is no harmony munculah term devotion and love-love between father and son.
  4. If the country in chaos emerges a faithful minister.

Article 1:
According to the story of people who often take place along with the mountains, for example him among the merchants who often go to the mountain to buy agricultural products.
In telling that he was often in herbal medicine with food primitive, such as rice corn.
He knew the custom of the mountain which is still reasonable, his rough but honest life, not pretending, rather silly, but his good attitude, they treat her like a guest at your own risk.

Rather it was the town attitude of politeness, its smooth and sweet talk, but many of his lies.
If not careful dealing with them might be disadvantaged.

From this example, we may conclude that the person is still a primitive life, yet familiar politeness / manners, her life was fair.
they were not familiar with falsehood, evil and deceit, until his honest attitude and her as normal.

Instead it when people started to modern, they know the etiquette, politeness and as his, then along with that arises the sense of crime and deception as well in his heart.

In the primeval / golden era when humans do not live in the Tao, they did not know the terms of goodness, truth, beauty, and beauty, because they were his life as normal, in his state as natural as there is no good / evil but then after the era silver and after they recognize the beauty in addition also arise after the familiar vices and virtues in addition there is a crime.
Because in the world of all things his counterpart, hence the saying of dualism, there is good there must be evil.
If there is no ugliness how people can recognize beauty?
This is of course impossible.
His example in this world if all women are flawless, of course men do not know about beauty.
But because in addition there pretty bad, then there is this comparison, then arises the notion of the beautiful and ugly, beautiful and ugly.

Similarly, the virtue, if in this world all the good and virtuous, all eager to devote his virtues to one other, there is nothing bad at heart, then virtue would not have known by the people, all considered good behavior in its ordinary and natural as , as its people and the public as their obligation.
yet because there are many virtues in addition to crime, fraud, deceit and cruelty, then later did it know there are good and evil,
After the knowledge of good and evil in human beings know, so gone are the nature of the fairness of the Tao and fair nature with him gone according to Tao, then people start to stand out-nonjokkan fairy justice and virtue.


Article 2:
After reaching the age of copper, after the man knows good and bad, then came all the organizations, rules, laws, and as his, which is compiled by people smarter and smarter.
That's where all the falseness, of deception and all the politics then rampant.
Because the people fighting for power, truth, wealth and luxury, until all the way good or not good in doing by not considering the evil and not evil.

Article 3:

Because so long the family / rimah stairs in harmonic / harmony, need not mention the term in love with love and devotion, as all of its runs with her as normal, so that there is love there is love that is holy and pure, not artificial and not pretend- temple, just outside of it to his casual candor of his mind.

Article 4:

So long and prosperous country in keadaandamai, loyal ministers did not show themselves, because in a safe state they do not have the chance to show his loyalty, but in confusion and in a state of war, then they get a chance to show kesetian against the homeland.

Within this lesson firmly Lao Tse to show how pure it was as natural properties, the reverse was all man-made imitation of his many, many falsehoods and pretend its sheer.
So Lao Tse said that the perfect virtue of his not leave scars.
Because the people who truly his pure benevolence, virtue always do everything quietly, not in the proud-proud of, not highlight his reward.
In fact, it often provides relief on his neighbor in secret, so please any person in whom the rescuers did not know that.
This is his virtue as normal by Lao Tse in the call acts that called Wu Wei / work unconditionally.

------------------------------------------------00OO00-----------------------------------

Too Tik Keng, volume 18

Too Tik Keng / Tao Tee Cing / Dao De Jing
Terjemahan Bapak Lie Tjie Khay , 1953 .


Bab 18 : Kebaikan di tonjolkan setelah Tao lenyap .

  1. Bila Tao / sifat wajar dilalaikan , muncullah istilah kebaikan dan kebenaran .
  2. Setelah ada orang-orang yang cerdik dan pandai , muncullah di dunia ini segala kepalsuan .
  3. Bila di dalam lingkungan keluarga tidak ada keharmonisan munculah istilah bakti dan cinta-mencintai antara bapak dan anak .
  4. Bila negeri dalam kekalutan muncullah menteri yang setia .

Pasal 1 :
Menurut cerita orang yang sering bergaul dengan prang pegunungan , misal nya di antara pedagang-pedagang yang sering pergi ke gunung untuk membeli hasil bumi .
Di ceritakan bahwa ia sering di jamu dengan makanan primitif , misalnya nasi jagung .
Ia kenal adat orang gunung yang masih wajar , hidup nya kasar tetapi jujur , tak pura-pura , agak bodoh namun baik sikap nya , mereka memperlakukan tamu nya seperti saudara sendiri .

Sebalik nya orang kota sikap nya sopan-santun , bicara nya halus dan manis , namun banyak dusta nya .
Kalau kurang hati-hati berurusan dengan mereka bisa-bisa di rugikan .

Dari contoh ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa orang yang hidup nya masih primitif , belum mengenal sopan-santun / tata-krama , hidup nya masih wajar .
mereka pun belum mengenal kepalsuan , kejahatan dan tipuan , hingga sikap nya jujur dan sewajar nya .

Sebalik nya bila orang-orang mulai moderen , mereka mengenal tata krama , sopan-santun dan sebagai nya , maka bersamaan dengan hal itu timbullah juga kejahatan dan akal muslihat di dalam hati nya .

Pada jaman purba / jaman emas tak kala manusia hidup di dalam Tao , mereka tak mengenal istilah-istilah kebaikan , kebenaran , keindahan dan kecantikan , karena mereka hidup sewajar nya , dalam keadaan sewajar nya tak ada baik / jahat akan tetapi kemudian setelah jaman perak dan setelah mereka mengenal keindahan di samping itu juga timbul keburukan dan setelah mengenal kebajikan di samping itu ada kejahatan .
Karena di dunia segala sesuatu ada imbangan nya , maka di katakan dualisme , ada yang baik tentu ada jahat .
Bila tak ada keburukan bagaimana orang dapat mengenal keindahan ?
Ini tentu saja tak mungkin .
Misal nya kalau di dunia ini semua wanita berparas cantik , tentu kaum pria tak mengetahui tentang kecantikan .
Tetapi karena di samping cantik ada yang jelek , maka ada perbandingan ini , lantas timbul pengertian tentang cantik dan jelek , indah dan buruk .

Demikian pula dengan kebajikan , kalau di dunia ini semua orang berhati baik dan bajik , semua berhasrat mencurahkan kebajikan pada sesama nya , tak ada satu pun yang berhati jahat , maka kebajikan tentu tak di kenal oleh manusia , segala kelakuan baik di anggap biasa dan sewajar nya , sebagai umum nya orang dan sebagai kewajiban mereka .
namun karena di samping kebajikan ada banyak kejahatan , kecurangan , kepalsuan dan kekejaman , maka kemudian barulah mengenal ada nya baik dan jahat ,
Setelah pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan di kenal manusia , maka lenyaplah sifat kewajaran dari Tao dan dengan lenyap nya sifat wajar yang sesuai dengan Tao itu , maka orang mulai menonjol-nonjokkan peri keadilan dan kebajikan .


Pasal 2 :
Setelah sampai pada jaman tembaga , sesudah manusia mengenal baik dan buruk , lalu muncul segala organisasi , aturan-aturan , undang-undang dan sebagai nya , yang di susun oleh orang-orang cerdik dan pandai .
Di situlah segala kepalsuan , tipu muslihat dan segala politik lantas merajalela .
Karena orang berebut kekuasaan , kebenaran , kekayaan dan kemewahan , hingga segala cara yang baik maupun yang tak baik di lakukan dengan tak memperdulikan jahat dan tak jahat .

Pasal 3 :

Karena begitu lama keluarga / rimah tangga dalam harmonis / selaras , tak perlu di kemukakan pula istilah cinta mencintai dan bakti , karena semua nya berjalan dengan sewajar nya , sehingga cinta yang terdapat di situ adalah cinta yang suci dan murni , bukan buatan dan bukan pura-pura , hanya memang ke luar dari ketulusan budi nya yang sewajar nya .

Pasal 4 :

Sebegitu lama negeri dalam keadaandamai dan sejahtera , menteri-menteri yang setia tak unjuk diri , karena dalam keadaan aman mereka tak mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan nya , tetapi di dalam kekalutan dan dalam keadaan perang , barulah mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kesetian terhadap tanah air .

Di dalam pelajaran ini Lao Tse menunjukkan dengan tegas , betapa murni nya sifat sewajar nya itu , sebalik nya segala buatan manusia banyak tiruan nya , , banyak kepalsuan nya dan pura-pura belaka .
Maka Lao Tse mengatakan bahwa kebajikan yang sempurna tak meninggalkan bekas nya .
Karena orang yang sungguh-sungguh murni kebajikan nya , senantiasa melakukan segala kebajikan dengan diam-diam , tak di bangga-banggakan , tak menonjolkan pahala nya .
Bahkan sering-sering memberikan pertolongan pada sesama nya secara diam-diam , sehingga orang yang di tolong pun tak mengetahui siapakah si penolong itu .
inilah kebajikan yang sewajar nya yang oleh Lao Tse di namakan perbuatan yang di sebut Wu Wei / bekerja tanpa pamrih .

--------------------------------------------------00OO00-----------------------------------------

Langganan

Follow by Email